Membicarakan drama serial Korea memang nggak ada habisnya. Selain menampilkan aktor dan aktris bertampang rupawan, plot cerita dan teknisnya pun menjadi alasan mengapa drama korea begitu digilai penikmatnya. Di negeri ginseng tersebut, drama serial televisi menjadi salah satu industri kreatif bermedium audio visual yang populer hingga ke mancanegara. Tak sedikit penikmat drama Korea yang rela berlangganan televisi kabel agar saluran televisi Korea bisa mereka nikmati di rumah. Banyak pula yang memilih untuk mengunduhnya di situs-situs pembajakan saja.

Drama serial Korea rata-rata dibuat dengan tujuan menghibur orang-orang Korea dari penatnya aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, drama Korea rata-rata mengandung adegan-adegan manis dan romantis yang asyik untuk dinikmati, sekalipun dalam drama yang bergenre aksi atau horor.

Semakin banyak jumlah drama Korea yang ditonton oleh seseorang, maka kita akan semakin bisa mengategorikan termasuk tipe penonton drama Korea apakah kita. Sebab, semakin banyak menonton drama Korea, maka akan semakin banyak pula efek yang kita dapatkan, baik efek sesaat maupun adiksi jangka panjang.

1. Tipe Mutakhir (On Going)

Selalu Nunggu Episode Baru via http://lifestyle.sindonews.com

Ada saja orang yang rela menambah pengeluaran bulanannya untuk bayar TV kabel hanya demi punya saluran TV Korea. Meskipun kesiksa sama rasa penasaran menunggu setiap episode drama keluar, menonton drama mutakhir selalu puas karena kita sama sekali nggak tahu alur ceritanya. Nggak ada pula teman yang sudah menonton duluan lalu jadi spoiler yang menyebalkan.

Kalaupun ada yang nggak memasang TV kabel, penonton tipe ini rela menonton drama lewat situs penyedia tontonan Korea begitu episode baru keluar. Ya, meskipun belum ada subtitle-nya, mereka coba mengerti lewat adegan saja.

2. Tipe SKS (Sistem Kebut Semalam)

Nggak Kuat kalau Nggak Tamat! via http://inikpop.com

Rasa penasaran yang tinggi membuat penonton drama Korea nggak tahan menunggu tiap episodenya. Penonton tipe ini paling nggak bisa menonton drama mutakhir atau on going. Maunya sekali nonton langsung tamat. Mulai menonton episode satu pukul tujuh malam, eh keasyikan menonton tahu-tahu matahari sudah terbit. Benar-benar dikebut sampai tamat hanya dalam waktu semalam. Full time pula. Beda banget sama belajar atau mengerjakan tugas secara SKS yang masih bisa diselingi ngecek media sosial atau buka Youtube.

3. Tipe Penggila Aktor/ Aktris (Fangirl/ Fanboy)

Advertisement

Drama apa itu? Ada aktor X nggak? via http://junkee.com

Tipe penggila aktor biasanya hanya mau menonton drama Korea jika ada aktor pujaannya di dalam drama tersebut. Nggak peduli drama itu punya alur cerita buruk, nggak peduli akhir ceritanya mengenaskan, yang penting mereka bisa melihat sang idola di sana. Sekadar menikmati wajah atau aktingnya, bodo amat deh. Yang penting bisa lihat si dia dan hati pun senang. Nanti kalau ada pujaan baru, daftar judul drama yang ditonton pun berubah, tergantung apakah pujaan barunya ada di dalam drama itu atau tidak. Pujaan lama? Tetap di hati, kok, cuma lagi bosan sedikit aja.

4. Tipe Mak Comblang

Plis, mereka cocok banget! via http://dramabeans.com

Tipe mak comblang biasanya mejodoh-jodohkan tokoh utama dalam drama Korea. Tahulah, biasanya kan tokoh utama drama itu perempuan. Namun, tokoh lelakinya nggak cuma satu. Pasti ada pemeran lelaki kedua atau second lead male yang menyertainya. Tipe penonton mak comblang biasanya akan mencocok-cocokkan si tokoh utama, baik itu dengan pemeran utama lelaki maupun pemeran keduanya. Kalau di akhir cerita si tokoh utama ternyata nggak jadian dengan tokoh lelaki yang mereka pilih, mereka pun akan kecewa berat.

"Kenapa si X malah sama si X? Gue nggak rela!" celetuknya.

Begitu pun penonton mak comblang yang merasa kedua tokoh utama perempuan dan laki-laki dalam drama punya ikatan yang begitu cocok dan kuat. Istilah kerennya chemistry. Mereka nggak rela menonton pemerannya main di drama lain dan dipasangkan dengan aktor atau aktris yang berbeda.

5. Tipe Akhir Cerita (Ending)

Kalau endingnya jelek, dramanya jelek! via http://lifestyle.liputan6.com

Bagus atau jelek sebuah drama mereka nilai dari akhir ceritanya. Kalau akhir ceritanya nggak sesuai dengan keinginan, mereka akan mengecap drama tersebut nggak menarik untuk ditonton. Biasanya penonton jenis ini adalah penyuka akhir cerita bahagia. Sekalinya dapet drama Korea dengan akhir cerita tragis atau menggantung, penonton tipe ini pasti kecewa berat.

"Nggak suka endingnya!" jerit penonton tipe ini setelah melahap habis semua episode drama yang sedang ia tonton.

6. Tipe Satu-Dua-Tiga Dulu

Satu episode dulu ah… via http://dramafever.com

Karena drama yang lagi ditonton nggak terjamin seru, beberapa orang memutuskan untuk mengetes sebuah drama dari satu hingga tiga episode pertama. Kalau episode-episode awalnya seru, maka kegiatan menonton pun akan dilanjutkan sampai episode terakhir. Kalau nggak asyik, berhenti sampai di situ dan cari drama lain. Daripada buang-buang waktu menonton sesuatu yang membosankan, lebih baik berhenti, kan?

7. Tipe Selewat-Selewat

Gimana ya lanjutannya… via http://www.rolereboot.org

Duh, penasaran banget sama drama yang lagi ditonton, tapi besok pagi harus masuk sekolah. Nggak mungkin begadang malam ini hanya karena penasaran dengan cerita drama Korea. Sebagai solusi, penonton tipe ini akan menonton seluruh episode dalam waktu semalam, tetapi saat menonton mereka mem-forward atau mempercepat adegan-adegannya. Tiap episode hanya mereka tonton dalam waktu sepuluh menit saja. Tujuannya hanya dua, yaitu tahu ujungnya si tokoh utama sama siapa dan tahu seperti apa akhir ceritanya. Kekurangannya, menonton dengan cara seperti ini bisa membuat beberapa adegan penting terlewat dari pandangan mata. Nantinya, meskipun sudah tahu akhir ceritanya, kita tetap harus menonton lagi dari awal secara lengkap.

8. Tipe Munafik

Aku nggak nonton drama Korea, tuh! via http://comicsalliance.com

Beberapa orang ngaku alergi sama yang namanya Korea-Koreaan atau Hallyu Wave, termasuk drama Korea. Tipe penonton seperti ini biasanya bukan pecinta drama Korea sama sekali. Pada awalnya mereka sama sekali nggak suka dengan drama Korea, dan sedikit mengecap 'alay' para penyuka Korea. Eh, suatu hari mereka nonton drama Korea yang bagus dan terkesan banget. Namun, mereka tetap nggak mau mengaku kalau mereka pun pada akhirnya nonton drama Korea juga. Malu atau takut disangka mainstream kali, ya.