Memulai tahun ajaran baru dengan status sebagai mahasiswa tentunya sangat mengasyikkan ya. Bertemu dengan teman baru, lingkungan yang baru, harapan yang baru, semangat di dalam diri pastinya sedang menggebu-gebu. Jika boleh sharing pengalaman saat masih duduk di bangku kuliah dulu saya mengalami kebimbangan mengenai saran yang saya terima dari senior di kampus dengan orang tua di rumah yang sudah memperjuangkan saya kuliah.

"Jangan belajar mulu, gaul sama anak-anak jurusan dan perbanyak organisasi, softskill itu lebih penting daripada hardskill!, " begitu kata Sang Senior di kampus yang sudah sukses mengarungi kerasnya kehidupan kampus. Sedangkan di sisi lainnya, orang tua juga punya harapan," Nak belajar yang rajin ya, jangan neko-neko!" Apa Anda punya pengalaman yang serupa?

Lalu bagaimana mengatasinya? Siapa yang sebenarnya harus diikuti nasihatnya? Anda mungkin sudah punya jawabannya masing-masing ya. Bagi saya, fokus Anda dapat membuat suatu perbedaan. Memiliki target yang jelas terhadap setiap aspek dalam kehidupan kampus membuat Anda dapat menyeimbangkan kedua hal ini. Mari ikuti langkah ini!

 

1. What is your target?

Pilih target Anda

Pilih target Anda via http://hd.wallpaperswide.com

Kita harus punya target untuk bisa berjalan dengan arah yang tepat kita harus punya fokus yang jelas. Apa sih target yang u pengen dari kehidupan kampus? Misalnya, target Anda adalah mendapat IPK yang bagus. Sekarang pertanyaannya, berapa sih IPK yang oke?

Diantara teman-teman disini, siapa yang punya target IPK 4? ada ga?, siapa yang mau IPK diatas 3.5? ada?, siapa yang mau IPK diatas 3? Ayo refleksikan target apa yang Anda inginkan?

Pilihan manapun yang Anda targetkan, pertanyaan saya selanjutnya, mengapa harus segitu? Misal saya tanya, mengapa IPK harus di atas 3.5? Apa Anda punya alasan di balik itu. Hal ini yang membawa kita ke poin yang kedua.

2. What is the meaning for you?

Setiap target Anda harus punya arti buat Anda. Anda harus punya alasan yang kuat kenapa memilih target itu. Misalnya, ketika saya memilih IPK saya harus di atas 3.5 karena saya mau kerja di perusahaan multinasional, karena dengan kerja di sana saya bisa mendapat penghasilan yang lumayan untuk membahagiakan orang tua saya. Ini hanya contoh, bisa banyak alasan yang Anda miliki, yang penting alasan itu murni dari dalam diri Anda.

Mengapa harus punya alasan? Ini yang membuat Anda dapat bertahan dari godaan orang lain.

Ngapain sih belajar rajin amat bro?

Jika Anda punya makna di target Anda, Anda bisa jawab gw udah punya janji dengan diri sendiri buat capai target ini bro. Teman Anda tentu saja akan terkejut dan jika dia adalah teman yang baik, dia akan mendukung dan membantu Anda mencapai target tersebut.

3. What must you do?

Dengan memiliki target yang jelas dan punya arti bagi diri Anda. Mudah untuk mengetahui action yang diperlukan untuk mencapai hal itu. Misal, jika ingin punya IPK yang tinggi Anda harus apa?

BELAJAR. Simple bukan.

Rancang sistem Anda untuk berfokus pada progress bukannya hasil. Hasil itu hanya efek samping. Belajar lah misalnya 1 jam per hari untuk mengulang mata kuliah Anda.

Yang berkecamuk biasanya di pikiran kita adalah apa benar belajar 1 jam per hari bisa dapat IPK yang diinginkan. Toh temen yang lain bisa dapat IPK bagus tanpa belajar. Otak kita selalu akan mengetes metode action yang sudah kita tetapkan. Disini lah kembali makna target ini untuk Anda penting.

Tidak akan ada metode yang tepat untuk mencapai sesuatu, jangan menunggu hal sampai pasti baru melakukannya!

Semua ini berbasis pada trial dan error. Yang berlaku buat saya akan berbeda untuk Anda. Oleh karena itu, coba dari sekarang dan lakukan evaluasi action yang sudah Anda lakukan.

4. Beri Reward setiap keberhasilan progress bukan hasil yang diperoleh

Berikan reward jika Anda mencapai progress yang diinginkan. Ingat yang paling penting adalah perjalanan bukan tempat yang dituju. Jika Anda memberi reward hanya jika Anda mendapat IPK lebih dari sesuatu maka Anda akan merasa target itu terlalu besar dan akan stop sebelum bertindak.

Berikan hadiah setiap Anda berani mencoba untuk melakukan action dalam mencapai target tersebut. Jaga momentum ketika Anda sudah mulai belajar. Ingat hukum inertia. Benda yang bergerak akan cenderung tetap bergerak. Sedangkan benda yang diam akan memiliki kecenderungan untuk tetap diam.

5. Please don't make any excuse

Saya terlalu sibuk untuk berorganisasi sehingga IPK saya turun.

Saya terlalu sibuk belajar sehingga saya tidak bisa berorganisasi

 

Kebanyakan excuses ini sering saya dengarkan. Supaya seimbang kedua hal ini harus Anda lakukan dengan sebaik-baiknya. Contoh di atas menggambarkan bagaimana Anda mentargetkan IPK Anda. Targetkan pula kehidupan organisasi Anda. Berapa banyak yang akan Anda ambil, Mengapa Anda mengambilnya? dan apa yang harus dilakukan. Dengan langkah kerja/ action yang jelas, pembagian waktu dapat dilakukan dengan baik.

Tidak seimbang di antara kedua hal ini dapat menyebabkan kehidupan Anda juga menjadi tidak lengkap.

 

Jadi buat teman-teman mahasiswa baru di luar sana. Selamat mencoba menyusun target Anda, apa makna nya buat Anda dan apa yang harus Anda lakukan!