Menjadi mahasiswa memang menyenangkan, tentu merupakan masa--masa pencarian jati diri yang belum terselesaikan. namun akan lain ceritnya jika menjadi mahasiswa sekaligus seorang karyawan di sebuah perusahaan, ataupun pegawai negri, swasta maupun pengusaha, terlebih lagi sudah menikah. Baik itu S1, S2 maupun tingkat selanjutnya.

Tentunya semua itu keadaan yang lebih berbeda, lengkap dan jauh lebih sibuk untuk waktu mengerjakan tugas, waktu disaat harus lembur, dan tentunya waktu untuk keluarga, baik itu untuk suami maupun anak. Namun, meski keadaan dan waktu yang cukup sibuk,pekerjaan, kuliah dan keluarga akan bisa dijalani dengan baik, jika kita membagi waktu untuk pekerjaan, kuliah dan keluarga, terlebih lagi jika yang menjalaninya adalah seorang perempuan, yang notabene di dalam keluarga adalah seorang ibu, yang memiliki peran penting, banyak yang harus diselesaikan.

Untuk dapat menjalaninya dengan baik, seorang perempuan yang bekerja, mahasiswi, seorang istri dan ibu, ada hal-hal yang perlu diperhatikan, agar semuanya berjalan dengan baik. Pekerjaan tidak terganggu, tugas kuliah dan masa kuliah tepat waktu dapat menyelesaikan kuliah, dan pastinya untuk keluarga bisa menjadi peran istri dan ibu yang baik tanpa harus meninggalkan kewajibannya.

1. Tak lupa akan tanggung jawab sebagai seorang istri dan ibu

pentingnya keluarga, tak lupa akan tanggung jawab via http://www.facebook.com

Menjadi seorang Istri, dan ibu adalah hal yang menyenangkan, terlebih lagi dapat membagi waktu untuk perempuan yang sudah menikah, bekerja dan kuliah lagi. memang keadaannya akan sangat berbeda dengan saat menjadi mahasiswi belum bekerja bahkan belum menikah. Kuliah itu memang penting, bekerja juga merupakan amanah yang diberikan kepada kita, namun keluarga dan tanggungjawab sebagai seorang istri dan ibu merupakan tanggungjawab yang tidak kalah pentingnya.

Untuk dapat menjalani semuanya dengan beriringan, tidak lah lupa akan tanggung jawab, misalnya, meski dimalam hari harus kuliah sepulang bekerja, tentunya suami harus makan malam, maka tanggung jawab sebagai istri tetap bisa menyajikan masakan untuk makan malam suami. Artinya, harus ada waktu untuk memasak, maka untuk dapat mensiasatinya, bangun lebih awal dengan melakukan aktifitas ibu rumah tangga, dari mulai masak, bersih-bersih rumah, harus memandikan dan memberi makan anak dan tentunya mempersiapkan keperluan suami. Begitu juga untuk keesokan harinya, walaupun lelah rasanya.

Dengan hal tersebut, maka tanggungjawab sebagai seorang istri, ibu tidak akan lepas begitu saja, tentunya semuanya berjalan dengan baik.

2. Tak ada salahnya memberitahu Atasan dan rekan Kerja

Advertisement

Job, Education via http://google.com

Saat sudah bekerja, tentu setiap orang mendambakan ingin mendapatkan pemasukan yang baik, tidak hanya itu saja, ilmu dan pengalaman didunia kerja itu juga hal yang penting, dengan kesibukan pekerjaan banyak waktu yang dibutuhkan, sehingga terkadang seorang karyawan harus lembur untuk menyelesaikan pekerjaannya. Kemudian, ditambahi dengan melanjutkan kuliah lagi, hal ini akan lebih mengurangi waktu untuk bersantai-santai walau hanya sekedar berjalan-jalan di mall. Tidak hanya itu saja, sepulang dari kerja juga harus melanjutkan perjalanan kekampus untuk jadwal kuliah yang sudah di buat disaat KRS. Pastinya, akan cukup melelahkan tubuh, bahkan kinerja otak, dari pagi hingga sore bekrja, dan selepas itu dimalam hari kuliah.

Jika lingkungan kerja tidak mengetahui kondisi tersebut, terlebih lagi atasan dan rekan kerja, tentu akan sedikit menyulitkan diri sendiri. Maka dari itu tidak ada salahnya untuk memberitahu keadaan anda, memberitahu atasan dan rekan kerja bahwa selain bekerja, anda juga seorang mahasiswi. Dengan begitu, ketika pekerjaan tidak terlalu banyak, waktu untuk pulang bisa lebih cepat. Tentunya saat jadwal kuliah bisa pulang tepat waktu, namun saat tidak ada jadwal kuliah, jika memang ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan, sebaiknya luangkan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan meski tanggungjawab dirumah dan tugas kuliah menunggu anda dirumah. hal tersebut, bukan bermaksud untuk pamer akan kondisi anda, namun untuk dapat sedikit mengerti keadaan anda ketika ditemukan dimana kondisinya anda harus menyelesaikan pekerjaan, namun jika waktu perjalanan dari kantor dan kekampus memungkinkan masih bisa menyelesaikan pekerjaan anda, tidak ada salahnya terlebih dahulu diselesaikan.

Selain itu, anda juga bisa saling tukar informasi, apalagi jika tempat kerja anda berhubungan erat dengan jurusan yang diambil. Tentu hal tersebut bisa membantu anda lebih mudah saat menyelesaikan tugas-tugas kuliah anda.

3. Luangkan waktu untuk tugas kuliah

Tugas Kuliah via http://google.com

Kuliah tidak terlepas dari tugas yang banyak, baik tugas yang dikerjakan dirumah, maupun tugas saat didalam kelas. Tugas yang diberikan dosen bukan merupakan beban jika mengerjakannya tidak mengulur-ngulur waktu. Maka dari itu, luangkan sedikit waktu untuk dapat mengerjakan tugas kuliah.

Tugas kuliah dapat dikerjakan, misal, saat dikantor tentunya ada waktu 30 – 60 menit waktu istrahat, setidkanya waktu 30 menit bisa mencicil tugas yang harus selesai. Paling tidak, dengan waktu 30 menit, membaca tugas, menganalisa tugas, dan memikirkan jawaban yang tepat untuk menyelesaikan tugas. Dengan waktu 30 – 60 menit tersebut, setidaknya waktu anda tidak sia-sia, dan lebih bermanfaat, daripada hanya bermedia sosial saja.

Selain itu, jika dapat meluangkan waktu saat hari minggu, selepas menyelesaikan tanggungjawab dirumah, tidak ada salahnya mengerjakan tugas bersama teman-teman anda, berdiskusi, tentunya dengan memanfaatkan waktu yang luang sebaik mungkin. Tidak hanya itu, saat pagi sebelum memulai aktifitas rumah tangga, dapat meluangkan waktu berkisar 1 jam untuk menyelesaikan tugas.

Tentunya, untuk dapat menyelesaikan tugas kuliah, harus dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, tidak membuang-buang waktu untuk hal yang tidak penting.

4. Pantang mundur, jangan banyak mengeluh

Mengeluh bukan lah solusi via http://google.com

Meski tidak mudah sebuah kondisi yang harus berjalan seiringan, bekerja, mengurus rumah tangga dan kuliah, namun semua itu harus dijalani, dilakukan dengan semangat tanpa mengeluh. Karena mengeluh hanya karena mengurangi kepercayaan diri anda untuk terus maju, mengeluh dapat membuat anda lupa bersyukur bahwa anda dapat pada kondisi seperti ini.

Mundur dari kondisi yang sudah dijalani dan diraih jauh-jauh sebelumnya, tidak akan menjadikan anda lebih sukses, malah akan membuat anda terperangkap pada perasaan menyesal di suatu hari nanti.

Jadi, Mundur dan mengeluh harus dihilangkan dari lubuk hati, jika dan fikiran anda. tanamkan di hati dan fikiran kalau dalam hidup harus terus maju, tidak mengeluh, selalu bersyukur dengan yang anda miliki, karena tidak semua orang diluar sana bisa mengalami yang saat ini anda alami, maka terus semangat pantang mundur dan mengeluh!

5. Semangat kuliah dan lulus

Graduation via http://google.com

Menjadi Mahasiswa dibarengi dengan bekerja memang membutuhkan semangat yang besar. Semangat menjalani kuliah dan tentunya bisa lulus tepat waktu. Tidak mudah memang, namun juga tidaklah terlalu sulit untuk dilakukan selama masih punya semangat, giat dan motivasi untuk sukses.

Mungkin saat menjalani kuliah dikelas, terasa lebih ringan dibandingkan saat detik-detik diujung waktu, atau sedang mengerjakan skripsi maupun tesis. Mengerjakan Skripsi atau tesis kerap sekali terjebak oleh waktu, terjebak oleh rasa semangat yang mulai kendor, alhasil tidak dapat menyelesaikan kuliah dengan tepat waktu. Pastinya, semua itu tidak lepas dari aura semangat yang didapat dilingkungan, misal motivasi untuk cepat lulus dari suami, orang tua, keluarga dan tentunya teman-teman dibangku kuliah. Setidaknya anda harus memiliki target, motivasi untuk semangat dan giat saat kuliah, dan menyelesaikan tugas akhir untuk lulus dari bangku kuliah.

Maka dari itu sangat dibutuhkan semangat untuk dapat menjalani hari-hari saat kuliah dan menyelesaikannya hingga hari memakai toga yang ditunggu-tunggu, graduation!