Mungkin memang aku yang jahat, memaksakan diri untuk mencintaimu yang sungguh-sungguh menaruh hati kepada diriku. Namun, tak pernah aku inginkan untuk menyakiti hatimu. Bukan keputus-asaan yang menjadikan aku memilihmu, yang ku harapkan adalah kau mampu membahagiakan aku dengan semua kesederhanaanmu maka ku jadikan engkau pemenang hatiku saat itu.

 

1. 1. Bukan aku tak ingin membalas rindumu, tetapi memang rasa yang demikian tak pernah ada.

Jadwal pertemuan memang jarang kita janjikan sejak awal kita mengenal diri masing-masing, dan hal tersebut tidak pernah menjadi suatu permasalahan dalam hubungan pertemanan kita saat itu. Dan kini, engkau yang telah menjadi pemilik hati ini, sudah tentu mengharapkan waktu berdua yang lebih sering, namun apalah daya ketika kesibukan masing-masing mengharuskan dirimu menahan rindu di hati. Sering kau katakan hal itu kepadaku namun hati ini tak pernah merasakan hal demikian, mungkin karena aku yang tidak memiliki sifat untuk mudah merindukan seseorang. Maafkan aku.

2. 2. Berbedanya sifat seharusnya tidak menjadi penghalang menyatunya aku dan kau.

We are different

We are different via http://www.familylifecanada.com

Sepatutnya kita harus menyadari perbedaan sifat manusia yang memang berbeda-beda, pun persepsi yang dimiliki tak sama. Oleh karena itu, seharusnya kita saling mengerti, saling memahami, dan melengkapi. Aku menyadari sempat memaksamu untuk tak menjadi dirimu sendiri, dan kau melakukannya untukku. Tetapi sifatku yang sangat tidak ingin dikekang oleh orang lain, tidak pernah bisa berubah meski untukmu. Aku yakin hal itu tidak adil. Maafkan aku.

3. 3. Waktu pun berlalu, sungguh aku ingin mengucapkan kalimat ini kepadamu, “Maafkan aku.”

i am so sorry

i am so sorry via http://quotesgram.com

Sungguh, kejenuhan ini selalu terjadi ketika aku menerima pesan singkat dari mu setiap pagi, siang, sore, hingga malam yang mungkin hanya bisa ku balas dengan satu jawaban yang sama. ’Tak bisakah kau menanyakan hal lain?’ Tanyaku dalam hati saat membaca pesanmu. Banyak yang ada di dalam diriku yang belum kau ketahui, dan ini adalah salah satunya, aku mudah jenuh. Maafkan aku.

4. 4. Sudah cukup waktu yang kita miliki untuk bersama.

Mungkin menurutmu ini adalah waktu yang singkat, demikian pula untukku. Namun aku tak bisa lagi untuk mendampingimu, karena bukan itu tempatku, meski ku tau kau menyediakan ruang hatimu bagiku, aku tak sanggup untuk berada di dalamnya untuk waktu yang lama, kau tak bisa mengerti aku dan aku tak bisa menjadi seperti apa yang kau mau. Maafkan aku.

5. 5. Aku melepasmu, ku harap kau pun demikian.

Thank You For Loving Me

Thank You For Loving Me via http://helloiugo.wordpress.com

Terima kasih atas kesempatan yang pernah kau berikan.

Terima kasih atas segala perhatian.

Terima kasih, kali ini melangkahlah di jalanmu, begitupun aku kan melangkah di jalanku. Maafkan aku, aku melepasmu.