Berpetualang di alam bebas memang mengasyikan. Namun siapa sangka apabila kamu harus menjadi survivor di alam. Siapkah kamu mengatasinya? Seberapa bijaksananya kamu untuk memilih satu diantara semua kemungkinan pilihan yang ada untuk keselamatan beberapa hari kedepan. Sudah siap kehilangan nyawa teman kamu bahkan nyawa kamu sendiri taruhannya?

Berpetualang di alam bebas ternyata memang mudah kita bayangkan, tapi tidak kalau kita praktikkan secara langsung. Tidak ada yang bisa menebak bahkan "melawan" alam. Kita hanya bisa mempersiapkan diri dengan baik dan maksimal untuk "menikmati" situasi alam yang hadir ketika kita bergiat di alam bebas. Ancaman mati selalu ada, terlebih apabila kita ceroboh mempersiapkan perencanaan perjalanan, fisik, perbekalan, bahkan mental kita.

Oke, kita anggap kamu telah mempersiapkan perjalanan dengan cara menganalisis 5 W + 1 H secara mantap, stamina kamu sudah oke karena setiap 3 kali dalam seminggu kamu rutin jogging, kamu sudah mempersiapkan perbekalan yang sesuai dengan menu-menu makanan di setiap harinya, mental kamu dan tim sudah oke. Tapi kini kamu dihadapkan dengan situasi di luar sekenario pada hari-hari terakhir kamu akan pulang. Kamu berpisah dari tim dan terpaksa menjadi survivor (seseorang yang harus bertahan hidup) di alam bebas. Sudah menjelang hari ke-3 dan perbekalan cadangan ekstra-pun sudah habis, kamu lapar dan sangat haus. Sedangkan sejauh ini kamu semakin tersesat dan kehilangan arah(disorientasi medan). Kini kamu dihadapkan beberapa pilihan peralatan yang mungkin akan menguntungkan maupun bisa jadi malah merugikan kamu selama bertahan hidup di alam bebas. Berikut peralatan yang kamu bawa:

1. Pemantik Api

Api sumber kehidupan via http://rungki.deviantart.com

Pemantik api dalam bentuk apapun selama masih berfungsi akan sangat menguntungkan kamu untuk membantu bertahan hidup. Dengan pemantik api kamu bisa membuat api karena api sangat penting dalam bertahan hidup di alam bebas. Mulai dari menghangatkan badan, memasak makanan, membuat air hangat, membuat tanda pertolongan, hingga mengusir hewan buas.

Namun terlalu bergantung dengan pemantik bisa berbahaya. Ketika semua pemantik api tersebut tidak berfungsi, kamu harus membuat api secara tradisional. Jika tidak bisa membuat api, resiko harapan hidup kamu bisa jadi tidak bertahan lama

2. Pisau Lipat

Pisau lipat multifungsi via http://www.PasarNet.com

Advertisement

Pisau lipat sangat praktis dalam penggunaannya dan terdapat multifungsi kegunaannya sehingga pisau lipat sangat bisa diandalkan untuk tugas-tugas yang membantu kamu bertahan hidup. Contohnya saja untuk memotong kayu, memotong hewan buruan, membuat jebakan hewan buruan, menjaga diri dari serangan hewan buas, bahkan bisa menjahit sepatu yang rusak.

Namun sangat disayangkan ketika kamu memiliki pisau lipat tidak mengerti bagaimana cara membuat bivak/shelter sementara untuk berlindung dari hujan, tidak bisa membuat jebakan hewan, apalagi bertarung dengan hewan buas. Situasi ini akan memperparah kondisi survival kamu.

3. Tali Kawat/Snare

Membuat Jebakan Hewan via http://www.fieldandstream.com

Tali kawat atau snare biasa dipakai untuk membuat jebakan atau jerat hewan. Bisa untuk memancing di perairan atau menjebak hewan di daratan. Selagi kamu memasang jebakan hewan yang kokoh dan tentunya berfungsi dengan baik, bisa sembari mengerjakan pekerjaan lain yang mendukung kamu dalam bertahan hidup seperti membuat bivak/shelter sementara, membuat api, hingga memperluas riset lingkungan di sekitar kamu.

Namun akan tidak bergunanya tali kawat/snare yang kamu bawa ternyata kamu sendiri tidak mengerti teknik simpul dasar (simpul kambing, fisherman, simpul mati, dll) dan juga membuat jebakan serta membaca jejak hewan. Jika tidak berhasil maka kamu akan terus dalam kondisi kelaparan.

4. Kompas

Bagaimana ya cara pakai kompas? via http://pad1.whstatic.com

Kompas navigasi sebagai penentu arah. Lebih lengkap lagi apabila kita membawa peta topografi yang lengkap dengan kontur-konturnya. Dengan mudah untuk menentukan azimuth dan back azimuth nya dalam menentukan posisi dimana kamu berada sekarang dan tahu harus kemana selanjutnya. Namun kalau hanya tersedia kompas navigasi saja kamu harus ingat saat pertama kali datang melalui arah mata angin mana, selatan, utara, timur atau barat. Dengan asumsi kecil ini saja paling tidak kamu tahu harus kearah mana melangkan, walaupun beda 1 derajat pun akan berbeda 1 kilometer persegi

Kalau kamu tidak bisa menggunakan kompas, pikirkan matang-matang untuk pergi ke alam bebas. Walaupun ada teman kamu yang paham mengenai daerah tersebut, namun jika teman kamu menghilang maka akan menyusahkan kamu sehingga riset destinasi terutama membaca peta yang akan kamu tuju sangat penting. Ketahui acuan-acuan yang bisa menyelamatkan kamu jika harus menjadi survivor seperti jalur darurat menuju rumah sakit atau perkampungan terdekat.

5. Ponco

Tidur nyenyak saat survival via http://www.itstactical.com

Ponco atau mantel anti air untuk pelindung hujan kini bisa jadi semakin banyak orang meninggalkannya. Pertama karena tidak praktis ketika memakainya yang kedua, ketika memakainya akan terlihat seperti Batman. Ketika kamu memiliki ini di saat mendapatkan situasi bertahan hidup, maka kamu sudah tertolong. Ponco sangat umum digunakan oleh militer sebagai tempat bivak/shelter sementara untuk kegunaan individual. Paling tidak kamu tidak harus membuat bivak/shelter alam dan bisa membuat pelindung dari hujan ketika diharuskan berjalan. Ponco juga bisa menjadi wadah penampung air untuk minum kamu loh. Karena air adalah hal yang paling penting dibandingkan makanan.

Namun akan sangat menyesalnya ketika tidak membawa ponco dalam keadaan bertahan hidup. Selain harus membuat bivak/shelter yang memakan waktu, kelayakannya juga belum bisa menjamin untuk tahan oleh terpaan air hujan. Jadi, membawa ponco adalah sangat membantu dalam keadaan seperti ini.

Setidaknya kamu masih bisa survive dengan sebagaian peralatan di atas. Yang paling penting adalah kamu harus tenang dalam berpikir merumuskan jalan keluar yang baik. Alhasil malahan kamu akan menikmati kondisi survival.