Saat bercerita tentangmu, aku tahu dia begitu bahagia sekaligus terluka....

 

1. Yang aku tahu, Engkau alasan dia ADA.....

Engkau alasan dia ADA....

Engkau alasan dia ADA.... via http://google.com

Aku mematung ibu, saat dia lancar bercerita tentangmu dalam getir suara. ada hal yang sangat ingin dia lakukan untukmu sejujurnya. namun apalah daya, Takdir yang Tuhan gariskan lebih dulu menjemputmu kembali pada-Nya.

Ibu...

Ada haru yang menyusup gamang dalam raga, sesal sepersekian detik saat aku berjumpa dengannya bukan saat sehatmu dulu. Mengapa tak sempat kubisikkan salam indah untukmu dengan ketulusan hati yang ku punya dan segenap restu yang kuinginkan darimu. namun aku yakin, Tuhan punya cara indah untuk kita yang kadang memang belum terbuka. aku percaya ada rahasia istimewa dibalik takdir yang membuat sesak. cukup aku mengenalmu lewat tuturnya, Ibu.. cukup aku memahami bahwa Engkaulah alasan dia bisa tegar dalam menapaki tiap jengkal warna-warni dalam hidupnya.

2. Segalanya tentangmu, IBU... akan jadi kenangan indah teristimewa dihatinya...

Kenangan indah bersamamu..

Kenangan indah bersamamu.. via http://google.com

Sepenggal demi sepenggal kurangkai sendiri puing cerita putus-putus darinya tentangmu, Ibu..

Engkau yang selalu menjadi sosok sempurna bagi anak-anakmu, tak pernah mengeluh meski ibu-ibu lain di luar sana termanjakan dengan segala fasilitas mewah dan serba pribadi. Engkau tetap sosok sederhana yang memotivasi. Raut ayu nan menawan mu yang kudengar dari cerita orang tentangmu membuatku tersenyum, harusnya kita bisa menjadi partner indah dalam hal memasak bersama, dalam hal motif kerudung mana yang pantas untukmu dan segala pernik khas yang bisa kita lakukan bersama suatu hari nanti. Ah, sudahlah...

Aku tak sanggup mendeskripsikan bagaimana kepribadian bijakmu, Ibu...

karena aku hanya mengenalmu sepotong-sepotong lewat cerita dia dan adik-adik tersayangnya, ada begitu banyak hal yang ku kagumi dari dirimu yang tak mampu ku tiru dengan sempurna seperti harapannya, sungguh kedepannya aku akan belajar dan terus belajar agar aku bisa meski tidak bisa sejajar tapi semoga hanya tertinggal satu langkah dibelakangmu dalam hal mengurus keluarga nanti...

3. Kini, Meski belum sempat menatap lekat mata teduh Milikmu, aku telah memprasastikan Raut indahmu di hatiku, Ibu.....

bersamamu, dalam kenangannya Ibu....

bersamamu, dalam kenangannya Ibu.... via http://google.com

Dan kini Untukku,

Aku perempuan biasa yang berusaha dengan tulus membangun cinta yang akan dihalalkan oleh-Nya suatu hari nanti meminta dengan tulus Ibu...

Duhai Ibu, percayalah meski belum sempat menatap lekat mata teduh Milikmu, aku telah memprasastikan Raut indahmu di hatiku....

4. Dari tempatmu disana, Kau kirimkan senyum tulus...

Caramu menjaganya....

Caramu menjaganya.... via http://google.com

Sungguh aku sangat yakin dari tempatmu disana, Engkau mengirimkan sekuntum senyum paling tulus untuk kami dan berkata: "baik-baik ya nak, Ibu disini merestui apa yang akan kalian jalani kedepannya dengan indah, Bahagia selalu ya...."

5. Salam teramat sayang dariku Ibu... Semoga Allah tempatkanmu di Jannah-Nya.. aamiin...

aku mencintai Engkau karena Allah Ibu....

aku mencintai Engkau karena Allah Ibu.... via http://google.com

ingin kubisikkan kata rindu untukmu Ibu, meski aku tidak mengenalmu secara langsung aku masih dan terus berusaha mencintaimu karena Allah...

Salam teramat sayang dariku Ibu... Semoga Allah tempatkanmu di Jannah-Nya.. aamiin...