Secuil kutipan lirik lagu Bayang Dirimu dari album 'Sandiwara Cinta' milik Nike Ardilla di atas, sedikit banyak menggambarkan situasi saat ini. Masih banyak penggemarnya terus menguntai doa demi kelapangan jalan sang idola di akhirat, terutama setiap hari peringatan kematiannya.

Seperti yang pernah dituliskan majalah Asia Week tentang lady rocker legendaris Indonesia itu: In Dead She Soared atau "Dalam Kematian Dia Bersinar".

 

1. Hey hey siapa dia?

Barangkali di antara pembaca setia Hipwee ini ada yang masih berupa adik-adik manis dan belum mengenal betul siapa Nike Ardilla? Baiklah, kakak akan kenalkan sekilas ya, Dik... (halah).

Jadi, Nike Ardilla adalah penyanyi paling hits pake banget dan eksis di dunia hiburan pada akhir tahun 1980an sampai tahun 1995. Awalnya nama Nike Ardilla melejit saat rilis album pertama 'Seberkas Sinar' pertengahan tahun 1989 dan makin booming setelah album kedua 'Bintang Kehidupan' meluncur awal tahun 1990. 

Selain penyanyi, cewek kelahiran Bandung, 27 Desember 1975 itu juga sukses sebagai pemain film, pesinetron, bintang iklan, dan model.

Selama masa aktifnya jadi artis, Nike rajin wara-wiri di TV, di layar bioskop, tabloid, juga majalah. Lagu-lagunya terus diputar-puter di setiap radio. Semua albumnya selalu laris manis tanjung kimpul. Gaya fesyen dan model rambutnya ditiru para gadis remaja dan dewasa generasi 90an. Hatinya menjadi rebutan para pria generasi 90an, dari mulai rakyat jelata, sepupu jauh, fans, selebritis, sampai anak pejabat. Penggemarnya dari mulai bocah, remaja, dewasa, sampai orang tua. Pokoknya selama era tersebut, dominasi seorang Nike Ardilla begitu kuat.

2. The power of Nike Ardilla.

NikeArdillaOfficial

NikeArdillaOfficial via https://www.instagram.com

Bolehlah bilang Nike Ardilla itu Jim Morrison dan Kurt Cobain-nya Indonesia. Kenapa? Karena selain sama-sama besar dari industri musik, fans setianya masih rajin memperingati hari lahir dan kematian sang Idola. Fanatisme tersebut masih menarik perhatian dunia showbiz sehingga kerap dibahas di media elektronik, maya, maupun cetak.

Setiap acara peringatan kelahiran maupun kematian Nike Ardilla, melibatkan ratusan fans dari beragam daerah Indonesia. Iring-iringan rombongan mereka menuju pemakaman keluarga Nike di Desa Imbanagara, Ciamis, ataupun kunjungan ke Museum Nike Ardilla di Bandung bisa 2 sampai 4 bus.

Hal tersebut juga tercermin pada peringatan 21 tahun kematian sang Bintang Kehidupan yang jatuh pada 19 Maret 2016 kemarin. Penggemar yang tergabung dalam Nike Ardilla Fans Community itu juga suka terlibat dalam acara-acara sosial. 

Kecintaan penggemar terhadap fans berat Marilyn Monroe itu tak pernah berkurang. Bisa dilihat dari fans page facebooknya yang tembus angka lebih dari 2,9 juta likes. Malah bertambah karena banyak dari para fans senior menularkan ke-idola-an mereka atas Nike Ardilla terhadap junior-juniornya.

Seperti warisan turun temurun; kalau ibu-bapaknya suka, anaknya jadi suka. Kalau tantenya fans berat, eh keponakannya ikut gandrung juga.

3. Cukup mudah untuk jadi jatuh cinta sama Nike Ardilla.

Coba saja dengar lagu-lagunya Nike Ardilla, dari mulai yang hits sampai yang bukan jadi lagu andalan. Semua lagunya masih enak didengar kok. Meskipun dijuluki lady rocker, tapi musik Nike nggak mengusung musik yang gombrang-gambreng semacam aliran emo, grunge, heavy rock, apalagi metal. Justru lebih ke slow rock, pop, berlirik melankolis yang cocok banget buat suasana hati galau.

Suara khasnya yang serak-serak basah selalu berhasil meniupkan roh ke dalam setiap lagu yang ia nyanyikan, sehingga membuat jerit hatimu seperti tersuarakan. Tengok deh lagu-lagunya, seperti Seberkas Sinar, Bintang Kehidupan, Tinggallah Aku Sendiri, Izinkan, Suara Hati, Menanti Kejujuran, Sandiwara Cinta, Deru Debu, dan masih banyak lagi. Banyak banget malah.

Pada eranya, catatan penjualan album-album Nike selalu menembus lebih dari 2 juta copies. Album terakhirnya, 'Sandiwara Cinta' rilis pada awal Maret 1995 terjual 2 juta copies dan melambung menjadi 5 juta copies pasca kematian penyanyinya.

Sampai saat ini nyanyian Nike masih banyak yang mencari, baik dalam bentuk kaset, compact disc, atau dvd. Peminat pun tak hanya dari Indonesia, tetapi juga Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Bahkan tahun 2014 silam tersiar kabar bahwa Nike berhasil menguasai chart iTunes Brunei, mengungguli penyanyi kenamaan masa kini seperti John Legend dan Pharrell Williams.

Belakangan Syahrini pernah merecycle lagu Sandiwara Cinta dan baru-baru ini runner-up Rising Star Indonesia 2014, Hanin Dhiya, juga merilis ulang lagu Bintang Kehidupan milik Nike Ardilla.

4. Pribadi baik hati, sederhana, dan paras cantik meninggalkan kesan yang mendalam.

Nike Google+

Nike Google+ via https://plus.google.com

Terlepas dari segala kontroversi yang (masih) sering dipergunjingkan soal hobinya keluar masuk diskotik----konsekuensi sebagai remaja ngetop yang cuma punya waktu main pas malam hari---- Nike juga terkenal memiliki pribadi yang baik serta murah hati. Berjiwa sosial tinggi. Dia nggak cuma suka nolongin teman yang lagi kesusahan, tapi selalu menyisihkan honor-honornya dan berbagi kepada mereka yang lebih membutuhkan.

Tahun 1992 Nike mendirikan Sekolah Luar Biasa (SLB) bagi penyandang disabilitas, semua atas prakarsanya sendiri alias tanpa dorongan siapapun.

Tampilannya yang sederhana, tidak pernah bermewah-mewah, gaya pakaian sehari-hari yang cuek, casual, chic, tapi tomboy itu pun banyak dikagumi. Menurut cerita yang beredar, tak jarang Nike Ardilla datang ke sebuah acara atau melakukan pemotretan tanpa make-up. Hanya natural dengan pakaian yang nyaman dipakainya, tapi masih terlihat cantik.

Nike juga tak pernah ragu berbaur dengan para fansnya yang berkunjung ke lokasi ia bekerja. Rajin pula membalas surat penggemar satu per satu.

Faktor-faktor di atas kemudian dibungkus oleh fisiknya yang menarik. Terlahir dengan wajah cantik nan lugu khas mojang Sunda dan perawakan tinggi semampai juga turut menjadi salah satu daya jual Nike Ardilla. Sosoknya menjadi standar cewek idaman masa itu. Kalau zaman sekarang, boleh juga lah disejajarkan dengan ikon cantik semisal Chelsea Islan, Raisa, atau Gista Putri.

5. In Dead She Soared

Penjabaran di atas sedikitnya sudah memberi gambaran soal the power of Nike Ardila: in dead she soared. Namun ada faktor x lain yang membuat namanya urung padam, yaitu kematiannya sendiri. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, maut menjemput Nike dalam sebuah kecelakaan tunggal di Jalan Riau, Bandung.

Peristiwa nahas tersebut menjadi berita paling menggegerkan sepanjang tahun 1995. Media elektronik maupun cetak terus-menerus membahasnya selama tiga bulan berturut-turut.

Waktu usianya masih muda (19 tahun), saat berada di puncak popularitasnya, saat masyarakat tengah cinta-cintanya, belum lagi semua niatan baiknya terwujud, sang Bintang harus berpulang. Penggemarnya; tua-muda semua berderai air mata, diliputi rasa tak percaya. TKP kecelakaannya dikerumuni orang, bertaburan bunga. Ribuan pelayat mengantarkan jasadnya ke tempat peristirahatan terakhir. 

Ada rasa belum puas atas kehadiran sosok Nike, khususnya di tengah para penggemar setia dan umumnya di tengah masyarakat Indonesia. Tetapi apa boleh buat, Sang Pencipta sudah memutus takdirnya, siapapun tak bisa menggugat. Karya-karya dan seluruh kebaikan Nike menjadi warisan yang tak ternilai bagi fans dan kita semua.

Itulah sebab ia masih dielu-elukan hingga 21 tahun kematiannya. Tak menutup kemungkinan hingga 22 tahun, dan seterusnya, dan seterusnya, dan seterusnya.

"It's better to burn out, than to fade away." (Kurt Cobain mengutip Neil Young)

"We all die. The goal isn't to live forever, the goal is to create something that will." (Chuck Palahniuk)