Untuk engkau para penerus bangsa yang masih peduli, untuk engkau seseorang yang ingin berubah menjadi pribadi yang baik, dan untuk engkau yang enggan bahkan jijik dengan artikel ini. Ini semua hanyalah isi hati yang masih peduli dengan kalian. Yang masih peduli dengan bangsa ini kedepan nya. Yang masih peduli dengan negara ini.

                “Tak mau kah engkau mulai menghapus bibit korupsi dari dirimu?”

                “Tak mau kah engkau mulai menghapus bibit kecurangan dari hatimu?”

Jika tidak, silahkan tutup artikel ini dan baca artikel lai nya. Jika kamu ingin berubah, artikel ini akan sedikit membantu. Tapi ingat, hanya sedikit. Karena perubahan semuanya tergantung pada dirimu.

1. Dari mencontek saat SD hingga titip absen saat kuliah, tak lelah kah kau melakukan kecurangan?

               Beberapa orang menganggap bahwa ini hal yang biasa. Kecurangan bahkan sudah dijadikan sebagai sifat yang “wajar”. Tak sedikit dari beberapa yang menganggap ini hanyalah “kenakalan kecil” di bangku sekolah dan akan hilang ketika dewasa. Tapi mereka lupa bahwa lubang yang besar, semula hanya keretakan kecil yang diabaikan. Berawal dari hal kecil dan kemudian menjadi “wajar” Inilah yang menyebabkan engkau susah untuk lepas darinya.

                Kamu mulai melakukan kecurangan kecil seperti nanya:

                “Bro, jawaban nomor 5 apa? Cuma mau cek jawaban.”

                “Bro, lihat PR-mu donk. Ada soal yang aku takut salah”

Advertisement

                Sebenarnya ini merupakan bibit kecil kecurangan. Tapi apakah itu akan terus menjadi bibit dan akan dibuang atau tumbuh menjadi pohon yang besar? Mungkin saja pohon itu akan berbuah. Berbuah korupsi dan kawan-kawannya.

2. Semua orang punya masa yang buruk, tapi akankah kamu terus mempertahankannya atau memilih membuangnya?

             Untuk kamu yang pernah melakukan hal curang atau mungkin sekarang masih melakukan nya. Tak inginkah engkau keluar dari lingkaran sesat itu. Mungkin akan sangat sulit. Bukti menyatakan bahwa engkau mendapatkan teman lebih banyak dalam lingkaran itu dibanding harus melakukan semuanya dengan jujur. Kamu akan takut kehilangan teman.

             Dan mungkin nilai mu akan jelek. Nilai mu akan berubah menjadi jelek seketika karena kamu enggan bertanya pada temanmu. Kamu jadi malu dan lainnya. Tapi percayalah, sebuah kejujuran akan menghasilkan sesuatu yang baik. Itu pilihanmu untuk bergerak maju atau diam di lingkaran tersebut.

3. Ada saatnya ragu dengan apa yang kau pilih, tapi kamu selalu melihat sesama mu

                Pada saat orang lain mendapat hasil yang bagus karena curang. Di situlah imanmu mulai tergoyahkan. Mengatakan pada diri sendiri bahwa, “Orang lain bisa curang, kenapa aku tak boleh?”

                Ibarat yin dan yang, kamu akan melihat dua contoh. Orang yang selalu curang dan mendapat nilai bagus. Atau orang yang selalu jujur dan terus bekerja keras.

                Orang yang kedua merupakan seseorang yang kamu anggap dia berbakat, pintar dari lahir, tanpa berusaha bisa mendapat nilai bagus. Tapi apakah kamu nggak bertanya apa yang dia pelajari setiap hari. Mungkin saja ia telah belajar tiap hari sebelumnya. Ia telah mengerjakan ratusan bahkan ribuan soal latihan sebelumnya. Jadi kenapa tak menjadi seperti dia dan terus berusaha jujur.

                Berusahalah menjadi orang kedua tersebut dan selamat kau telah tumbuh menjadi pribadi yang “konsisten dan berprinsip”.

4. Memilih jujur membuatmu berpikir tak ada lagi tempat untuk bertopang, hanya dirimu sendiri

                Bukan tak ada, hanya berbeda caranya. Kamu bisa meningkatkan kemampuanmu dengan belajar bersama teman dan bertanya pada guru atau dosen. Atau mungkin mencari referensi di Perpustakaan atau sumber belajar lain nya.

                Dan ini memiliki nilai plus yaitu kamu menjadi seseorang yang lebih rajin belajar. Dengan tanpa adanya “bantuan”, kamu mulai berpikir bahwa dirimu harus lebih rajin dan tekun. Pelajaran akan selalu kamu gapai dan terus kamu ulangi. Kamu akan menghapus kata waktu luang di kamus mu. Kamu mulai mengisi nya dengan sesuatu yang lebih bermanfaat. Kamu pun lebih punya waktu untuk mencari ilmu yang kamu gemari. Dan akhirnya ini membuatmu menjadi pribadi yang “rajin dan tekun”.

5. Memilih jujur membuatmu dijauhi oleh teman-temanmu? Tidak juga!

                Teman yang mana? Teman tak ada yang menjerumuskan kawannya ke lubang yang salah. Mungkin dia bukan teman. Mungkin hanya seseorang yang memiliki masalah yang sama denganmu dan mengajakmu melakukan jalan pintas. Jujur, tak ada seorang teman yang akan menjauhimu cuma karena kamu memilih jalan mu.

                Mungkin awalnya akan terasa awkward dan lain-lain. Tapi percayalah, itu akan hilang seiring jalannya waktu, yang kamu perlukan hanyalah tabah dan sabar. Toh, mereka juga nggak akan mengusikmu. Dan kamu akan menemukan seseorang yang benar-benar temanmu. Seorang yang tak hanya datang saat butuh. Dan yang lain nya akan menganggap bahwa ini hal yang biasa. Dan kamu akan menjadi pribadi yang “Independen”.

6. Hilangkan iri pada hatimu, kamu tak perlu iri pada mereka yang curang

                Ini yang paling banyak terjadi, seseorang yang jujur iri pada mereka yang curang. Itu salah besar.

                “Buat apa kamu iri dengan mereka yang jelas-jelas lebih bodoh darimu? Nilai bagus tak menjamin dia pintar”

                “Buat apa kamu iri dengan mereka yang jelas-jelas tak percaya akan kemampuannya sendiri? Mereka aja tak percaya kemampuan mereka, buat apa kamu percaya mereka”

                Buanglah rasa iri mu. Kamu boleh iri dengan mereka yang nilainya bagus, tapi jangan iri dengan mereka yang curang. Buktikan saja bahwa kamu bisa. Ambillah kutipan awal,

                “Suksesmu tak bergantung pada mereka, tapi dari dirimu sendiri”

                Artinya kamu tak perlu berharap mereka dapat karma dan sebagainya. Toh, yang buat nilaimu jelek, dirimu sendiri bukan mereka. Nilai mereka bagus atau tidak itu bukan masalah mu. Yang harus kamu pikirkan adalah gimana cara nya agar kamu bisa belajar lebih giat dan mendapat nilai terbaik.

7. Tak ada yang lebih memuaskan dari hasil yang jujur

                Ini mungkin beberapa pernyataan terakhir. Jika engkau masih tak percaya dengan peningkatan pribadi yang diatas. Silahkan coba cara ini. Ketika ujian, coba aja sekali tak mencontek, tak memberikan contekan, tidak meminta bantuan, dan tidak memberikan bantuan.

                Berpikirlah, apa yang akan kau dapatkan jika tak melakukan itu. Maka yang terpenting dalam tahap ini adalah belajarlah dengan giat, mulai lah mencari referensi dari materi dan tugas. Taka da yang lebih melelahkan dari kerja keras. Tetapi kamu harus terus melakukan nya. Kurangi waktu bermainmu dan cobalah untuk berubah lebih rajin.

                Dan kerjakan ujianmu. Bekerja keras dan berusahalah. Lakukan yang terbaik sebisamu. Ketika hasilmu keluar, kamu akan merasa puas entah nilaimu jelek ataupun bagus. Karena kamu sudah berusaha.

8. Untukmu yang mendapat beasiswa, tak malu kah engkau dengan keistimewaan yang kamu dapat?

                Jika kamu masih mencontek padahal kamu mendapatkan beasiswa, di luar sana masih banyak yang lebih pantas dibanding kamu.Kamu mengambil hak mereka untuk duduk di bangku pendidikan dan kamu masih mencontek? Tak kasihankah kamu dengan mereka yang berharap bisa belajar lebih? Atau kamu nggak punya hati. Mereka di sana pengen mendapatkan pelajaran tetapi kamu malah mencontek dan melakukan hal curang.

                Sebelumnya saya minta maaf jika saya terlalu frontal yaitu untuk seseorang yang mendapatkan beasiswa bidikmisi. Kalau boleh jujur ada teman saya yang lebih jujur dibanding kamu dan lebih pintar hanya saja dia nggak mampu untuk kuliah karena bidikmisinya nggak keterima. Dan kamu seseorang yang mendapatkan beasiswa itu, masih titip absen, nggak belajar, dan cuma bermain saat kuliah. Akhirnya nyontek tugas dan ujian.

                Teman ku lebih layak mendapatkan bangku dan kelas ac itu dibanding kamu. Malulah sama uang yang kau terima tiap bulan. Malulah sama pemerintah yang kau bohongi tiap semester. Malulah sama orang-orang yang gagal mendapatkan beasiswa.

                Tak maukah kau berubah? Agar fasilitas yang kau dapat menjadi lebih berkah. Pikir lagi, cukup sekali umpatan yang keluar dari mulutku saat menulis artikel ini. Semoga kamu bisa paham tentang amarahku.

9. Puaskah kamu menunjukan rapor dan IP mu yang curang itu kepada orangtuamu?

                Ini masalah hati sebenarnya, tergantung hatimu. Atau mungkin masalah keluarga, tergantung keluargamu. Aku tak yakin ada orangtua yang mengajarkan anaknya curang, atau tidak masalah jika anaknya curang. Tapi jika memang ada, itu merupakan orangtua yang buruk. Aku berkata seperti ini bukan berarti aku menjelek-jelekan orang tuamu atau yang lain. Tapi tak maukah engkau memberikan sesuatu yang jujur pada orang tuamu?

                Apa kamu takut dimarahi orang tua mu? Aku pernah mendapat nilai 2 di Bahasa Indonesia, orangtuaku tidak memarahiku. Aku berkata jujur bahwa aku tidak bisa. Dan mereka malah memberi saran dan masukan. Dan aku mendapatkan nilai sesuai KKM, nggak bagus tetapi aku puas.

                Malu dengan kemampuanmu? Kenapa kamu tidak sharing masalah pendidikan dengan orangtuamu? Mereka yang membiayaimu. Itu seperti investasi masa depan bagi mereka, tapi tanpa ada hasil yang mereka harapkan. Semuanya kamu yang terima. Tapi masih saja kamu mencurangi investasi itu.

                Yang terakhir, apakah orangtuamu bangga jika nilaimu bagus dengan cara mencontek? Apakah orangtuamu bangga, kamu masuk SMP, SMA, atau bahkan PTN/PTS favorit dengan curang? Apakah mereka menceritakan kepada tetangga bahwa IP anaknya diatas 3 dengan cara curang? Tidak, karena mereka tidak tahu.

                Yang mereka ceritakan ketika berkunjung ke rumah saudara atau tetangga adalah

                “Anakku peringkat 1 di kelasnya”

                “IP anakku diatas 3, lho.”

                “IP anakku 3,6.”

                “Anakku keterima di UGM lewat SNMPTN.”

                Dan kau masih mendengarnya dengan bangga? Bangga dengan nilai contekanmu yang membuat nilai rapor dan IP-mu bagus? Bangga dengan menggunakan almamater dan foto disebelah orangtuamu, tetapi kamu tahu kamu curang saat ujian?

                Kamu bisa memberikan yang terbaik bagi orangtuamu. Berikanlah sebagai bukti kasih sayangmu. Orangtuamu pasti bahagia jika anaknya mendapat nilai yang bagus terlebih jika semua dengan jujur.

                Silakan renungkan kembali, yang bisa merubah ini hanyalah kamu sendiri. Semester baru mungkin sudah dijalani semua pelajar dan sebagian mahasiswa. Dan diharapkan kalian bisa mengubah itu semua. Berikan nilai yang bagus dan jujur kepada orangtuamu. Sebagai simbol kasih sayang. Dan jadilah pribadi yang lebih baik.