Ada banyak orang di sekeliling kita, seperti teman atau sahabat kita yang mengalami masalah cinta. Masalah sederhananya adalah tentang orang yang kita cintai itu. Yang menjadi masalah bukanlah cintanya, tetapi kitalah yg membuat masalah itu sendiri. Terkadang kita salah membuat orang secara tidak langsung mencintai diri kita, walau kita tidak bermaksud untuk itu. Akhirnya, seseorang itu menjadi dekat dengan kita dan mulai kode untuk menanggapi perasaannya itu.

Kita yang awalnya memang biasa saja, jadi mulai nyaman dengan dia. Tetapi terkadang saat kita mulai serius sama dia, seolah-olah dia menarik ulur perasaannya. Yang awalnya seperti ingin ditanggapi perasaannya, tetapi saat mulai ditanggapi dia berpaling ke yang lain.

1. “Aku pikir, kamu pun merasa hal yang sama. Ah, cuma aku saja yang ke-GR-an

Ku tak mengerti apa yang terjadi padaku. Terkadang sakit, terkadang pula semakin menyakitkan.

Melihatmu.

Hanya resah, sesak, dan penat yang selalu ku rasakan.

Mencintaimu hanya membuatku merasakan hal yang sama berkali-kali.

Advertisement

Kenapa? Apa aku salah mencintaimu?

Diriku yang baru saja hancur, mencoba untuk merangkainya kembali,

Selalu sakit yang ku rasakan tiap mengambil kepingan yang hancur (itu).

Bukan semangat untuk membuatnya utuh kembali.

Mengapa?

2. “Hatiku sedih tiap kali ku mendengar nama wanita lain meluncur dari mulut manismu itu…”

Kita yang awalnya hanya bercanda saja, dirimu anggap serius perlakuanku.

Sedangkan saatku serius, kau anggap itu sebagai bercandaan.

Aku sudah menceritakan bagaimana pengalamanku di masa lalu, begitu pula dirimu.

Kita sudah saling mengenal satu sama lain.

I know what you feel, and you know what I feel.

Dirimu bilang, kau sudah tidak mempedulikan mantanmu karena dia pun tidak peduli terhadapmu.

Tapi ku sering mendengar dari temanmu, kau masih mencoba menghubungi dia.

“Apa kabar? Sekolah di mana? Bagaimana keadaan kamu sekarang?”

You still wait for it.

3. “Aku mohon, lihatlah aku. Sadarkah kau lukai hatiku dengan tetap mengungkit masa lalu?”

just the way you are via https://www.instagram.com

Kau tetap menunggu dia walau kau tahu, dia (seperti) sudah tidak peduli terhadap cintamu.

Cintamu telah lama usai, mengapa masih melihat ke belakang?

I left the girl I love, for someone who makes my heart comfortable.

It’s you. And you make me love you.

4. Bukankah seharusnya kau mencari pengobat hati? Aku selalu berada di sini

Kau sering cerita kepadaku bagaimana perasaanmu terhadap mantanmu, dan ku sadari,

hatimu terlalu indah untuk di sakiti.

Bukan orang lain yang membuat hatimu sakit, tapi dirimu.

5. “Stop sesali masa lalumu, lihatlah ke arahku. Aku siap obati lukamu itu!”

Sadarkah kau kalau ada orang yang berdiri di depanmu, menunggumu untuk berhenti melihat ke belakang?

Apakah aku salah mencintaimu karena yang selalu ku rasakan hanya resah, penat, dan gundah karena memikirkanmu?

Salahkah aku tetap menunggumu?

Salahkah aku tetap mencintaimu?

Keraguan yang ku rasakan tiap kali melihatmu. Ah..

Yang ku inginkan hanyalah, berhenti melihat ke belakang!

Ada orang lain yang menunggumu di luar sana,

Dan aku salah satunya.