Kita hidup di zaman modern dan gadget sebagai sebuah prioritas. Banyak postingan prestasi, kecantikan, visuailtas, karya, kemewahan, hingga pembangunan karakter diri melalui posting-an media sosial. Jadi nggak heran jika banyak manusia di abad ini yang gemar sekali membandingkan kehidupannya dengan milik yang lain, Tentu bukan sebuah kesalahan untuk membandingkan, jika konteksnya untuk memacu diri agar lebih berkembang. Tapi jika perbandingan itu hanya digunakaan untuk menyiksa diri dan tak lagi mensyukuri nikmat Illahi, bukankah patut dihentikan dengan paksa?

Percayalah, setiap orang pasti terlahir dengan keistimewaannya masing-masing. Tugas kita hanyalah menunjukkan potensi istimewa itu dengan cara kita masing-masing. Jadi buat kamu yang gemar membandingkan diri, come on pantengin tips dan trik di bawah ini ya, biar hidupmu jauh lebih bermakna dari sekedar mengeluh dan membandingkan!

1. Temukan Alasan Kenapa Kita Harus Membandingkan!

How to Stop Comparing via http://www.wikihow.com

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mulailah untuk berkaca pada diri sendiri. Selama ini, bagaimana kita memperlakukan diri sendiri. Sudahkah pikiran kita membawa pada hal-hal yang positif? Sudahkah kita memahami permasalahan dasar dalam diri yang membuat kita harus membandingkan dengan milik yang lain? Jika belum, segera temukan dan tanamkan pada pikiran bahwa permasalahanmu tak bisa dijadikan alasan yang kuat untuk membuatmu harus membandingkan diri dengan orang lain.

Kamu harus ingat, ini jelas kehidupanmu. Segala hal mutlak atas pilihanmu, bukankah kamu berhak untuk hidup dengan damai tanpa resah melihat kehidupan orang lain?

2. Bukan Persoalan Gengsi dan Harga Diri, Hanya Saja Kamu Memang Perlu Menghargai Diri Sendiri

How to Stop Comparing via http://www.wikihow.com

Kamu tau kan manusia punya rasa gengsi dan harga diri yang tinggi? Samahalnya dengan aku, kamu, dia, dan mereka. Kita sama-sama manusia yang ingin menjunjung tinggi harga diri. Kamu boleh saja melalui hari buruk, tapi sungguh itu bukan sebuah alasan untuk menjadikanmu pribadi yang gemar membandingkan. Mulai sekarang tolong hargai dirimu lebih baik. Membandingkan kehidupanmu dengan yang lain jelas bukan bentuk apresiasi pada diri sendiri. Jika kamu ingin hidup lebih bahagia, jangan biarkan kehidupan orang lain mencemari pikiranmu.

3. Yuk Identifikasi Positif Negatifnya Kebiasaanmu Membandingkan

Advertisement

How to Stop Comparing via http://www.wikihow.com

Kebiasaan membandingkan memang bisa hadir kapan saja dan menyerang siapa saja, tak peduli kamu seorang atasan atau bawahan, tak peduli kamu anak-anak atau dewasa. Setiap manusia memang memilikinya, kamu boleh kok terus memelihara sikap ini, asal perbandingannya yang menuju arah positif.

Misalnya kamu membandingkan kualitas diri dengan seseorang yang kamu kagumi. Tentu saja dalam kasus ini, sikapmu membandingkan tidak akan menimbulkan rasa cemburu, melainkan motivasi untuk mengembangkan diri sebaik orang yang sedang kamu kagumi.

Lain halnya jika kamu membandingkan diri karena alasan cemburu. Cemburu dengan kekayaan atau gaya hidup mewah seseorang, jelas jenis kepribadian seperti ini memang harus dimusnahkan secepatnya sebelum semakin membunuh logika dan perasaan di jiwa.

4. Coba Telusuri Lagi darimana Kebiasaan Membandingkanmu Mulai Bermunculan

How too Stop Comparing via http://www.wikihow.com

Sekali lagi tegaskan pada diri sendiri, kamu berhak mendapatkan kebahagiaan mandiri tanpa harus meresahkan apa yang tidak kamu miliki.

Cobalan untuk mengingat kembali, sejak kapan kebiasaan burukmu untuk membandingkan mulai tumbuh menyesakkan dada? Apakah itu sudah muncul sejak kamu dibesarkan bersama dengan saudaramu yang kamu anggap lebih dimanjakan? Apakah itu muncul sejak kamu memiliki perasaan cinta kepada pria yang sama dengan teman baikmu? Jika memang demikian, cobalah kamu mengingat kebaikannya saja.

Bukankah akan lebih baik untuk mengingat masa kecil bahagiamu bersama saudaramu daripada harus mengingat paman yang gemar memberi uang saku pada saudaramu misalnya. Bukankah hidupmu juga jauh lebih bermakna dibandingkan sibuk membandingkan dengan orang lain yang belum tentu bisa membalas perasaan yang sudah kau curahkan untuknya?

5. Kamu Harus Banyak Bersyukur untuk Kehidupanmu

How to Stop Comparing via http://www.wikihow.com

Daripada sibuk membandingkan dengan kehidupan yang kita cemburui, bukankah lebih baik untuk fokus pada apa yang kita miliki? Karena untuk mengembangkan potensi diri  dimulai dari fokus pada apa yang kita miliki, bukan terlibat pada perasaan cemburu terhadap apa yang tidak kita miliki. Habiskan waktumu untuk fokus dan berpikir positif tentang hidupmu, sehingga kamu bisa menemukan sejuta alasan untukmu tetap tersenyum dan menjalani hari dengan baik. Bahagia itu kamu ciptakan sendiri, jadi jangan merusaknya dengan gimik kehidupan yang lain.

Jika rumput tetangga lebih hijau, kenapa tak kau coba menghias tamanmu untuk mengindahkan rumput milikmu?

Selamat mencoba, semoga kita semua lekas disembuhkan dari penyakit iri dengki yang mematikan itu!