Pertanyaan mengerikan sering terlontar oleh keluarga maupun teman-temanmu.

“Kapan nikah?”, sedangkan usiamu sudah hampir menginjak kepala tiga. Pasti kesal rasanya ingin gantung diri di pohon toge, ditambah lagi mendengar alunan lagu band wali.

“Timur ke barat

selatan ke utara

Tak juga aku berjumpa

Dari musim duren hingga musim rambutan

Tak kunjung aku dapatkan

Tak jua aku temukan

Oh Tuhan inikah cobaan?

Rasanya ingin teriak “Golok mana golokkk, matiin musiknya!”.

Tapi kamu gak perlu marah kok, hal itu merupakan lumrah terjadi mengingat usia yang sudah mendekati kepala tiga. Orang tua dan teman-temanmu pasti ingin melihatmu bahagia membangun sebuah keluarga.

Beberapa tips ini mungkin dapat membantumu lebih dekat dengan jodoh:

 

1. Buang ego mencari yang sempurna

Semakin dewasa usia kita biasanya semakin matang juga pemilihan kriteria soal jodoh, baik ini soal pendidikan, pekerjaan, ataupun status sosial.

A: Pokoknya nih istri gua tuh harus bisa masak.

     Dia harus S2 sama kaya gua.

     Kalo bisa juga sih satu marga sama gua.

     Bisa jaga anak, bisa ini bla bla bla...

B : Lu lagi ngadain lowongan kerja ya?#gagal fokus

 

Buang semua egomu mencari yang sempurna dan sesuai kriteria, dengan begitu akan mudah membuka hati bagi orang lain untuk berada disisimu. Bukankah yang dapat membuatmu nyaman dan berarti lebih dari siapapun sudah cukup?

2. Lebih membuka luas pergaulan

membuka pergaulan dengan siapapun

membuka pergaulan dengan siapapun via https://encrypted-tbn0.gstatic.com

Yang usianya mendekati kepala tiga dan masih single biasanya masa mudanya dihabiskan mengejar karir ketimbang mendekati lawan jenis, gak ada data yang pasti sih apa lagi dari Badan Pusat Statistik mengenai jumlah jomblo sukses dalam hal karir tapi sulit dalam hal jodoh. Meskipun sudah sukses masih saja fokus pada pekerjaan, pagi ke kantor pulang malam, sampai dirumah tidur besok ke kantor lagi dan begitu terus sampai terjadi gerhana matahari kembali di Indonesia.

Sudah saatnya deh membuka pergaulan lebih luas dari teman kantor, dengan sesama member tempat nge gym, atau teman nongkrong. Dengan begitu mungkin saja hatimu dengan hati lawan jenismu bertemu.

3. Jangan malu ikut biro jodoh

biro jodoh kenapa engga?

biro jodoh kenapa engga? via https://encrypted-tbn3.gstatic.com

Entah benar atau tidak jasa biro jodoh membuka kesempatan lebar untuk mengakhiri masa lajang di usia yang matang, karna biasanya pendaftar biro jodoh adalah orang orang yang mau serius dan benar benar ingin mencari pasangan. Siapa tau aja kamu yang masih sendiri dan cukup matang dapat bertemu dengan dia yang sedang mencari sosok sepertimu juga. Meskipun nantinya ada yang menganggap kamu “jomblo ngenes ikut biro jodoh”.

4. Minta doa orang tua

tanpa doa orang tua kita tidak akan menjadi apa apa

tanpa doa orang tua kita tidak akan menjadi apa apa via https://encrypted-tbn3.gstatic.com

Mungkin penyebab kamu melajang sampai saat ini karna kurang meminta doa pada orang tua, jangankan meminta doa menghubungi orang tua dikampung satu bulan sekali saja untuk menanyakan sangat sulit. Padahal doa orang tua adalah doa yang dapat langsung sampai ke Sang Pencipta loh. Bisa saja dengan lewat orang tua, kamu dipertemukan dengan jodoh juga.

Ibu: Nak, kamu masih jomblo yaa?

Anak: Yah emak segala pake nanya lagi. Huhu

Ibu: Oh itu ada anak pak ustad, Dewi namanya.

Anak: Yaudah mak kenalinnn (senyum gak waras).

“Besoknya langsung mesen tenda buat nikahh”.

5. Berdoa kepada Tuhan

Bagaimanapun semua kembali kepadaNya

Bagaimanapun semua kembali kepadaNya via https://encrypted-tbn2.gstatic.com

Setelah meminta doa kepada orang tua dan segala upaya telah dilakukan, berdoalah kepada Tuhan agar usaha yang telah dilakukan dapat menemukan apa yang dicari. Dengan berdoa mungkin saja penantianmu yang panjang bisa dipertemukan dengan sia dia yang terbaik, bukan atas pandangan manusia tapi atas ketentuanNya.

Namun jika segala upaya telah dilakukan, namun masih tetap sendiri maka bersabarlah dan tetap berfikir positif. Mungkin Tuhan sedang menyiapkan yang terbaik, bukan sekarang mungkin nanti. Mungkin tidak di dunia tapi di syurga bersama para bidadari. Aamiin