Seperti luka yang membekas, sakit hatimu memang sulit untuk dihilangkan. Kita semua sama, dengan status sebagai seorang anak. So, jangan berkecil hati, jangan bersempit hati.

Keadaan keluarga jangan pernah kamu jadikan sebagai virus penyebab penyakit. Keadaan keluarga jangan sampai membuatmu menjadi sampah masyarakat.

Berawal dari: Kamu Harus Sekolah.

Jangan maju perang pake sumpit, tapi pakailah otak.

Masa depan emang bukan dari sekolah. Tapi otak perlu diisi. Apakah kamu yakin bisa hidup sukses tanpa sekolah?

Coba, renungkan...

Tidak ada yang salah dalam hidupmu, ini semua sah-sah saja. Karena, mana bisa Tuhan disalahkan. Tindakan penelantaran memang tak bisa dibenarkan, tapi dengan merasa terbuang, kamu pasti akan berjuang. Keep positive!

Keluargamu memang berantakan. Kamu bukan anak kesayangan. Kamu bukan anak kebanggan. Bukan anak yang diharapkan. Tapi dengan semua yang terjadi di masa lalu, kamu dapat belajar dari mereka. Dengan begitu kamu bisa menjadi orang tua yang baik karena kamu sudah tau bagaimana sakitnya tak disayangi, sakitnya tak diharapkan, tak diperdulikan.

Menjadi orang yang “tetap berada di jalur” memang tak segampang yang dibayangkan. Apapun impianmu, pastikan engkau bersungguh-sungguh melakukan apa yang engkau butuhkan untuk mencapainya.

Masa kanak-kanak pendek, masa muda pendek, masa tua itu yang panjang. Jadikan nilaimu sebagai batas minimal kamu. Jadikan keadaan ekonomi mu sebagai penggerak roda perubahan. Ayo semangat kawan!

Selama kamu masih berpikir dengan “biasa” maka selamanya hidupmu akan “biasa” saja. Jika kamu ingin mengubah hidupmu, maka ubah dulu pola pikirmu. Lalu diubah seperti apa? Ya seperti pilihanmu sendiri. Karena hidup adalah sebuah pilihan. Yang jelas, tidak ada alasan untuk tidak maju!

Dulu aku juga berpikir bahwa aku ini menderita. Keadaan ini membuatku stres! aku hanya bisa menghitung derita, menulis keluhan dan meratapi nasib. Pada akhirnya, aku sadar bahwa banyak orang yang menyayangiku. Dulu aku juga pernah menerima nasihat, dari seseorang yang mencintai orang tuanya, seseorang yang punya keluarga bahagia. Dulu, aku juga berpendapat “Ya kamu bilang gitu karna kamu gak merasakan apa yang aku rasa.” itu pendapatku dulu, tapi pendapatku sekarang, “ya, kamu benar.” Sebuah nasihat yang dulu berat kurasakan, tapi sekarang tidak lagi. “Masalah jangan dijadikan boomerang”, begitulah nasihatnya.

Inilah tips dariku agar hidupmu lebih baik:

1. Perbanyak teman yang baik.

Salah satu pengaruh terbesar dalam hidup kita adalah teman. Pengaruh teman bisa membawamu ke puncak gunung tertinggi dan juga bisa membuatmu terjatuh ke dalam sumur yang paling dalam. Teman yang baik itu yang seperti apa? Yaitu teman yang menyalurkan energinya untuk hal-hal yang positif.

2. Dekatkan dirimu pada Tuhan.

Ketika kamu bingung harus berlari ke mana, harus mengadu pada siapa, ingatlah bawa kamu masih memiliki Tuhan. Segala nikmat yang kamu terima, segala masalah dan penyelesaiannya, segala yang ada di dunia ini adalah milik Tuhan. Tuhan mencintaimu tanpa kamu memintanya, tapi bagaimana denganmu?

3. Kuasai materi pelajaran formal.

Advertisement

Waktumu akan sangat berguna ketika waktu itu bisa kamu gunakan untuk menguasai materi pelajaran formal. Kamu akan terbebas dari remidi, mudah masuk perguruan tinggi dan mudah untuk mendapat beasiswa.

4. Hadapi apa yang harus dihadapi.

Ketika kamu melihat sekeliling, dimana banyak anak yang disayangi oleh orangtuanya, tapi tidak denganmu. Yakinkan dirimu bahwa segala apa yang kebanyakan orang mendapatkan tapi tidak kamu dapat sekarang, akan tergantikan oleh apa yang mungkin tak didapatkan kebanyakan orang suatu saat nanti.

5. Terima keadaan. Ingat rukun iman ke6: Iman kepada Qada dan Qadar.

Ingat bahwa kita menjalani hidup berdasar takdir. Ketika kamu tidak menyukai keadaanmu lalu apakah kehidupanmu akan berubah? Tentu tidak. Jalani apa yang memang harus kamu jalani. Hidup masih akan terus berputar dan kamu memiliki masa depan.

6. Bersyukur.

Apa yang kamu dapat sekarang, mungkin orang lain telah iri padamu, menganggapmu lebih beruntung darinya. Kamu masih memiliki sepasang mata yang bisa kamu gunakan untuk melihat keindahan dan kebahagiaan. Kamu masih memiliki sepasang kaki, kamu bisa jalan kemana pun kamu mau. Dan hal-hal lain yang dianugrahkan Tuhan untukmu, maka bersyukurlah.

7. Lakukan hal positif!

Hobi bisa membuat seseorang semakin maju dan juga bisa membuat seseorang semakin mundur. Kamu adalah seorang yang pintar menilai mana yang baik dan buruk. Maka lakukan yang baik saja untuk hidupmu yang lebih baik. Mari berpikir untuk kemajuan.