Ada sebersit sesal menyelinap diam- diam saat aku memikirkanmu. Sekalipun dalam hening, ada resah yang menggelisah dalam hiruk pikuk di dalam kepalaku. Sesal yang kadang sering kuusir dengan tega, kadang dengan berat hati. Kini saat jarak kita mulai melebar, sesalku pun semakin membesar. Walau mungkin terdengar tidak tahu diri, izinkan rindu ini terus ku simpan, hingga pada akhirnya hati ini berada ditepi takdirnya.

 

1. Status sahabat ternyata bisa lebih absurd dari yang kita kira

Ada sesuatu yang absurd diantara kita.

Ada sesuatu yang absurd diantara kita. via http://www.lampukecil.com

Siapa menyangka jika sahabat tanpa rasa itu memang ucapan yang meragukan. Menjadi orang yang selalu ada, bercerita jungkir baliknya perasaan dan kehidupan, jadi tutor hidup yang selalu membuat down to earth, seolah menjadi alarm pribadi, kamu selalu tau semua tentang aku. Berjam- jam bercerita ini itu, atau sekedar hahaha hiihihi sepanjang hari, cukup membuat orang- orang berpikir ada sesuatu yang sangat absurd diantara kita.

2. Harus kuakui, ada sajak ridu yang kusembunyikan.

Ada rasa yang mati- matian harus kusimpan

Ada rasa yang mati- matian harus kusimpan via http://www.kaskus.co.id

Terkadang aku menatap mata yang berbinar setiap bercerita padaku, namun seringkali aku juga melihat pendaran cahaya sendu dari mata yang sama. Aku rindu. Ketika rupa kita tidak bisa berjumpa, aku berharap do’aku bisa menjangkaumu. Dalam sendiriku, mati- matian kusembunyikan sajak berjudul rindu.

3. Pure, rindu ini tak pernah sekalipun terucap lewat bibir, tapi selalu terungkap lewat mata.

Biarkan rindu ini kukatakan lewat tatap mata

Biarkan rindu ini kukatakan lewat tatap mata via http://www.madjongke.com

Aku bisa bersumpah tidak pernah rindu ini terucap dari bibir kita, namun aku juga bisa bertaruh bahwa tatap mata selalu bercerita rindu. Hanya menampakkannya dari tatap mataku, dan kamu sambut dengan tatap matamu. Disanalah rindu kita berada, tanpa kata.

4. Dan kita masih sibuk mempertahankan cinta yang salah.

Kita punya orang lain untuk menampung perasaan bernama cinta

Kita punya orang lain untuk menampung perasaan bernama cinta via http://www.blog.vamili.com

Satu duri yang menjadi luka dalam kisah kita adalah kita punya cinta yang dirasa salah. Both of us have one. Setiap kita bertemu, atas nama sahabat, kita sibuk saling menguatkan untuk menata cinta dengan masing- masing cinta yang kita punya, walaupun kita tau, itu adalah cinta yang salah.

Kapankah hello baru yang lebih baik akan datang jika kita tidak bisa mengatakan goodbye pada yang salah?

5. Kita masih terperangkap saat menyadari ada bisikan- bisikan hati yang mulai berarti.

I love my best friend

I love my best friend via http://www.limtas-me.com

Terkadang kamu berbisik aku harus selalu ada untukmu, dan kamu berkata kamu akan selalu ada untukku. Dibandingkan memberiku obat secepat mungkin, kamu justru marah- marah karena aku tidak bisa menjaga kesehatan. Dibanding memberi makanan- makanan kesukaanku, kamu justru memakannya sendiri, karena kamu tau, semua makanan kesukaanku pada akhirnya membuatku sakit. Namun jika ada pertanyaan hati ini milik siapa, kita punya nama yang berbeda untuk diucap.

6. Disini, dihati ini, ada rindu yang berbeda, ada rasa yang berbeda.

Ada rasa yang mulai berbeda

Ada rasa yang mulai berbeda via http://www.kaskus.co.id

Kamu menjadi orang terdekat yang selalu tau apa yang kuinginkan, apa yang sedang kulakukan tanpa bertanya. Aku menjadi satu- satunya orang yang tau apa yang terjadi dalam hidupmu, tak peduli sejauh apapun itu. Lewat tatap mataku, aku selalu bercerita, disini, di hati ini, ada rasa yang berbeda.

7. Kamu punya tempat terisolasi disana, yang tak tergapai oleh siapapun.

Tempatmu terlalu dalam untuk diraih orang lain.

Tempatmu terlalu dalam untuk diraih orang lain. via http://www.deloiz.blogspot.com

Kamu punya tempat paling terisolasi dihatiku. Tak peduli siapapun yang datang, tempatmu tidak akan pernah tergapai. Dengan sikapmu yang berbeda dari orang kebanyakan, tempat itu hanya bisa didatangi olehmu.

8. Sampai takdir menemukan pelabuhan hatiku, izinkan aku menyimpan sekeping rindu untukmu.

Izinkan rindu ini ku simpan dalam sepi.

Izinkan rindu ini ku simpan dalam sepi. via http://www.ditaknamau.blogspot.com

Sampai takdir tentang pemilik hati ini berakhir, izinkan aku menyimpan rindu ini untukmu. Entah rindu ini akan jadi milikmu atau bukan suatu hari nanti, tapi untuk saat ini, izinkan aku sekedar menyimpannya. Entah nanti untuk kukembalian, atau harus kuserahkan pada orang lain. Namun yang pasti untuk saat ini, izinkan rindu ini kugenggam erat.