Hatiku tak pernah bisa dibohongi. Sekali mencintai, igin rasanya bisa memiliki. Meski pun kadang terasa buta, tapi otak dan nuraniku masih berjalan mulus seperti biasanya. Benar, aku sangat mencintaimu. Tak ada sedetik pun aku tak mengingat wajahmu, ke mana saja aku pergi; beramai-ramai atau seorang diri. 

Kita pernah menjadi dekat setelah beberapa bulan sering menegur sapa. Melihat senyummu di depan kelas keika berjalan dengan semua teman, kadang membuatku serasa dimabuk kepayang. Kita jadi sedekat ini. Menghabiskan waktu bersama, hingga kutahu di mana rumahmu, siapa orang tuamu dan bagaimana kehidupanmu. Semua aku bisa terima. Masih sama ketika awal aku menaruh rasa.

1. Kamu mematahkan masa depan kita.

Why? Aku tak tahu mengapa kamu jadi begitu berbeda. via https://www.google.co.id

Tapi, tunggu sebentar. Ada sesuatu yang mengganjal. Hari demi hari terlewati begitu saja. Wangi parfummu kini berbeda dari biasanya. Ada aroma yang tidak asing. Astaga! Aku mencium bau rokok. Asal kamu tahu, hatiku patah seketika. Kekagumanku padamu menjadi runtuh tak beraturan. Kamu menghancurkan masa depan kita.

2. Kamu mungkin merasa gagah bisa menyemburkan asap hingga jutaan kepulan. Tapi, asal kamu tahu, Sayang, itu membuatmu semakin terlihat bodoh dan tolol.

Aku tahu, sejujurnya kamu hanya kebingungan saja via https://www.google.co.id

Aku marah dan bertanya padamu, bagaimana bisa kamu merokok di usia yang sangat belia, belum bekerja dan tak tahu apa gunanya. Kamu mungkin merasa gagah bisa menyemburkan asap hingga jutaan kepulan. Tapi, asal kamu tahu, Sayang, itu membuatmu semakin terlihat bodoh dan tolol. Mengukur kadar tampan dan gagah, bukan dari asap! Tapi bagaimana kamu berguna untuk orang-orang di sekitarmu, bukan malah membunuh mereka sejengkal demi sejengkal.

3. Kamu menjadi dirimu yang berbeda. Aku semakin tak mengenalmu semenjak hari itu.

Advertisement

Selamat tinggal.. via https://www.google.co.id

Apa lagi, kini kau semakin menggila, merokok di mana saja. Tak tahu tempat dan kondisi saat itu. Kamu menjadi dirimu yang berbeda. Aku semakin tak mengenalmu semenjak hari itu. Aku mundur selangkah, menatap punggungmu dari jauh. Aku tak betah bila bersanding dengan perokok, karena aku masih harus hidup lebih lama, untuk membahagiakan orang-orang yang kusayang.

4. Ribuan racun bersarang di puntung kecil yang kau banggakan. Aku sedih melihatmu semakin kacau tak karuan.

Dan segala urusan tak bisa diselesaikan dengan puntung kecil yang menyedihkan via https://www.google.co.id

Kamu boleh marah bila aku meninggalkanmu karena kamu merokok. Kamu boleh bilang aku egois dan hanya berpikir untuk diriku saja. Tapi, dengan hati yang sungguh menyimpan suka, aku melakukan ini karena aku mencintaimu. Aku tak mau bulan depan stasiun TV menyiarkan kematianmu karena asap yang menggerogoti umurmu. Ribuan racun bersarang di puntung kecil yang kau banggakan. Aku sedih melihatmu semakin kacau tak karuan.

5. Menyelesaikan masalah, gundah atau kegalauan, bukan begini caranya. Taruh rokokmu, mari kita berbincang berdua saja.

Ceritakan padaku, apa masalahmu? via https://www.google.co.id

Menyelesaikan masalah, gundah atau kegalauan, bukan begini caranya. Taruh rokokmu, mari kita berbincang berdua saja. Ceritakan padaku. Ceritakan pada orang-orang yang kamu percaya bisa menjaga rahasia. Aku menyayangimu seperti sedia kala, sesungguhnya. Tapi, bila asap yang kamu percaya bisa menyelesaikannya, aku memilih mundur dan berhenti seketika.

6. Karena kecanduan rokok hanya akan membuatmu semakin bobrok

Karena rokok, hanya akan membuatmu hilang dari kebahagiaan yang sebelumnya aku dambakan. via https://www.google.co.id

Maafkan sikapku yang terlalu menyayangimu. Aku hanya ingin kamu berhenti merokok, karena kecanduan rokok hanya akan membuatmu semakin bobrok.