Mungkin bagi kamu, lelaki Jawa hanya sebatas manusia ndeso. Nggak punya fashion taste, dan gaya bicaranya yang medhog. Sehingga sampai saat ini, kamu masih mikir ribuan kali untuk menerima lamaran dari ‘Mas-Mas’ Jawa ini. Itu sah-sah saja, pada awalnya.

Sekarang marilah kamu membuka mata, hati, dan pikiran. Bahwa pandangan kamu selama ini tidak seratus persen benar. Lelaki Jawa, justru bisa jadi prioritasmu dalam memilih pasangan hidup. Artikel ini bakal nunjukin, alasan kenapa lelaki Jawa layak jadi pendampingmu selamanya.

1. Natural. Kesan mendalam yang bakal kamu rasakan kala bertemu lelaki Jawa.

Natural tanpa dibuat-buat. via http://www.bobobobo.com

Datanglah ke sebuah perkampungan di Jogja atau Solo. Maka kamu bakal melihat gelagak ‘Mas-Mas’ yang begitu natural, tanpa dibuat-buat. Natural dalam hal ini, mencerminkan lelaki Jawa yang tidak terlalu terbawa arus modernitas. Mereka tetap mampu membawa kesan njawani.

Karakter ini bakal membuatmu berdecak kagum. Mungkin selama ini, kamu muak dengan sikap para lelaki yang berlagak menutup-nutupi, sok sempurna. Ada istilah nice guy, dan bad boy. Tetapi lelaki Jawa, ia normal sebagai manusia biasa. Kadang baik, kadang juga nakal. Ini normal.

2. Lelaki Jawa percaya, segala entitas di bumi ini ada batasnya. Sakmadya wae.

Sakmadyo wae. via http://www.republika.co.id

Advertisement

Selain natural, ‘Mas-Mas’ ini nggak suka neko-neko. Mereka selalu berpegang teguh pada falsafah: sakmadyo wae (secukupnya saja). Pandangan ini membuat lelaki Jawa kerap disebut manusia bersahaja. Sehingga, tidak sulit untuk membuat hari-harinya bahagia dan penuh warna.

Jika kamu jadi istrinya kelak, cukup berlaku sederhana, tak perlu berlebihan. Secangkir teh panas di pagi hari, sudah menaikkan kadar mood dalam dirinya. Sesederhana itu. Pun, kamu tak perlu berdandan menor, cukup senyum manis di hadapannya. Natural, tapi menyegarkan.

3. Bukan karena tak ingin berusaha. Lelaki Jawa, memercayakannya pada alam semesta.

Berusaha semampunya. via http://www.republika.co.id

Mungkin bagi kamu, lelaki Jawa terlihat tak bersemangat, loyo, dan lamban. Terkesan seperti tidak ada tindakan. Tapi sayang, itu salah. Sudah alamiah, bahwa ‘Mas-Mas’ ini punya hati yang lembut. Jikalau mereka berusaha, maka tidak perlu sampai ngotot. Semampunya saja, istilahnya.

Maka dari itu, lagak loyo dan tanpa semangat bukanlah tanpa sebab. Ini adalah respon dari berusaha sesuai kadar kemampuannya. Setelahnya, mereka seratus persen menyerahkan segala urusannya kepada alam semesta. Dzat yang orang-orang sebut itu, Tuhan.

4. Ringan tangan, menderma, dan memaafkan: cara lelaki Jawa menabung kebaikan.

Senantiasa ringan tangan. via https://cescjr.wordpress.com

Jika kamu selama ini menganggap lelaki Jawa itu penuh kemunafikan, ada kalanya kamu menahan asumsi itu. Memang, ‘Mas-Mas’ ini suka menolong, mudah memberi, lagi mudah memaafkan. Kamu mungkin mengira, itu adalah sikap untuk menarik simpatimu, juga orang lain.

Tetapi lagi-lagi, itu salah. Lelaki Jawa punya hati yang tulus. Mereka berpandangan, jikalau saat ini mereka berbuat baik, maka di masa depan akan timbul kebaikan pula. Kalaupun bukan untuk dirinya, mereka ikhlas jika kebaikan itu untuk anak-cucunya kelak.

5. Lelaki Jawa, bukanlah kriteria sempurna. Tapi ia siap mendampingimu selamanya.

Siap jadi pendampingmu. via http://thebridedept.com

Gadis, jika kamu mendambakan pasangan yang sempurna, bukankah manusia tak ada yang sempurna? Memang, ‘Mas-Mas’ Jawa tidaklah sempurna untukmu. Terlebih, jika kehidupanmu menganut modernitas bangsa Barat. Maaf, mereka sudah terlanjur cinta pada bangsa dan budaya Nusantara.

Tetapi, jika kamu mendambakan pasangan yang sama-sama ingin berjuang. Sama-sama ingin mengarungi roller coaster kehidupan. Sama-sama ingin menikmati kesahajaan dalam hidup. Maka izinkanlah penulis menegaskan: lelaki Jawa, siap mendampingimu selamanya.