Kepada seseorang yang membuatku jatuh cinta pada kesederhanaannya.

Mungkin kamu bingung mengapa tiba-tiba ada surat semacam ini datang padamu. Tapi jika kamu berkenan, bacalah surat ini hingga akhir.

1. Menjadi yang kaucinta bukan sebuah kemudahan yang mampu aku gapai dalam singkatnya waktu.

Waiting… via http://favim.com

Sembari menatap hujan yang terus menderas, aku berpikir. Bahwa menjadi yang kaucinta bukan sebuah kemustahilan. Hanya saja, menjadi yang kaucinta juga bukan sebuah kemudahan yang mampu aku gapai dalam singkatnya waktu. Menjadi yang kaucinta… sebuah angan yang kadang terlalu tinggi untuk aku lihat dengan kondisiku yang sekarang. Aku tidak punya apapun. Aku hanya punya selembar surat ini, yang bahkan fisiknya pun tak mampu kau genggam dengan tanganmu.

2. Aku yakin aku bukan seseorang yang pernah kaupikirkan untuk berdiri mendampingimu

I bet, she’s not me. via http://www.pinterest.com

Terkadang, waktu di kekinian membawaku pada titik lalu yang menyenangkan (untukku). Bagian-bagian yang kusimpan sejenak, kutumpuk, kususun, dan kubanggakan seperti benda berharga yang sangat aku takutkan jika hilang. Aku meredamnya lebih dari hitungan ratusan hari. Singkat, tapi menancap terlalu dalam. Aku yakin aku bukan seseorang yang pernah kaupikirkan untuk berdiri mendampingimu. Tapi ya, itu hanya ada di bayanganku. Pada memoriku yang terlanjur bicara bahwa kamulah orang yang tepat.

3. Kata orang, “rasa kagum dan suka itu hanya bertahan 4 bulan, kalau lebih itu artinya cinta”.

Advertisement

Is it love? via http://7-themes.com

Bercerita soal pertemuan, aku menganggap pertemuan kita sangat sederhana. Di balik lika-liku yang membuatku bisa mencari keberadaanmu, aku seperti punya radar. Ya, radar tak terduga yang aku miliki setelah bertemu kamu. Hari-hari tak pernah lagi kuhitung pada awalnya karena memikirkan kemungkinan jatuh cinta padamu itu bukan hal pertama. Aku biasa saja. Hanya tertarik. Dan mungkin saja hanya sementara. Kata orang, "rasa kagum dan suka itu hanya bertahan 4 bulan, kalau lebih itu artinya cinta". Aku tak berani mendefinisikannya.

Lebih dari 4 bulan itu aku berkutat dengan perasaan yang tumbuh ini. Aku membiarkannya hidup di keheningan yang biasa. Sampai akhirnya aku menemukan sesuatu yang membuat aku sadar dan bicara terlalu tinggi (lagi) bahwa kamu orang yang tepat. Tunggu, kamu boleh pikir aku berlebihan. Kamu boleh tertawa. Kamu boleh bilang kalau aku ini gila. Intinya, di sisi ini aku tahu bahwa ada banyak hal yang bisa aku lakukan setelah bertemu kamu dan semangatmu.

4. Menjadi yang kaucinta bisa menjadi sebuah keajaiban, namun bisa juga sekadar harapan kosong.

Semoga bukan harapan kosong. via http://e2ua.com

Sejak bertemu kamu saat itu, aku selalu menunggu kapan kamu online media sosial, karena hanya darisanalah informasi bisa aku dapatkan tanpa harus bertanya pada siapapun. Namun, melihatmu yang tak kunjung hidup di dunia maya, akhirnya aku menyerah dan bertanya pada orang lain. Aku membongkarnya dengan sengaja. Padahal aku sungguh tidak ingin membicarakan itu dengan orang lain.

Aku sungguh minta maaf jika perlakuan ini mengganggumu. Aku bahkan memikirkan bagaimana caranya kamu tahu tanpa harus aku yang bicara dan setelahnya kamu bisa tetap di sana tanpa pergi sedikitpun. Hal yang sedikit bodoh memang. Tapi sungguh aku tak punya keberanian bicara langsung padamu.

Aku tidak tahu apa yang ada di pikiranmu tentang aku. Gadis manja, pemalu, bodoh, ambisius, dan tak tahu diri. Mungkin demikian. Tapi seperti yang aku bilang di awal, menjadi yang kaucinta bisa menjadi sebuah keajaiban, namun bisa juga sekadar harapan kosong. Angan yang terlalu tinggi. Iya, aku selalu berharap. Aku selalu berdoa untukmu.

5. Melalui ini, aku harap kamu tahu bahwa aku adalah gadis yang menyukaimu.

I hope… via http://favim.com

Kemarin adikku cerita tentangmu pada mama. Mama sungguh menyukaimu. Aku hanya melongo ketika adikku bilang bahwa mama sudah tahu aku suka padamu. Ah, ya beliau juga bilang semoga perasaanku tidak hanya bertepuk sebelah tangan. Mama sungguh tahu aku jarang bercerita saat aku menyukai seseorang. Dan ketika beliau tahu hal ini, Mama sangat berharap padamu yang bahkan baru dilihatnya dari fotomu di facebook. Entahlah, aku tidak tahu harus bagaimana lagi.

Bicara hal ini mungkin sangat jauh dari bayanganmu. Aku tahu kamu sedang sibuk melanjutkan kehidupanmu. Jadi, surat ini hanyalah bagian dari isi hati yang sulit diungkapkan secara langsung. Melalui ini, aku harap kamu tahu bahwa aku adalah gadis yang menyukaimu. Dan dengan atau tanpa kamu, akupun harus melanjutkan kehidupan. Walaupun aku masih berharap bisa mendampingimu dan hidup bersamamu suatu saat nanti. Jangan anggap ini berlebihan, tapi ini sungguh keinginan yang mungkin saja terjadi jika aku benar-benar memohon pada-Nya.

Kamu adalah orang yang namanya selalu kuselipkan dalam doa. Semoga kebahagiaanmu menjadi kebahagiaanku juga.

Tetaplah menjadi kamu yang penuh semangat. Tetaplah menjadi kamu yang sederhana. Dan tetaplah menjadi kamu yang rajin ibadah dan ingat Allah dimanapun kamu berada. Aku tidak tahu kamu bagaimana, tapi aku selalu ingin tahu bagaimana duniamu.

Salam sayang,

Seseorang yang sudah pasti tidak pernah kaupikirkan.