Setiap orang pasti pernah merasakan jatuh cinta, entah pada akhirnya cinta itu bersambut atau justru bertepuk sebelah tangan. Hanya saja, tidak semudah itu melepaskan bayangan seseorang yang pernah singgah di hati kita. Sepertimu, yang hanya menganggapku sebagai replika kasih tak sampaimu.

1. Kau Mengatakan Aku Mirip Cinta Pertama yang Sulit Kau Dapatkan

Cinta pertama via http://www.madjongke.com

Jika aku bisa mengatur waktu sesuai keinginanku, aku ingin bertemu lebih awal dari cinta pertamamu, agar kau tak menemukan orang lain yang mirip denganku sebelumku. Agar kau tak menganggapku sebagai cermin dari sosok orang lain, tetapi menganggapku sebagai cintamu yang sesungguhnya.

2. Kau Masih Mengharapkannya Selama Mendekatiku

Sakit setiap kali mendengarmu bercerita tentangnya, meskipun setiap kali kutanya, kalian hanya saudara jauh. Namun, pada kenyataannya kau menyembunyikan suatu hal yang baru terkuak. Kau masih berhubungan dengannya dan masih mengharapkannya selama mendekatiku. Membuatku terpasung dalam perasaan cinta yang tak menentu, sedangkan kau mungkin berpikir masih ada replika cinta yang bisa menjadi pelampiasanmu.

3. Kau Menghilang tanpa Sebab

Advertisement

Ketika kau menghilang tanpa sebab, hatiku disesaki ribuan pertanyaan. Hanya saja, aku tak masih tak mengerti dengan semua itu. Mungkin saat itu kau tengah merajut hubungan dengan cinta pertamamu itu atau justru tengah mencari replika-replika cinta yang lebih mirip. Hanya saja, saat itu hatiku masih belum mampu menerima kepergianmu yang tiba-tiba dan tanpa kejelasan.

4. Suatu Hari Kau Muncul Kembali

Setelah kau menghilang, tiba-tiba kau muncul. Menjelaskannya dengan gamblang bahwa aku adalah replika cinta pertamamu. Luluh lantak semua harapan semuku. Hanya kebencian yang kupendam untukmu dan amarah yang kuubah menjadi senyuman beku. Namun, dengan mudahnya kamu mengatakan bahwa saat ini kamu tak lagi menjalin hubungan dengan cinta pertamamu dan justru menanyakanku apakah jika kamu mencintaiku, aku akan menerimamu. Aku tak bisa menjawabnya. Meski sejujurnya ingin aku menjawab iya, tapi aku tak mau tertipu untuk kedua kalinya. Kau hanya datang ketika kau lelah mengejar seseorang yang lain, dan kau pergi sesuka hati tanpa permisi.

5. Biarkan Waktu yang Meredam Sakit Hatiku

Biar bagaimanapun kamu pernah menjadi seseorang yang singgah di hatiku, meskipun dengan cara seperti itu kamu membuatku kecewa. Namun, semua kebersamaan semu itu masih membekas menjadi luka, dan kuharap waktu bisa menghapusnya hingga kandas. Jika suatu saat nanti kita bertemu, kuharap tak ada lagi replika cinta diantara kita dan tak ada lagi dusta mewarnai percintaanmu. Dan biarkanlah aku menemukan cinta baru tanpa bayang-bayang dirimu.