Teman, sahabat, saudara, orang tua, tapi terkadang terlihat seperti musuh bebuyutan. Itulah mungkin sederetan kata yang sedikit banyak bisa menggambarkan siapa kalian di mataku. Aku tak henti-hentinya bersyukur dipertemukan dengan orang-orang seperti kalian. Orang-orang terbaik yang Tuhan kirimkan untuk menemaniku di perantauan. Aku tahu, Tuhan mempertemukan bukan tanpa alasan. Tuhan mempertemukan kita untuk saling menguatkan.

Waktu semakin berlalu. Tidak terasa 4 tahun sudah kita menjadi keluarga yang mencoba saling melengkapi saat harus hidup jauh dari orang tua. Satu per satu, pelan tapi pasti, kalian mulai menanggalkan status sebagai anak perantauan. Kembali ke kampung halaman masing-masing, dan pastinya sibuk dengan aktivitas masing-masing. Terkadang, ada rindu yang teramat dalam akan sebuah kebersamaan. Kebersamaan kita yang tak pernah lekang dari ingatan. Kali ini, aku hanya bisa mengucapkan terima kasih untuk kalian, orang-orang terbaik yang pernah Tuhan kirimkan.

 

1. Terima kasih, kalian selalu menjadi keluarga yang tiada duanya

Hidup di perantauan dan jauh dari orang tua memang tidak mudah. Tapi, bersama kalian aku temukan kehangatan seperti di rumah. Kalian bisa berperan ganda menjadi siapapun yang aku butuhkan. Saling menjaga layaknya kita ini adalah saudara sedarah. Kalian bisa menjadi ibu dengan segala kelembutannya, bisa menjadi bapak dengan segala ketegasannya, bisa menjadi saudara dengan segala kenyamanannya ketika bersama. Terima kasih, kalian keluarga yang tiada duanya di perantauan.

2. Terima kasih, untuk prosesi tiup lilin setiap tahun yang tak pernah terlewatkan

Bertahun-tahun bersama membuatku begitu mengenal kalian. Kalian yang tak pernah memperhitungkan waktu untuk ikut andil di setiap langkah besarku. Tak peduli larut malam, pagi buta atau siang bolong, kapanpun aku membutuhkan, kalian akan selalu datang. Ketika hari lahirku tiba, selalu ada serangkaian kejutan yang kalian persiapkan. Terima kasih untuk setiap bangun tengah malam yang selalu kalian sempatkan.

3. Terima kasih, kalian selalu menjadi perawat siaga saat sakitku tiba

Kalian adalah perawat siaga yang selalu ada saat sakitku tiba, membawaku ke dokter dan mengupayakan kesembuhanku sescepatnya. Terkadang, Mali sampai menangis sambil menciumku, takut hal buruk terjadi padaku. Kalian adalah orang-orang yang akan setia di sampingku ketika aku benar-benar tak berdaya, menyiapkan makanan dan obatku. Berharap aku segera pulih dengan sesegera. Terima kasih, untuk tidak pernah mengeluh ketika harus tidur seperti pindang berjajar dalam satu kamar ditengah panasnya udara Semarang.

4. Terima kasih, untuk semua masukan yang tak pernah bertele-tele kalian sampaikan

memberi masukan

memberi masukan via http://google.com

Ketika masalah datang menerpa, kalian adalan orang-orang yang selalu aku cari, untuk sekedar mengadu, atau terkadang menumpahkan kekecewaan. Bahkan, tak jarang kalian aku seret ke dalam lingkaran permasalahan yang aku hadapi. Apa adanya, tanpa basa-basi dan langsung ke inti pembicaraan adalah hal yang selalu kalian lakukan. Menasehati tanpa mengintervensi, mengarahkan dengan penuh pengertian, memahami apa yang sedang ku alami. Ah, betapa beruntungnya aku mempunyai kalian. Terima kasih. 

5. Terima kasih, untuk semua motivasi dan inspirasi yang tiada henti

Jalan hidup manusia memang selalu berbeda. Terkadang di antara kita ada yang melaju terlalu jauh di depan dan ada yang begitu tertinggal di belakang. Hidup adalah perjuangan dan menyerah adalah hal termudah untuk dilakukan.Ketika hati mulai lelah dan asa mulai pasrah, kalian adalah orang-orang yang berteriak paling keras memompa semangatku. Kalian adalah orang yang berlari paling kencang untuk menarik tanganku agar tak berhenti di tengah jalan. Kalian tak pernah berhenti memberikan inspirasi