"Ketika cinta itu tiba-tiba datang pada teman dekatmu sendiri, siapa yang akan kau salahkan? Dirimu? Dia? Atau Tuhan, yang menciptakan cinta itu sendiri?"

Aku tak pernah meminta untuk memiliki perasaan ini denganmu, aku tak pernah berharap bisa menjadi orang spesial dihatimu. Tapi ketika sikapmu yang membuat hatiku meleleh secara perlahan dan sedikit demi sedikit membuka ruang untukmu, dan tiba-tiba ada rasa ingin memilikimu seutuhnya, siapa yang akan kau salahkan?

 

1. Beri aku pengertian tentang arti sikapmu

Beri aku pengertian tentang arti sikapmu, arti pelukanmu, arti kata "aku menyayangimu" yang pernah kau katakan waktu itu. Selama ini aku hanya menunggu menunggu dan terus menunggu. Menunggu arti dan menunggu kau membuka hati untukku yang bukan siapa-siapa dan tidak punya apa-apa ini. Apakah cinta ku tak layak untukmu? Apakah menurutmu sayangku terlalu dangkal untukmu? Apakah kau masih belum percaya bahwa hatiku benar-benar memilihmu? 

2. Egokah aku?

Maafkan aku atas sikapku yang tak bisa menahan perasaan ini untuk segera memilikimu seutuhnya padahal aku tau bahwa hatimu telah ada yang memiliki. Aku tau aku salah, aku tau perasaan ini salah. Dan aku tau bahwa kau kecewa. Kecewa dengan perasaanku yang tiba-tiba saja datang dalam kehidupanmu. 

Entah dari mana, kapan dan bagaimana aku mulai menaruh rasa dan harapan. Semua berjalan dengan sendirinya. Tak bisa aku kontrol dan kukendalikan. Aku memang tak menginginkan bahwa perasaanku ini mungkin dapat merusak hubunganku dan kamu sebelumnya. Kadang kalanya aku merasa terkurung oleh perasaan ku sendiri. Kadang kalanya aku menyasali pilihanku.

3. Haruskah aku diam?

Entah sekarang aku tak tau apa yang harus aku lakukan, ingin berkata yang sejujurnya tapi aku takut kau malah menjauh dan pergi. Berputar 180 derajat menjadi seseorang yang mungkin bahkan tak ku kenal. Tapi sebaliknya, aku tak ingin memendam semuanya, aku tak ingin semua perasaan ini diam seolah-olah sesuatu tidak terjadi suatu apapun. Bertingkah di depanmu yang seolah-olah aku baik-baik saja. Aku memang terlalu mementingkan perasaanku hingga kau abaikan perasaanku

 

4. Pantaskah aku memiliki rasa cemburu dalam hati

Melihatmu tersenyum, tertawa lepas bersama yang lain pun tak masalah. Namun ketika aku melihatmu bersama dia, dan seolah-olah kamu melupakan seluruh kenangan yang telah kau buat bersamaku. Marah, kecewa dan cemburu seperti tak layak kurasakan.

Aku ingin berontak dalam perasaanku. Aku remuk didalam. Terlalu sakit saat aku melihatmu bahagia dengannya. Pedulikah kau denganku, dengan perasaan yang telah jatuh pada hati dan sikapmu bahkan semua tentangmu. 

5. Langkahku untukmu

Aku tak pernah meminta perasaan ini datang. Aku tak pernah berharap menjadi orang spesial dihatimu, aku tak pernah berharap  menghabiskan cintaku untukmu. Tapi tak ada yang tau akan jadi seperti apa masa yang akan datang kelak. Termasuk aku. Aku menyayangimu tapi aku tak bisa memaksa hatimu. Aku menyayangimu tapi aku tak bisa mengganggu hubunganmu dengannya. Aku menyayangimu dan hatiku memilihmu, tapi aku tak tau apakah kau juga seperti itu.