Happy 5th Anniversary, Boo. Serbuah rasa terimakasih yang sangat ingin aku ucapkan setelah 5 tahun bersamamu, meski kita pun tak bisa saling mengucapkan hal ini. Kamu Lelaki yang Keterlaluan baik yang dikirimkan Tuhan padaku. Banyak kisah, tawa, pengalaman dan hal-hal tersulit yang kita lalui.

Serbuah rasa terimakasih yang sangat ingin aku ucapkan setelah 5 tahun bersamamu, meski kita pun tak bisa saling mengucapkan hal ini. Kamu Lelaki yang Keterlaluan baik yang dikirimkan Tuhan padaku. Banyak kisah, tawa, pengalaman dan hal-hal tersulit yang kita lalui.

1. Kamu yang berkata “IYA SAYANG” pada setiap pintaku.

"Sayang nanti kita makan disini ya?"

"Sayang nanti kita nonton ini ya?"

"Sayang gak papa kan kalo aku banyak mintanya?"

Masih bantak permintaanku ke kamu tapi kamu selalu menjawab dengan kata-kata yang sama "Iya Sayang". Dan tanpa sedikitpun aku berpikir kalau kamu punya keinginan lain ataupun hal lain yang kau rencanakan, karena saat itu kukira aku dan kamu punya hal-hal dan waktu yang sama-sama ingin kita habiskan bersama.

Aku berfikir kamu adalah laki-laki super yang selalu mengiyakan segala inginku. Dan kamu sejauh ini seperti itu, maafakan atas sejuta pintaku selama ini.

2. Kamu yang selalu menghindari perdebatan.

Advertisement

Menghidari perdebatan. via http://www.theshiznit.co.uk

Tak sesekali aku marah padamu ketika aku kecewa kepadamu, Menangis seperti ini hakku mengeluarkan rasa sebalku padamu hingga kamu meminta maaf padaku.

Karena pada dasarnya kamu tak suka aku marah, mendiamkan kamu, bahkam mungkin kamu tak suka melihatku menangis. Sehingga kamu berusaha tak menimbulkan perdebatan diantara kita, kamu memilih mengalah, terkadang diam hanya untuk meredam emosimu yang tak ingin kamu perlihatkan padaku.

Kamu mengiyakan pintaku karena kamu tak ingin ada perdebatan diantara kita, bukan karena sepenuhnya kamu ingin melakukan banyak hal denganku.

3. Kamu yang terpaksa menjanjikan banyak hal di masa mendatang.

Aku dengan segudang Impian, Imajinasi selalu bersemangat membicarakan masa depan kita, umur berapa kita menikah. Tujuan destinasi mana yang ingin aku kunjungi denganmu, banyak hal yang kuinginkan dengan memintamu untuk salah satunya berpartisipasi mewujudkan inginku.

“Aku habis nonton Cashing Liberty sayang, banyak tempat-tempat bagus yang ada di film itu, besok kita kesana ya?” lagi-lagi aku meminta , dan kamu menjawab dengan kata yang sama “Iya sayang”. “Janji ya sayang?”aku yang sealalu berusaha memastikan inginku akan terwujud.

Dan hatiku selalu tenang kita mendengar “Iya Janji”, dari mulutmu. Dan ternyata pada setiap janjimu ke aku itu adalah beban bagimu, kamu berfikir bagaimana ketika kamu tak menepatinya. Lalu sekarang aku sadar terlalu egois aku memnintamu membuat banyak janji padaku.

4. Kamu pertaruhkan banyak waktumu demi aku.

he_s_just_not_that_into_you14.jpg via http://www.aceshowbiz.com

Dulu ketika kita dapat habiskan banyak waktu bersama , sering aku ucapkan padamu Everyday is a holiday when I’m with you. Lalu ketika harus dipisahkan dengan jarak, kita tetap mengusahakan bertemu, aku selalu bersemangat melewati hari-hariku karena aku selalu bahagia di akhir minggu bersamamu.

Sampai pada akhirnya aku terlalu menyita banyak waktumu, sehingga waktu dengan ibumu, keluargamu, temanmu begitu terbatas, bahkan waktu untuk dirimu sendiri jarang kau dapatkan. Aku terlalu bahagia ketika bersamamu, menghabiskan waktu bersama sehigga ku jarang memikirkan hal-hal yang seharusnya kamu perhatikan selain aku.

5. Kamu yang belum bisa berkata Aku lelah pada hubungan ini .

Sekarang kamu banyak diam, dan dalam diammu banyak hal yang terfikirkan olehmu. Aku merasakan banyak rasa lelah yang kau rasakan pada hubungan ini, tapi kamu belum bisa mengatakan kalau kamu lelah terhadap hubungan ini, dan kamu terlalu lelah mengahadapiku.

Setidaknya jika kamu berkata kamu lelah padaku, akan kubiarkan kamu beristirahat sejenak dengan hubungan ini, atau akan aku relakan jika kamu ingin menyerah pada hubungan ini. Mungkin kamu tak bisa berkata seperti itu kepadaku karena kamu takut aku tersakiti, padahal didalam diammu aku sudah cukup tersakiti.

Kamu lelaki yang keterlaluan baik untukku, berbahagialah dengan jalan yang kamu inginkan, Habiskan waktu seperti apa yang kamu mau, lakukan yang ingin kamu lakukan, dan untukmu lelaki yang keterlaluan baik, kamu harus melewati harimu dengan keadaan terbaikmu.