Melepaskan kehidupan yang menyenangkan di daerah asal adalah keputusan yang mungkin tak bisa dicekal. Salah satu bagian terberat dalam hidup, ada dalam fase ini. Ketika kamu masih punya pilihan untuk melanjutkan studi di kota tempat keluargamu tinggal, kamu malah membulatkan tekad untuk pergi merantau ke daerah yang mungkin belum benar kamu kenal.

Kalian semua meyakini bahwa memilih pergi tak semata modal berani. Untaian janji-janji sungguh berasal dari hati bahwa kalian pergi bukan untuk kembali dengan hasil nihil.

 

1. Masih jago melawan sepi tanpa keluarga? Kalian hebat, nikmatilah. Semua akan baik-baik saja

tempat ternyaman di dunia

tempat ternyaman di dunia via http://frolickingfree.tumblr.com

Rindu rumah? Tak usah ditanya. Tiap hari rindu di hati bertambah tebal saja.
Namun seakan dikikis perlahan bersama setumpuk kertas tugas berantakan yang harus di kerjakan. Kalian selalu pandai mengelak dari rasa cinta yang tertahan untuk sejumput harapan kembali menikmati udara bersama mereka orang-orang tercinta : orang tua, saudara teman, bahkan pacar yang bermil-mil jauhnya. Senyum dulu teman seperjuangan. Selalu ada Tuhan. Percayalah jarak antara kalian dan orang-orang tercinta bisa didekatkan oleh doa.

Rumah adalah dimana hati kita berada. Jika kalian percaya bahwa bahagia dipersembahkan untuk orang-orang tercinta maka teruslah berusaha agar doa-doa mereka beiringan dengan usahamu melengkungkan senyum kebanggan di wajah mereka.

2. Hidup kalian seakan menuntut ratusan kali liburan

perlu suasana baru

perlu suasana baru via http://papasemar.com

Berbulan-bulan berjibaku dengan tugas menumpuk, mengikuti kuliah dengan terkantuk-kantuk, dan melewatkan kelas karena terjebak macet, atau bahkan karena nilai-nilai tes kalian pahit seperti kopi tubruk? Kalian jelas sering merindukan waktu-waktu yang panjang untuk liburan, sekedar melepas penat setelah hampir sebulan. Tapi apa daya, tugas sudah tidak mungkin lagi ditinggalkan. Lalu yang hanya bisa kalian lakukan hanya di kamar menyelesaikan tugas-tugas yang berhamburan berharap semester cepat berlalu dan penat itu harus dilepaskan.

Tetap tenang kawan, perjuangan kalian akan berbalas air mata bahagia. Bahkan hal-hal buruk yang terjadi pun punya rasa manis suatu saat nanti. Entah kapan, segalanya akan membuat kalian setuju kalau kuliah tak selalu seru tanpa sesuatu yang menjengkelkan dalam memori masa-masa ini.

3. Dengan hidup sendiri, kalian sadar: ada alasan di balik sikap Ibu yang hati-hati dalam memberi uang jajan

i love you mom

i love you mom via http://siopaulo22.tumblr.com

Jujur saja perkara mengatur keuangan bukan hal mudah. Dulu kalian sering mengeluh karena ibu tak pernah memberi lebih untuk jajan, beliau akan mengomel sampai marah-marah. Kalian akan berlari pada ayah dan pasang wajah memelas meminta uang jajan dilebihkan lalu dengan kegirangan berjalan ke sekolah. Namun setelah kuliah, kalian akan memaklumi sikap ibu kalian.

Melakukan penghematan ditiap kesempatan adalah kesadaran toh tak semua hal yang kalian inginkan adalah yang juga dibutuhkan. Sadar atau tidak uang kiriman yang pas-pasan secara langsung mengontrol kalian akan keinginan-keinganan yang mungkin muncul pas mau diajak teman jalan-jalan. Memang tak ada salahnya menghibur diri asal jangan kebablasan. Ingat, harga sepasang sepatu baru setara dengan uang makan 2 mingguan.

4. Merantau adalah cara terbaik untuk tetap bersyukur atas adanya mie instan segala rasa

no.. no.. i have no money

no.. no.. i have no money via http://www.nanakasha.com

Tidak semua hal berjalan mulus-mulus saja, kita tak akan pernah tau apa yang terjadi di ujung persimpangan sana. Tidak selalu dalam keadaan baik sah-sah saja rasanya. Kalian mungkin bisa mencegah kehabisan uang kiriman sebelum bulan berakhir, tapi saat sisa saldo di ATM tak sesuai eskpektasi apa yang bisa kalian pikir?

Di keadaan seperti inilah mengapa mie instan sangat membantu mengenyangkan perut sehingga mulut berhenti mengeluh. Meski melewati minggu mie instan period, kalian sadar bahwa lebih baik bersyukur karena masih tetap makan dari pada meringis kesakitan dalam keluh.

5. Tinggal di lingkungan baru, mau tak mau membentukmu jadi pribadi yang bisa beradaptasi. Segala hal harus diatasi sendiri. Ilmu ini mau dapat dimana lagi?

Memilih pergi jauh dari orang tua apalagi tinggal di tempat baru menjadikan mental kalian harus tetap ditempa. Dari segala segi kalian harus cukup kuat menangkis hal-hal yang bisa melencengkan semangat awal kuliah yang membara. Tidak ada proses yang mudah. Kalian pasti sering menemui banyak masalah mulai dari ibu kos tukang marah-marah, diceramahi dosen hingga takut nelan ludah, harapan dapat nilai A yang hampir punah, cara menjinakkan teman-teman kelompok yang diajak ketemuan saja susah, atau cara mengajak kencan si baju merah. Ha ha ha

Segala hal harus diatasi sendiri. Ilmu ini mau dapat dimana lagi? Terbiasa mengatasi semua hal sendiri menjadikanmu lebih bijaksana. Segala sesuatu pasti ada jalan keluarnya. Kalian tidak mudah menyerah saat masalah yang sulit terjadi, setidaknya Tuhan pernah menempamu dengan masalah-masalah kecil yang bisa membantumu mengatasi masalah yang lebih besar.

6. Kita akan menjadi orang-orang hebat. Semangat untuk perjuangannya, untuk yang baru, sedang, dan hampir mengakhiri perantauan ini!

graduation day

graduation day via http://www.uksw.edu

Keluar dari zona nyaman memberikan kalian ruang untuk berpikir terbuka. Hal-hal yang belum pernah kamu dapatkan mengimbangimu dengan hal-hal yang harus kamu korbankan.

Kalian tidak salah ditempatkan Tuhan jauh dari segala kenyaman. Memilih untuk menghadapi setiap keadaan di luar kungkungan menjadikan kalian mengerti apa itu kebebasan. Menikmati banyak hal baru sendirian membuat kalian mengerti apa itu tanggung jawab. Keadaan sulit yang membuatmu sering berpikir untuk pulang membuatmu mengecap sekeren apa yang mereka sebut bertualang.

Banyak pengalaman akan hinggap di ingatan, membekas dan menorehkan nilai-nilai yang akan kalian bawa hingga mati. Sering-seringlah bersyukur, kurangi jumlah keluhan-keluhan pilu. Banyaklah berdoa, Tuhan akan melindungi dari terjal tebing yang menyempitkan langkahmu.

Berkabarlah lebih sering pada ayah-ibumu, kau akan merindukan saat ini, nanti.
untuk penyesalan setelah ini yakinilah akan semakin berkurang bersama cinta, cita, dan usaha.

Tuhan beserta kalian kawan-kawan!