Hai Sobat Hipwee! Ada yang tidak kenal istilah Pramuka? Bisa dikatakan hampir semua sobat Hipwee pasti pernah menyibukkan dirinya di dunia kepramukaan. Yups! Pramuka telah menjadi ekstrakurikuler wajib di setiap sekolah dasar, bahkan SMP, juga SMA. Tak hanya itu, di jenjang pendidikan paling tinggi seperti perguruan tinggi pun masih banyak yang menyediakan wadah kepramukaan untuk para mahasiswanya.

Nah ini nih, kok selo banget ya para mahasiswa masih saja menyibukkan dirinya di Pramuka? Bukankah masih banyak organisasi lain yang jelas lebih mentereng namanya? Hmm.. Mungkin karena beberapa poin di bawah ini hanya merekalah yang mengerti dan memahami.

 

 

1. Banyak Kawan dengan Berbagai Ragam Polah dan Kebiasaan.

Berbagai budaya 'memaksa' mereka menjadi dewasa

Berbagai budaya 'memaksa' mereka menjadi dewasa via https://www.facebook.com

Sebuah hidup adalah rangkaian perjalanan menuju masa keabadian. Tentunya, permasalahan sehari-hari akan lebih mudah dijalani dengan adanya kawan di kanan kiri yang tak lelah menguatkan diri. Bagi mereka yang belum pernah terlalu jauh bergulat dengan Pramuka, pasti tak akan bisa sepenuhnya memahami bagaimana mereka berkawan dan menjalin tali silaturahmi.

Lewat kegiatan yang banyak membutuhkan kekuatan fisik, mental, dan rohani, mereka mempunyai keahlian tersendiri mengatasi kawan dengan berbagai latar dan watak-watak pribadi.

Itulah mengapa seorang Pramuka dituntut untuk selalu bisa memposisikan diri. Sering terbiasa menanggapi kawan dengan berbagai kebiasaan telah melatih mereka untuk selalu lihai dalam mencapai tujuan. Dengan semakin banyaknya tangan yang selalu bisa digenggam, maka permasalahan hidup bagian mana yang tak bisa diselesaikan?

2. Susah Seneng yang Penting Bareng.

'Bahagiaku, Jika Ada Kamu'

'Bahagiaku, Jika Ada Kamu' via https://dkcgowa.files.wordpress.com

Tak bisa dihindari, suka duka pasti akan selalu rajin mengikuti. Bermodal cinta kasih yang mumpuni, mereka tak akan gampang menyerah meladeni sebuah kegiatan yang amat sulit dilakoni. Pramuka selalu identik dengan agenda-agenda yang selalu memusingkan kepala, tapi melalui itulah makin terlihat saja kerekatan persahabatan mereka.

Seperti yang telah diketahui bersama, sebuah agenda tak akan selalu berjalan dengan mudahnya. Ada kalanya cekcok dan adu mulut serta ribut juga bisa jadi menjadi bagian keahlian mereka. Tak bisa dipungkiri, karena dengan seperti itulah mereka saling memahami dan merekatkan diri. Dalam suka dan duka mereka berbaur menjadi sebuah keluarga.

3. Karakteristik Kepemimpinannya Mari Kita Acungi Jempol Dua.

Ini salah satu 'keahlian' mereka

Ini salah satu 'keahlian' mereka via https://www.facebook.com

Di dunia kepramukaan, keterampilan dalam bidang kepemimpinan harus bisa menjadi salah satu keahlian. Mulai dari belajar menjadi pemimpin upacara, hingga menjadi seorang ketua racana atau dewan kerja. Tapi terlepas dari itu, mereka selalu disiapkan untuk sanggup memimpin diri sendiri terlebih dahulu sebelum memimpin orang kedua, ketiga, dan seterusnya.

Kewajiban menyelesaikan tugas ini itu bukan perkara yang bisa digampangkan begitu saja. Tugas akademik yang telah menunggu tanggal mainnya, harus bisa mereka seimbangkan dengan kewajibannya menjadi seorang Praja Muda Karana. Dengan ketelatenan mereka mengatur waktu dan dengan sigap dapat menyelesaikan itu semua, maka tak akan rugi jika kita sejenak mengacungi mereka jempol dua.

4. Berbagi dan Saling Mengasihi Sudah Menjadi Kebiasaan Diri

Bahagia mereka tak akan terasa lengkap jika ada salah satu yang tersingkap

Bahagia mereka tak akan terasa lengkap jika ada salah satu yang tersingkap via http://sp.beritasatu.com

Bagi mereka, aktivitas berkemah adalah salah satu kegiatan yang menyenangkan. Berdesak-desakkan di dalam tenda menghabiskan malam dalam tidur yang (meski sesak) nyaman. Melingkari unggun api dengan tangan kawan dalam genggaman. Menikmati makan malam yang terasa begitu nikmat meski penuh kesederhanaan.

Tapi bagi mereka, tak ada yang sanggup membayar untuk menggantikan kebahagiaan bagaimana rasanya bersatu membaur dengan alam ditemani kerlip bintang malam yang bertaburan.

Maka disanalah, mereka selalu belajar mengasihi dalam proses yang sesungguh-sungguhnya. Berbagi hangat melalui susu panas yang dibagi berlima. Berbagi baju kering untuk kawan yang telah basah semua bajunya. Berbagi sarung yang akan dimasuki kaki sebanyak-banyaknya. Juga makan sepiring berdua, bertiga, atau bahkan bersama-sama.

Mungkin mereka bisa untuk memilih nyaman berleha-leha dirumah dengan berbagai fasilitas dari orang tua. Tapi bagi mereka, kebahagian seperti itulah yang akan selamanya abadi terkenang dalam hati meski usia telah senja dan menua.

5. Duh Cakepnya kalau Sudah Pakai Seragam Pramuka.

Jalan melenggang penuh jumawa dan sederhana

Jalan melenggang penuh jumawa dan sederhana via https://nasionalisrakyatmerdeka.files.wordpress.com

Tanyakan saja pada mereka, baju apa yang paling di suka? Tentulah favorit mereka adalah seragam pramuka. Bermodal sepatu hitam, kaus kaki hitam, bawahan coklat tua, atasan coklat muda, setangan leher, dan topi, maka akan berlengganglah mereka dengan bangganya. Tentu saja, sang Praja Muda Karana putri akan berlama-lama mematut dirinya di depan kaca membenahi topi boninya yang dirasa kurang pas letaknya.

Atau, sang Praja Muda Karana putra yang dengan gagahnya mencoba membenahi topi baretnya yang tingkat kemiringannya belum sesuai selera.

Atau, bisa jadi ketukan sepatu mereka yang membentur lantai serasa terdengar seperti orkestra dunia. Setangan leher yang akan dikibaskan dengan hati-hati dan bijaksana. Itu semua bukan seberapa menawannya mereka mengenakan seragam kebanggaan, tapi karena begitu pandainya mereka mensyukuri berbagai nikmat yang selalu datang melengkapi diri.

6. Jangan Kira Mereka Cuma Bertepuk-Tepuk Ria, Cobalah Lihat Lebih Detail dan Saksama.

Satya dan Dharma telah menjadi modal yang utama

Satya dan Dharma telah menjadi modal yang utama via https://www.facebook.com

Banyak yang mengira bahwa kegiatan Pramuka hanya sebatas bertepuk-tepuk ria melupakan segala duka. Menyanyikan lagu ini itu yang tak jelas nada dan iramanya. Berbaris terlalu rapi menyerupai polisi atau tentara. Atau, bermain-main tanpa tujuan yang hanya akan membuat badan kelelahan. Itu semua bagi sebagian dari kita mungkin hanya merupakan kegiatan yang tiada guna dan tanpa hasil akhir yang membanggakan.

Tidak. Yang mereka lakukan selalu lebih dari itu. Bersikap tanggap dalam keadaan darurat. Ikut andil dalam permasalahan-permasalahan sosial yang sedang mencuat. Menerjunkan diri dan mengeksplor keahliannya dalam kegiatan yang telah berlingkup masyarakat. Itu semua karena mereka selalu mempunyai pegangan diri, satya juga dharma yang akan selalu terabadikan dalam hayat.

Maka, sebelum kita mengira bahwa mereka hanya bertepuk-tepuk ria tiada guna, tak ada salahnya jika kita sedikit lebih jauh mengamati mereka lebih seksama.

Senantiasa teruskan perjuangan kalian hai teman-teman kami Praja Muda Karana. Sejatinya kita adalah satu, pemuda dan pemudi Indonesia!