Papa, ini aku si gadis kecilmu. Kini aku sudah beranjak dewasa, meski tetap kau pandang sebagai gadis kecilmu yang paling tersayang. Tak terasa usiamu mulai meremang pa.. Ingin rasanya aku membalas kebaikanmu lewat banyak hal yang bisa kubuat.

Pa, jangan anggap aku berlebihan. Apa yang kulakukan saat ini, tidak akan pernah sebanding dengan apa yang sudah papa beri selama ini.

 

1. Papa, si superhero-ku, si teman bermain, si cinta pertama.

papa, laki-laki pertama yang membuat aku jatuh cinta

papa, laki-laki pertama yang membuat aku jatuh cinta via http://google.com

Masih kuingat bagaimana dulu papa berusaha membuatku tersenyum. Papa, sosok yang mampu mengimbangi emosi dan nakalnya anak seusiaku. Dengan semua yang papa lakukan, aku merasa masa kecilku terlewati dengan bahagia.

Pa, masih ingatkah kamu saat membawaku naik kereta api melewati persawahan? Gurat senyum selalu kulempar saat memandang keluar dari jendela kereta. Seperti surga rasanya, papa. Begitu bisikku dalam hati.

Belum lagi saat malam hari. Masih ingatkah kamu, papa? Kamu selalu bernyanyi supaya aku tertidur. Entah lagu apa itu. Yang ku tahu, kamu langsung bersenandung indah, kadang diiringi petik gitar kecilmu yang tak berhenti sebelum mataku terpejam.

2. Papa, si body guard yang paling tidak mau kalah.

aku ingat bagaimana papa menjagaku

aku ingat bagaimana papa menjagaku via http://google.com

Aku ingat dulu bagaimana saat ada pria yang berusaha mendekatiku. Papa tak berhenti bertanya, mengamati, dan terkadang mulai memberi wejangan serta larangan. Papa yang rajin memanjakanku justru berubah menjadi sangat posesif.

Aku mengerti apa yang papa khawatirkan. Ia tak ingin gadis kecilnya disakiti oleh lelaki di luar sana. Tak jarang kami berdebat karena masalah ini. Dan saat aku sudah dewasa seperti saat ini, aku menyadari bahwa ini papa lakukan demi kebaikanku.

3. Kini, aku berusaha membuatmu tersenyum juga. Semampu yang kubisa.

aku hanya ingin membuatmu bangga papa

aku hanya ingin membuatmu bangga papa via http://google.com

Tidak berlebihan jika di usiaku yang sudah sedewasa ini, aku ingin membalas semua kasihmu. Aku pun mulai berupaya untuk bisa berkarya, mulai dari studiku, karir, kehidupan sosial, dan masih banyak lagi. Semua itu kulakukan semata-mata untuk membuatmu bangga. Ya, bangga melihat gadis kecilmu kini bisa berkarya.

Aku juga ingin menciptakan gurat senyum di wajah papa berkali-kali. Sama seperti yang papa dulu lakukan untukku.

Sabar ya papa, masih akan ada banyak lagi prestasi yang akan kuukir untukmu...

4. Jangan takut papa, dia yang bersanding denganku takkan merebut posisi pertama yang kau tempati dalam hatiku.

dia akan melindungiku juga sama seperti yang papa lakukan

dia akan melindungiku juga sama seperti yang papa lakukan via http://google.com

Papa, dengan adanya dia yang bersanding denganku, jangan takut posisimu akan terganti. Kamu tetap papaku, lelaki pertamaku. Lelaki pertama tempat aku jatuh cinta. Pahlawan dan pelindung pertama. Tempat curahan hati pertama.

Sementara dia, adalah perpanjangan kasihmu. Dia juga akan menyayangi dan melindungiku. Jangan ragukan dia papa. Dia hanya perpanjangan kasihmu padaku.

5. Akan ada tambahan malaikat-malaikat kecil yang akan menambah kebahagiaanmu papa.

kembalilah memanjakan malaikat kecil, seperti kamu memanjakanku dulu

kembalilah memanjakan malaikat kecil, seperti kamu memanjakanku dulu via http://google.com

Ah ya, akan ada tambahan malaikat-malaikat kecil untuk melengkapi kebahagiaanmu papa. Ya, mereka adalah cucu-cucumu. Bermainlah bersama mereka.

Sudah bukan usiamu lagi untuk terus bekerja. Itu sudah menjadi bagianku sekarang. Nikmati masa tuamu pa..

Kuharap ini semua bisa membuatmu bahagia, sama seperti kamu membahagiakanku saat masih kecil. Pa, tak ada hal lain yang ingin kucapai selain melihat senyummu.

Pa, biarkan aku membahagiakanmu ya...semampu yang aku bisa :)