Untuk sebagian besar masyarakat, memiliki keturunan adalah hal yang penting. Beragam masalah dapat di timbulkan dari tidak didapatkannya keturunan biologis dalam suatu rumah tangga. Banyak pasangan berusaha melakukan berbagai cara untuk mendapatkan keturunan. Lalu, setelah istri mengandung, apakah masalah selesai sampai di sana? Semoga iya. Tapi nyatanya, gangguan pada kehamilan, terutama pada trimester awal, dapat mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan organ pada janin. 

Cacat lahir pada bayi dapat bersifat fatal, dan seringnya dapat mempengaruhi kualitas hidupnya di kemudian hari. Tidak hanya menjadi masalah fisik semata, namun juga menyebabkan masalah ekonomi dan psikologi.

Lalu, bagaimana mencegah cacat pada janin selama kehamilan? Berikut adalah sedikit dari banyaknya cara untuk mempersiapkan kehamilan

 

1. Rencanakan kehamilan sejak sebelum menikah

resepsi pernikahan

resepsi pernikahan via http://kreditgogo.com

Kebanyakan cacat pada janin terjadi pada masa awal kehamilan, yaitu dalam 3-4 bulan pertama kehamilan, Bahkan, untuk sistem saraf, pembentukannya terjadi pada sebulan pertama kehamilan. Adakah wanita yang menyadari dirinya hamil saat terlambat menstruasi pasca 1 bulan pernikahan? Ketidaksadaran inilah yang mengkhawatirkan, apalagi kalau memang tidak ada rencana untuk hamil. Anda bisa saja minum obat atau jamu untuk melancarkan menstruasi. Alih-alih mendapat menstruasi, obat atau jamu tersebut malah mengganggu perkembangan organ janin. 

Maka, saat Anda menyiapkan pernikahan, rencanakan pula kehamilan dengan baik. Bila memang berniat menunda kehamilan, gunakan metode kontrasepsi yang sesuai.

2. Pemeriksaan kesehatan pranikah

Pemeriksaan kesehatan sebelum menikah

Pemeriksaan kesehatan sebelum menikah via http://segiempat.com

Pemeriksaan kesehatan pra nikah sebaiknya dilakukan, bukan untuk mengetahui masalah pasangan sehingga membuat Anda membatalkan pernikahan. Jika Anda dan pasangan sudah berniat sehidup semati, apapun kondisi Anda, seharusnya tidak menghalangi pernikahan. 

Nilai positifnya, Anda dapat mengetahui jika memang memiliki kondisi atau penyakit tertentu, sehingga dapat menyiapkan kehamilan dengan lebih baik. Anda dan pasangan dapat berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan pemeriksaan apa saja yang sebaiknya dilakukan. Pemeriksaan khusus Toxoplasma, Rubella, dan Citomegalo virus (CMV) dapat membantu, apakah Anda memiliki resiko untuk menularkannya ke janin atau tidak, termasuk apakah Anda perlu mendapat pengobatan terlebih dahulu sebelum merencanakan kehamilan.

3. Jaga kesehatan lingkungan

Toxoplasma dan kucing

Toxoplasma dan kucing via http://bundanet.com

Beberapa infeksi atau penyakit pada calon ibu, didapat dari kondisi lingkungan yang tidak sehat. Infeksi toxoplasma misalnya, disebabkan oleh parasit yang tinggal pada beberapa hewan peliharaan seperti kucing, yang ditularkan melalui lingkungan yang tidak bersih dan sehat

Infeksi Toxoplasma, Rubella, CMV, dan Herpes dapat melewati barrier atau pembatas antara ibu dengan janin. Infeksi pada janin tersebut dapat menyebabkan gangguan pembentukan organ. 

4. Penuhi kebutuhan nutrisi

Sayuran mengandung asam folat

Sayuran mengandung asam folat via http://macampenyakit.com

Cacat saraf, sebagai salah satu cacat janin yang cukup berat, saat ini terbukti disebabkan oleh kekurangan asam folat. Untuk mengurangi angka kejadian janin lahir dengan cacat saraf, bidan dan dokter kandungan sudah memberikan suplemen dalam "paket" vitamin kehamilan. 

Asam folat sejatinya sudah tercukupi dengan mengkonsumsi sayuran seperti bayam dan brokoli,  atau buah seperti pisang, jeruk dan alpukat. 

Karena sistem saraf terbentuk dalam bulan-bulan awal kehamilan, maka sebaiknya makanan yang mengandung asam folat tersebut, dan tentu saja makanan sehat lain, dikonsumsi sejak jauh hari sebelum merencanakan kehamilan. 

5. Periksa kandungan sesuai jadwal

Kontrol kehamilan

Kontrol kehamilan via http://tribunnews.com

Kesehatan ibu dan janin perlu mendapat pengawasan. Bidan dan dokter kandungan dapat melakukan pemeriksaan dan mengetahui kelainan sedini mungkin, lalu diberikan tatalaksana yang sesuai untuk mencegah masalah pada ibu dan janin. 

Ada banyak hal yang menyebabkan cacat pada janin. Jika Anda dan pasangan sudah merencanakan dan mempersiapkan kehamilan dengan baik, namun ternyata bayi Anda masih memiliki masalah, maka bersabar dan bersyukurlah. Manusia hanya dapat merencanakan, namun Tuhan punya rencana yang jauh lebih baik bagi Anda dan keluarga.