Terik siang yang ada di kota ini lama kelamaan sama halnya dengan kota metropolitan yang sering orang lain bicarakan, segala rutinitas yang mengharuskan kita bangun lebih awal untuk mengindari macet di sana-sini menjadi keharusan yang mau tidak mau harus kita biasakan. Sama halnya denganku, segala bayang-bayang mengenai KKN yang berada jauh di seberang kota dari tempat kelahiranku,  telah banyak mencuri waktu dan perhatianku, resah dan tangis tanpa sadar mewarnai setiap aktifitas sebelum KKN di mulai. Membayangkan saja rasanya air mata bercucuran, apa lagi melakukannya, tapi semua kegelisahan itu berubah seketika saat aku berada di sana, berada di tengah-tengah Keluarga Samudra

1. Tempat yang menjadi saksi perjuangan kita

anisa rahmi via https://twitter.com

Berawal dari sini Cerita Keluarga Samudra kita di mulai, cerita susah senang bercampur menjadi bahagia yang mewarnai setiap perjalanan 45 hari kita, maka setiap sudut tempat ini lah perjuangan kita untuk sesuatu yang luar biasa, tergambar, terpatri dan akan selalu terkenang, KKN Pulerejo IAIN Tulungagung

2. Perkenalan sederhana yang memberi kesan sedalam ini

twitter via https://twitter.com

Rasanya tidak ada yang istimewa dari perkenalan kita . hanya ada jabat tangan biasa dan senyum ala kadarnya yang membuka percakapan sederhana. Akan tetapi entah mengapa kekakuan tersebut nampaknya tidak bisa bertahan lama. Semua tingkah gila dan gelak canda yang dibagi bersama seolah menjadi gergaji kuat yang membuat kita berubah status secara cepat dari orang asing menjadi sahabat bahkan keluarga. Kalian juga tentu belum lupa saat obrolan yang tadinya hanya berisi pembicaraan standar berubah menjadi sedalam ini.

3. Keluarga Samudra ada yang jadi nahkoda ada yang jadi koki

twitter via https://twitter.com

Sebuah Keluarga Samudra ,kita berada di tengah samudra sementara orang lain bersesak-sesak an di daratan, meski hidup di tengah badai dan gelombang tau rasanya hidup dalam satu bahtera di mana di dalamnya kita harus saling mendukung. Mengisi peran satu sama lain dengan baik, ada yg menjadi nahkoda ada yg mnjadi koki, aku bersyukur hidup di keluarga samudra. Saat daratan membuat orang-orang dekat kita pergi dari rumah, keluarga samudra justru menahan mereka semua untuk berada dalam satu kapal, dekat tidak hanya fisik tapi juga hati, aku bersyukur hidup di keluarga samudra kita berada dalam satu kendaraan yang sama satu keluarga menuju satu tujuan, berlabuh sebentar, kemudian berjalan lagi bersama sama, tidak saling meninggalkan satu sama lain.

4. Peringatan HUT RI 71

twitter via https://twitter.com

Bersama kita berbagi dan saling menghibur, kau ingat saat hasrat untuk pulang dari perjuangan mulai ada, kalian adalah orang yang dengan cekatan berusaha meredakannya. Keberadaanmu sebagai keluarga yang rela menyediakan telinga membuat aku memiliki teman berbagai masalah , membuat aku mngeeti kalian adalah tempatku untuk pulang , ketika aku menghujani dengan berbagai keluh kalian membalikkannya dengan kalimat positif yang mengencangkan kembali semangat yang nyaris menyerah, dan memilih kalah .

5. Terima kasih bapak yang telah berjasa

twitter via https://twitter.com

Dan satu hal lagi yang luar biasa di sini kami bukan hanya segerombolan mahasiswa yang di kumpulkan karena sebuah tugas dan kewajiban yang mengharuskan bersama. Tetapi kami di sini adalah keluarga yang dalam setiap harinya bertemu berbagi cerita dan melakukan banyak hal di sana, dan sungguh yang membuat kami merasa aman dan nyaman adalah kami mempunyai 5 orang bapak bapak yang begitu hebat begitu sigap dan begitu perduli mereka adalah pelindung kami, mereka adalah kakak-kakak kami sekali lagi terimakasih telah bersedia melindungi kami. Membantu apapun yang kami minta kalian sungguh luar biasa namun mas niam fotonya gak ada

6. Kalian akan selalu dalam jiwa

twitter via https://twitter.com

Dan terimakasih juga buat bapak-bapak dan Ibu-ibu yang telah menerima kami dengan tangan terbuka, mengajari kami tentang indah nya berbagi mengajari tentang kesederhanaan, mengajari kami tentang kerasnya hidup di tengah medan yang begitu tajam, mengajari kami bahwa hidup bukan hanya tentang harta namun jauh lebih membahagiakan bila kita bersama keluarga. Kalian semua akan selalu berada di hati kami , kalian semua akan menjadi saksi Keluarga Samudra kita

7. Desa Pulerejo, Bakung, Blitar, Desa kecil yang peuh dengan kenangan

twitter via https://twitter.com

Kini sudah waktunya kita berjuang untuk setiap mimpi yang pernah di rancang. Meski harus merasa sedih berpisah dengan Keluarga Samudra, namun aku akan tetap setia mengirim doa untuk berbagai usaha yang kau lakukan di sana. Aku tahu masing-masing dari kita kini sedang menata tangga, demi kesuksesan yang selama ini di damba. Tentu ada kerikil tajam yang bisa saja melukai kakimu, bisa juga ada badai menggelapi langkah perjuangan itu

Terima kasih telah memegang pundakku saat aku putus asa, terima kasih untuk telah merengkuh tanganku di saat aku hampir saja terjatuh. Sebanyak apapun keluarga barumu nanti, ingatlah bahwa aku adalah keluargamu. Kita adala Keluarga Samudra, berjanjilah padaku untuk tetap menjaga keluarga Samudra kita . keluarga adalah untuk menjadi tua bersama, bukan untuk menjadi sejarah bahwa kita pernah bersama. Terimakasih Keluarga Samudra silahkan lanjutkan perjuangan kalian kita akan segera bertemu di gerbang kesuksesan dan satu lagi yang terpenting, terimakasih untuk desa Kecil yang mengajariku sejuta inspirasi. Terimakasih desa yang telah memberiku segala pelajaran baru yang aku yakin tak akan pernah bisa ku daptkan di tempat lain, terimakasih Desa Pulerejo, desa ini akan menjadi sejarah baru Keluarga Samudra kita.

#ulfa #susilo #bila #vevi #nunuk #barok #abadi #simae #tutut #rina #zuh #nadzir #niam #ramdani #wahyu #uswatus #sahrul