Haruskah aku memulai mengingat kapan aku menyematkan kata abang untukmu? Seiring bertambahnya waktu aku mulai melupakan masa kecilku. Aku benar-benar tidak terlalu mengingat apapun. Yang terlintas di ingatanku adalah aku hidup bersama abang dan adikku.

Aku menjadi anak perempuan satu-satunya. Dan aku bersyukur, aku tidak memiliki saudari yang lainnya. Maaf aku begitu egois tetapi aku menginginkan perhatian dan cinta kalian hanya untukku.

1. Abang, kau selalu membuatku menangis.

adik menangis via https://twitter.com

Ketika aku kecil kau selalu menggangguku. Kau menyebut lauk yang kumasak mirip dengan danau Toba karena aku menaruh terlalu banyak air, padahal aku masih belajar memasak. Kau selalu mengomentari setiap apapun yang aku lakukan. Rasanya semua hal yang ku lakukan tidak baik.

Kau selalu memberiku poin ketika bermain kelereng dan pada akhirnya hanya kau yang menang. Kau selalu mengajakku bermain dan kau menyerah ketika kau tahu kau akan kalah. Kau selalu berhasil membuatku kesal dan menangis.

2. Hingga suatu hari kau memukul anak kecil yang menggangguku

my brother my hero via https://www.pinterest.com

Advertisement

Menyebalkan. Itu konsepku tentang dirimu, Abang.

Hingga suatu hari seorang anak kecil menggangguku dan membuatku menangis. Kau langsung memukul anak lelaki yang menggangguku.

Abang hari itu aku mengerti apa arti keluarga, bahwa semenyebalkan apapun seorang anggota keluarga mereka akan selalu melindungimu. Dan hari itu aku bangga memilikimu dalam hidupku, aku memiliki superhero yang lain selain ayah.

3. Kita sempat saling tidak mengenal satu sama lain.

kita berpisah untuk beberapa waktu via http://healthythoughts.in

Aku melewatkan beberapa momen dalam hidupku tanpa kalian. Karena untuk beberapa alasan aku harus meninggalkan rumah di usia yang muda.

Aku mulai menjalani hidupku sendiri tanpa kalian. Bahkan adik kita yang bungsu tidak mengenalku. Dia tidak tahu bahwa ada satu anggota keluarga lain yang dia miliki. Aku mulai jarang mengucapkan kata "Abang" dan itu untuk waktu yang lama.

Rasanya menyedihkan ketika aku mengulurkan tangan kepada adik bungsu kita tetapi dia berlari meninggalkanku. Waktu itu dia masih berusia kurang dari dua tahun, dan aku hanya pulang beberapa kali dalam setahun. Jadi wajar dia tidak mengenalku.

4. Semuanya membaik ketika kita menginjak usia dewasa

Semuanya membaik via https://www.pinterest.com

Ya, semuanya benar-benar membaik ketika kita beranjak dewasa. Aku dan kau abang mulai berbicara banyak. Adikku yang lain mulai menonton televisi bersama. Dan adik bungsu kita sudah mengenalku dan memanggilku kakak. Dia bahkan sangat bersemangat ketika aku pulang ke rumah.

Kau abang bahkan pernah mengenalkanku kepada pacarmu. Kudengar dari orang lain kau bahkan membanggakanku. Tetapi kau mulai merepotkanku dengan masalah asmaramu. Kau selalu menyuruhku mennerjemahkan sms pacarmu yang menggunakan bahasa Inggris. Kau bahkan pernah menarikku dari tempat tidur hanya untuk membalas sms pacarmu.

Tetapi aku bahagia, jika kau mengandalkanku dalam beberapa sisi aku sangat bahagia. Selalulah membutuhkanku.

5. Aku selalu khawatir ketika kau di Papua.

Tugas negara mengharuskanmu tinggal di Papua selama beberapa waktu. Lagi-lagi kau dan keluarga berpisah. Kau tertawa meninggalkan kami, sangat kelihatan kau menikmati hidupmu sebagai abdi negara.

Aku selalu mengkhawatirkanmu. Setiap mendengar berita di televisi tentang bentrokan disana maka aku selalu khawatir dengan keadaanmu. Rasa khawatir terbayar dengan rasa lega ketika kau kembali, dan lihatlah hanya kami yang khawatir disini, dsn kau malah pulang dengan berat badan bertambah.

6. Kau menangis ketika aku pergi.

Abang terkadang kau masih sering menyebalkan. Kau sering membohongiku dan sangat bahagia ketika berhasil membuatku kesal. Tetapi aku benar-benar tersentuh ketika aku memelukmu dan kau menangis.

" Hati-hati disana ya " ujarmu ketika aku memutuskan untuk melanjutkan pendidikanku ke Taiwan. Kau mengusap kepalaku dan mengatakan hal yang sama beberapa kali. Aku mengerti, mungkin membohongiku dan membuatku kesal adalah caramu mencintai adikmu ini.

7. Terima kasih abang dan berhentilah membuatku khawatir.

Abang, ketika aku jauh dari rumah keluargalah yang menguatkanku. Aku mempunyai hak untuk mengandalkanmu. Jadi abang, aku berterima kasih karena kau ada di hidupku. Aku menyayangimu dan saudaraku yang lain. Kalian adalah jagoan-jagoanku.

Dan abang, aku akan selalu memperhatikanmu jadi berhentilah membuatku khawatir. Ketika aku pulang kau bisa memberikan sms pacarmu kepadaku.

Abang, aku mengharapkan segala yang terbaik untukmu, karir yang baik, kehidupan yang baik dan wanita yang baik, aku selalu mendoakan itu untukmu.

I love you brothers…