Jika ada penghargaan yang harus kau dapat, mungkin bersandiwara adalah kata yang tepat untuk kepiawaianmu dalam mengkacaubalaukan hatiku kemarin. Setelah dengan rapi kau buat sebuah drama yang menyakitkan, lalu kau pergi tanpa penjelasan dan meninggalkan semua cerita yang pernah kita ukir. Meninggalkan semua mimpi yang pernah kita buat dan lebih menyakitkan lagi bagiku, ternyata kau pergi dengan dia wanita yang sekarang kau puja-puja.

Wanita yang kini, mungkin menurutmu jauh lebih baik dibanding aku, jauh lebih cantik, atau bahkan jauh lebih menjanjikan masa depan yang baik bagimu. Ah, entahlah! Aku tak akan membahasnya di sini. Biar semua orang berkata jika dia yang jadi wanitamu kini, juga adalah pihak yang harus aku benci karena telah menggantikan posisiku di hatimu. Tapi kurasa, aku tak se-childish itu.

 

1. Kau hebat berhasil mengkacaubalaukan hatiku.

Jika mungkin kau rasa sekarang, kau tinggal merintis semuanya bersama dia yang baru, yang akan jauh lebih baik dibanding tetap bersamaku yang telah menemanimu hingga kau seperti ini, ini sungguh menyakitkan. Aku yang dengan setia menemanimu, bisa seterlupakan itu? Aku yang pernah menemanimu berjalan kaki menapaki jalanan dan lorong untuk keperluanmu bisa hilang dari benakmu? 

Aku yang pernah dengan setia menunggu hujan reda bersamamu, saat kau akan melakukan beberapa tahap untuk proses profesi yang kau geluti sekarang, bisa tak ada lagi di pikiranmu tiap malam tidurmu?

2. Sakit hati itu masih jelas berasa.

sakit hati

sakit hati via http://mawlati.com

Mungkin hantaman batu keras yang kurasa kemarin, di mana engkau dengan terang dan jelas memaparkan hubungan barumu dengan dia yang kini jadi wanitamu. Kau yang dulu tidak suka untuk memperlihatkan semua yang kau punya, mendadak berubah jadi lelaki yang lebih terbuka? Hah? Aku sempat tak percaya dan bahkan berpikir itu bukan kau. Itu bukan dirimu yang kukenal dulu, yang selalu tampil misterius di hadapanku.

Berbalik, aku menatap ke belakang kepada semua perubahan yang kau tunjukkan kepadaku. Berbalik, aku melihat semua sikap dingin yang kau perlahan kubenci darimu. Itu semua membuatku membuka mata lebar-lebar dan mulai mengamati semua bukti dan tanda-tanda bahwa benar dirimu telah melakoni peran jahat di hubungan kita.

3. Dia yang jahat atau kau yang dengan tega menyakiti?

sakit hati

sakit hati via http://i0.wp.com

Ketika dengan tersendu, aku bertanya perihal dia siapa, perihal update status yang kau posting di salah satu  akun sosial milikmu. Memang kau diam, tak menjawab. Kau diam dan membiarkanku bertanya dengan tersendu. Membiarkanku berbicara sendiri. Kau sungguh seorang pecundang detik itu. Kau bukan prajurit yang sejati karena kau tak mampu berterus terang untuk semuanya.

Detik itu, detik di mana aku ingin sekali melompat jauh ke bawah yang akan mungkin mampu membuatku tak merasakan apa-apa lagi. Kepalaku seakan terhantam benda besar yang membuatku tak bisa bangkit. Dunia yang kemarin indah kutatap, seakan berubah bak neraka gelap hitam yang membuatku tak betah tinggal di sini lagi.

Sempat aku berdoa agar aku dihilangkan dari ini, berharap Tuhan mengirimku ke Neptunus dan mendiami planet itu sendiri tanpamu lagi.

4. Jika kau pikir duniaku akan berhenti, kau salah!

Hidupku berjalan seperti biasa setelah itu semua. Aku tetap bisa berdiri walau sesekali masih menatap ke belakang. Semua hal yang bisa mengingatkanku kepadamu sebisa mungkin aku hindari. Di tengah-tengah perjalananku itu, kau kembali datang seakan menawarkan hatimu lagi untukku. Kumohon, jangan lakukan itu lagi! Aku sudah terbiasa tanpamu. Aku sudah bisa tertawa berbahak-bahak lagi dengan caraku.

Jika kau pikir dengan kau datang lagi dengan semua penjelasanmu, kurasa apa yang kulihat, apa yang kutahu, dan apa yang kurasakan sudah cukup menjelaskan bahwa kau sudah dengan tega menyakiti hati wanita yang pernah kau buat tertawa kurang lebih tiga tahun lamanya. Namun ternyata, kebersamaan kita dan semua cerita yang telah ada di dalamnya tak berarti apa-apa untukmu.

5. Menjauhlah sejauh mungkin dariku.

Pegilah, pergilah dengan dia yang kau anggap mungkin jauh lebih baik dariku. Mungkin jauh lebih menarik atau apalah itu, yang orang-orang ungkapkan tentang dia yang jadi wanita barumu. Karena sesungguhnya, ada atau tanpamu, aku akan tetap bisa tertawa dan bahagia. Jangan datang dan tawarkan semuanya lagi untukku. 

Jika aku lupa, tolong ingatkan aku untuk meminjamimu rasa yang telah kau juga beri kepadaku agar kau tahu bagaimana sakitnya kemarin jadi aku.