Waktu mengantarkan kita pada usia yang bukan lagi kanak-kanak, tidak lagi untuk bermain petak umpat, gobag sorog, atau saling jahil menyembunyikan tempat pensil hingga sepatu. Kita juga faham benar jika jalan hidup yang berbeda dari masing-masing kita tidak melulu mengharuskan kita bersama, dengan teman-teman dan sahabat yang pernah memperjuangkan nasibnya untuk bisa sama-sama lulus sekolah.

Waktu kuliah, pun ada yang memilih bekerja ataupun keduanya jelas melangkahkan kaki kita lebih panjang, jarak kian terlihat diantara kita. Ada yang masih tetap memilih dalam kesendiriannya pun ada yang memilih menyudahi masa lajangnya. Kita tak berhak meminta untuk selalu bersama-sama untuk selalu sama.

Masing-masing kita tersebar dipenjuru Indonesia, namun dalam keadaan yang mengharuskan kita tak saling bersua ada keyakinan bahwa rindu masih bernyawa dimasing-masing dada kita.

Sahabatku, ingatkah dulu ....

Hampir setiap hari kelas kita diprotes guru karena terlalu ribut, kegaduhan kita rupanya memekakan telinga warga sekolah, dan ingatkah dulu dalam kondisi dibenci pun kelas kita tetap berprestasi pada zamannya, aku rindu itu.

 

 

1. Terimakasih, Berkat Social Media Persahabatan Kita Masih Tetap Mesra

Sosial media menjadi jalan untuk saling menyapa

Sosial media menjadi jalan untuk saling menyapa via https://www.maxmanroe.com

Sosial media dengan kedua sisi positif dan negatifnya, terlepas dari itu kami berterimakasih atas keberadaannya sebab karena sosial media kita punya berbagai cara untuk menyapa.

2. Setelah Kangen, Maka Makan Bersama Adalah Agenda

Kangen Membuat Makanan Biasa Menjadi Begitu Lezat

Kangen Membuat Makanan Biasa Menjadi Begitu Lezat via http://doc.pribadi

Karena ada istilah " Makan gak makan yang penting ngumpul " dan pada akhirnya setelah ngumpul tetep makan juga...hehe

3. Tak Lupa Wefie, Untuk Ceriteraan Kepada Anak Cucu Kelak

sebagian dari memori

sebagian dari memori via http://doc.pribadi

Sudah menjadi rahasia umum bahwa memotret suatu kegiatan adalah menabung kenangan. maka perihal wefie bersama sahabat tak boleh ketinggalan.

4. Disadari Atak Tidak Disadari, Ada Sebagian Luka Galau Yang Luntur Tergantikan Bahakan

Tertawa melunturkan lara

Tertawa melunturkan lara via http://doc.pribadi

Kerap kali kita mendadak lupa akan masalah yang tengah kita hadapi, persahabatan dan kemesraan didalamnya mampu mengubah luka jadi tawa, bahkan gurauan semenyakitkan apapun kadang kala tak dirasa karena merasa sudah biasa. Pada akhirnya kita sampai lupa waktu ngobrol ngalor ngidul yang kadang gak mutu.

5. Kita Memang Tak Sama, dan Persahabatanlah Yang Membuat Segala Nampak Bermakna

berbeda-beda tapi tetap sahabat

berbeda-beda tapi tetap sahabat via http://doc.pribadi

Karena rindu akan terus membuncah sampai anak-anak kita lincah mengenali siapa teman ibu bapaknya dulu. 

Kepada kita yang telah jarang bertemu, bahkan sampai bertahun tak pernah membuka tabungan rindu semoga akan ada waktu untuk kita kembali merajut cerita, membingkai tawa bersama dengan segala kekocakan yang tidak pernah ditemukan dari selain kalian dan kita.

Kamu sangat berarti

Istimewa di hati

Selamanya rasa ini

Jika tua nanti

Kita t'lah hidup masing-masing

Ingatlah hari ini


Ketika kesepian menyerang diriku 

Gak enak badan resah tak menentu

Ku tahu satu cara sembuhkan diriku

Ingat teman-temanku .................... (Project Pop : Ingatlah Hari Ini )