Selayaknya kisah cinta yang lain, kisah ini pun minoritas didominasi kisah berkerikil, aku dan dia dua orang yang berbeda, namun kita disatukan dalam frame yang sama. Meskipun dari karakter, latar belakang dan dua kehidupan berbeda, nyatanya semakin lama dan ditempa masalah makin erat rasa diantara kita. Aku bukan orang yang sempurna, dia menerimaku tanpa meminta.

Hingga kenyataan yang sesungguhnya tiba, saat dimata mama dia begitu jauh dari kriteria haruskah aku berbuat seolah tak punya kisah kita. Saat prinsip aku dan dia diadu , bagiku itu tanda kita harus saling memberi  waktu, tapi ketika marga menjadi hal yang ikut menghakimi kisah kami, apa itu artinya kami harus berhenti.

 

“Nyatanya, dia yang membuatku bahagia, tak bisakah mama tanpa berseteru memberi kata –Iya- padanya”

 

1. *Kami sudah berusaha melakukan apa yang membuatmu mengatakan -iya-, realitas membuat ini semua jadi percuma

realitas membuat ini semua jadi percuma

realitas membuat ini semua jadi percuma via http://wahyupuji.wodpress.com

Aku mengajarkannya cara mencuri hatimu, kupaksakan dia sejenak menahan egonya untuk menunjukan jati diri yang belum cocok disudut pandangmu. Ma, kami berdua belajar tentang apa yang menjadi kesukaanmu dan diapun berusaha mengimbanginya, hingga kadang kamipun tertawa menyadari semua, konyol sekali rasanya kalau dia ingin menjadi suamiku kenapa dia malah sibuk mengimbangi sudut pandang dirimu.

Dia melakukan hal yang kadang tak sesuai jati dirinya, dan itu membuatku terkesima, tapi nyatanya dimatamu semua ini bukan apa-apa.  Kenyataanya, bukan semata soal sudut pandang yang perlu kami selaraskan, tapi ada prnsip yang kau pertahankan yang tak dapat kami tata ulang susunannya. Ada dasar dari latar belakang yang tak bisa  dpertimbangkan olehmu.

“Kisah ini, terbentur realitas sayang, jika nyatanya pribadimu istimewa, latar belakangkmu hanya akan jadi lampiran belaka.”

2. *Memang sulit mengikhlaskan rasa yang telah tumbuh meliar bak alang-alang di lahan tak bertuan, tapi ini tanda baktiku padamu yang menjadi wakil tuhan.

rasa yang telah tumbuh meliar bak alang-alang

rasa yang telah tumbuh meliar bak alang-alang via http://kaandyytaa.blogspot.com

Dia yang sedang berusaha meraih hatimu tetap saja bersikeras untuk menjadi calon menantu, meski setelah perlahan aku memahami kondisimu aku mulai menahannya untuk memenuhi kriteria supermu.

Ma, Seringkali kini aku melihatmu, terbalik memakai baju, atau mencari kacamata kemana-mana padahal kacamatamu bertengger dikepalamu, dan lebih parahnya seringkali kau menanyakan kemana uangmu padahal baru saja kau belanjakan di warung dekat rumah. Seringnya kau melakukan alpa, itu artinya semakin mama menua harus membuatku makin dewasa pula.

 

“Mengalah darimu bukan kekalahan buatku, tapi tanda bahwa aku sangat mencintai siapa yang Tuhan kirimkan untuk menjagaku selama ini.”

3. *Kuletakan kisahku sementara, dan berharap ini bisa membuatmu lega. Untukmu, kurelakan dia menjaga dirinya sendirian disana, dan kami belajar menjadi pantas meski tak bersama

Kuletakan kisahku sementara

Kuletakan kisahku sementara via http://softskill16.blogspot.com

Perpisahan ini, bukan berarti akan menjadi hal yang sia-sia, kami berjanji slaing menjaga rasa.

Kami tetap berlari, walau tak saling berdampingan, Selayaknya maraton, tetap ada hal yang harus kami bawa hingga akhir pertarungan dan kebahagianmulah yang kami upayakan.

4. *Sesak rasanya tak lagi bersamanya demi dirimu, karena nyatanya dia juga sama menyayangiku

Sesak rasanya tak lagi bersamanya

Sesak rasanya tak lagi bersamanya via http://nibroza.blogspot.com

Lomba lari ini melelahkan, karena aku tak melihatnya disampingku, terengah-engah tanpa penyemangat. Dia mungkin belum menjadi spesial bagimu, tapi dia seperti dophamin buatku., entah apa yang membuatnya begitu.

“ mungkin karena dia melakukan apa saja untuk kebahagiaanku dan kebahagiaan orang-orang yang selama ini menjadi prioritasku.”

5. *Semoga kau tak marah, karena aku masih merapal dalam doaku, dia jugalah yang nanti datang untuk membujukmu melepas restu.

doa kami, untuk restumu

doa kami, untuk restumu via http://drjuanda.blogspot.com

Dalam akhir ibadahku, kerap kali aku berbisik lirih pada Tuhan untuk menjaganya dan memantaskan kami bersanding bersama. Ma, kita memohon hal yang sama bukan? Yaitu kebahagianku, yang membedakannya adalah aku mendoakan dia mendekat padaku dan doamu untuk menjauhkan dia dari hari-hariku.  Aku yakin dalam doanya, dia juga memohon untuk Tuhan meluluhkan hatimu dan semoga Tuhan mendengar doa orang yang baik sepertinya.

6. *Kini, biar waktu yang menjawab, semoga restumu tak sekedar menjadi harap.

 semoga restumu tak sekedar menjadi harap.

semoga restumu tak sekedar menjadi harap. via http://tabloidnova.blogspot.com

Kami sudah berpisah, keinginanmu sudah aku laksanakan.  Kadang rasa tak terima ini sering menyeruak, aku ingin tetap bersamanya. Tapi restumu tetap diatas segalanya. Biar waktu yang meluluhkan hatimu. Memantaskan jiwanya dan jiwaku untuk saling beradu.

Akan kunikmati prosesnya, karena hal sesakit inipun belum bisa menebus segala pengorbanan beratmu.

Aku percaya, Tuhan tau penyelesaiannya pada waktu terbaik menurut-NYA.

 

                                               Sayang, inilah alasanku untuk jeda dari kisah kita,

                                                     usaha kita akan memperjodohkan kita