Masa di mana aku masih belum mengenal cinta. Masa di mana aku belum mengenal sayang dan masa di mana aku pun tak tahu apa yang sedang aku lakukan. Pertemuan itu, ketika aku pindah dari suatu kota ke kotamu untuk melanjutkan SMA. Aku tidak pernah melupakannya.

Saat di mana aku belum mengenal siapapun dan belum tahu apapun mengenai kotamu itu. Kamu adalah orang pertama yang aku kenal. Orang pertama yang memberitahuku bahwa kotamu adalah kota yang luas dan tidak kalah menarik dengan kota-kota besar lainnya. 

 

1. Pertemuan pertama

Kamu membawaku jalan-jalan

Kamu membawaku jalan-jalan via https://www.youtube.com

Aku datang dengan bundaku, adik ipar ibu yang aku panggil Bunda lebih tepatnya. Saat itu, hari pertama aku sampai di kotamu. Bunda mengajakku main ke rumahmu. "Aa, ajak main keponakan Bunda!" Bunda berkata dengan nada bercanda. Lalu kamu menjawab, "Iya, bunda! Oke!" Kamu menghampiriku dan mengulurkan tangan untuk berkenalan. Aku adalah gadis pemalu saat itu, dengan setengah ragu kujabat tanganmu pula. 

Kamu membawaku jalan-jalan. Kita bercanda bersama dan tertawa menceritakan sekeliling kotamu. Kamu bertanya tentang kotaku. Sungguh tak kusangka, aku dapat tertawa dan bercerita selepas ini bersamamu. 

2. Kita semakin dekat

Semoga Tuhan menyatukan dua insan yang berbeda menjadi kita. Amin.

Semoga Tuhan menyatukan dua insan yang berbeda menjadi kita. Amin. via http://punyasaya.co

"Hey, kamu lagi apa? Aku kangen!" adalah salah satu message yang kamu kirim ketika kita semakin dekat.

Semakin lama, kita semakin dekat hingga hati ini jatuh kepada hatimu. Aku mulai mengenal apa yang dinamakan rindu. Satu hari saja tak ada kabar darimu, aku tidak akan bisa diam. Kita lebih sering jalan berdua dan kamu mengunjungiku. Kadang aku yang mengunjungimu dengan bunda karena bunda dan orang tuamu adalah teman baik.

3. Aku dan kamu sibuk. Kita semakin jauh.

life is a highway?

life is a highway? via http://www.lindaedgecombe.com

Kurang dari sepuluh bulan, aku harus pindah dari kotamu dan kembali ke kotaku. Bunda dipindahtugaskan ke Bandung. Aku sibuk mempersiapkan dokumen kepindahanku dan mencari sekolah baru di kotaku. Kamu pun sibuk mempersiapkan diri untuk cita-citamu itu. Menjadi seorang Taruna pada atau lebih familiar aku sebut AKMIL.

Aku pindah dan kamu sibuk mengikuti tes. Namun kita masih tetap berkomunikasi. Tak terasa, aku lulus SMA dan melanjutkan kuliah. Kamu? Kamu berhasil lolos AKMIL dan sibuk dengan pendidikanmu itu. Sampai akhirnya, aku kembali ke kotamu dan yang kutemui hanya mama kamu. Dia mengatakan dengan antusias, kamu telah lolos AKMIL dan sedang menjalani pendidikan. 

Aku tak bisa apa-apa. Kita tak bisa lagi berkomunikasi karena peraturan yang begitu ketat. Hingga akhirnya, tak ada kabar dan tak ada sapa yang menghampiri kita.

4. Kamu yang entah di mana, AKU RINDU!

Aku rindu. Tujuh tahun kita tak bertemu dan tak bertegur sapa. Aku rindu. Aku sangat rindu denganmu. Harapan ini masih ada. Harapan di mana kamu akan menjadi ayah untuk anak-anakku kelak. Maafkan aku atas semua kesalahan yang telah aku lakukan kepadamu dulu. Aku memberimu gantungan kunci yang bertuliskan tanggal lahirku. Kamu memberikanku sebuah kaos kesayanganmu, yang selalu aku pakai untuk mengobati rasa rinduku.

Aku rindu!

5. Semoga Allah SWT mempertemukan kita dalam keadaan istiqomah.

Tulisan ini aku persembahkan untukmu. Kamu yang sampai saat ini tak pernah pergi dari hatiku.

Semoga Allah SWT mempertemukan kita dalam keadaan istiqomah.