Aku memang bukanlah gadis yang pandai dalam merangkai kata. Apalagi semanis minuman coklat yang pernah kamu berikan padaku. Mungkin tulisan ini tidak sebanding dengan semua yang telah kamu lakukan untukku, tapi jika tulisan ini terbit, semoga kamu sempat membacanya.

Mungkin bukan hanya aku yang dekat denganmu, aku yakin teman gadismu lebih dari jumlah jariku. Tapi aku tidak cemburu, karena aku percaya kamu akan tetap menjadi kesayanganku meskipun kamu tidak selalu di sampingku.

Kita memang tidak seperti yang lain, yang dengan seenaknya bisa berjumpa. Kita yang harus membingkai rindu dan asa yang sedang beradu, menemukan celah untuk kita segera bertemu. Jujur, aku terkadang iri dengan mereka yang bisa bertatap muka setiap akhir pekan bahkan saban hari. Tapi apalah, jarak yang membuat kita bersabar dan Sang Empunya waktu belum mengizinkan. Beberapa waktu yang lalu aku mendengar teman berkata :

seharian ini aku belum bertemu dengannya, kangen”.

Lantas bagaimana denganku? Dari ratusan hari hanya ada beberapa hari di sana yang disediakan untukku menatap wajahmu. Tapi aku mengerti, usaha keras kita sekarang adalah demi masa depan yang kita harapkan nantinya.

"Bang", kata itulah yang selalu keluar dari mulutku ketika memanggilmu dan merengek kepadamu.“Apa kabarmu hari ini?”

“bagaimana ujiannya? Lancar?”

1. Perkenalan kita memang sederhana, tetapi hubungan ini kuharap selalu istimewa.

Perkenalan kita memang sederhana via http://www.dailyfinance.com

Hei Bang, aku memang lupa kapan kita kenal dan akhirnya dekat sampai seperti ini. Tapi aku tidak lupa saat-saat kita berkenalan dan mungkin akan selalu terkenang olehku. Ya, kamu memberikan nomor ponselmu tetapi ternyata aku salah dua digit angka belakangnya saat mencatat ulang.

Jika diingat, aku akan tertawa sendiri. Konyol sekali, tapi beruntungnya kamu datang kembali dalam hidupku dan menanyakan nomorku dengan alasan karena aku tidak segera menghubungimu. Aku pun berdalih sudah menghubungimu tapi tidak ada balasan darimu. Setelah dicek ternyata aku yang salah. Sedikitpun kamu tidak marah padaku.

2. Mungkin aku sering merepotkanmu, tapi percayalah aku tengah berusaha melakukan hal terbaik versiku.

Aku yang sering merepotkanmu via http://sitasentris.wordpress.com

Advertisement

Aku memang sering meminta bantuanmu, dalam mengerjakan tugas atau bahkan dalam urusan sepele sekali pun. Ah, aku memang sering merecoki waktu senggangmu. Hanya sekedar untuk memilih benda yang ingin aku beli saja, aku memaksakan diri menghubungimu.

Aku hanya ingin kamu sadar bahwa kamu ikut andil dalam setiap benda yang akhirnya nanti menjadi milikku. Aku juga ingin kamu tahu bahwa kamu penting dalam hidupku, bukan sekedar karena aku gadis manja yang merepotkan seperti olokanmu. Tapi seperti biasa, kamu selalu sabar dan semakin membuatku nyaman.

3. Bagaimana bisa aku tidak jatuh cinta, jika kamu selalu memberikan waktumu dan semakin membuatku nyaman.

Kado terbaik darimu via http://lifehacker.com

Kata orang, waktu adalah kado terbaik yang orang lain berikan kepada kita. Terima kasih untuk setiap detik waktu dalam hidupmu yang kamu berikan padaku. Meski kita sama-sama sedang sibuk dalam dunia perkuliahan, dengan tugas yang tidak sedikit pula. Kamu selalu menyempatkan untuk kita bertukar pesan melalui sms ataupun aplikasi messenger yang kita miliki.

Tak jarang juga kita bercengkrama via suara dan kamu harus menahan kantuk untuk sekedar mendengarkan ceritaku semalaman. Membolos jam kuliah demi menemaniku jalan-jalan di kota kelahiranmu juga pernah kamu lakukan. Membuatku selalu merasa nyaman adalah kebiasaanmu. Sedangkan aku, hanya bisa berkata terimakasih. Maaf jika aku seegois itu sampai tak tahu waktu.

4. Aku mulai sadar, bahwa kamu tidak pernah menyalahkanku atas keadaan apapun. Lagi – lagi aku baru menyadarinya.

Kamu pribadi yang dewasa via http://hipwee.com

Mungkin banyak hal konyol yang aku lakukan kepadamu, hingga kamu pun jengkel kepadaku — maaf yaa. Tapi ketauilah aku hanya ingin bersikap apa adanya tanpa harus menjadi orang lain. Aku hanya ingin dekat denganmu tanpa harus berpura-pura.

Tapi semakin hari aku semakin menyadari, bahwa tidak sekali pun kamu menyalahanku. Kamu malah menganggap itu lucu dan menggemaskan. Kadang terbesit pelan dalam benakku,

”Tercipta dari apakah kamu sebenarnya? Apakah kita sama?”

5. Sempat kita berjalan masing-masing tapi akhirnya kita kembali dalam tawa bersama dan kamu pun kembali membuatku jatuh cinta.

Bergandengan tangan via http://womany.net

Ingatkah kamu tahun lalu?”

Saat kita libur semester. Aku merasa kehilanganmu, kamu seakan ditelan bumi. Tidak satu pun pesan singkatmu masuk ke kotak pesan ku. Tidak ada dering ponsel yang bertuliskan namamu pada layar ponselku. Kita berlibur hingga terbiasa berjalan sendiri. Tapi aku juga tidak tahu, apa yang membuat kita kembali. Siapa dulu yang memulai dan semenjak itu kita kembali tertawa bersama.

Jujur, aku bahagia bahkan ada rasa tidak ku sangka atas kembalinya kamu dalam hari – hariku. Kamu adalah salah satu anugerah terindah yang Tuhan berikan kepadaku. Dan cinta itu pun dating kembali mewarnai hidupku.

6. Jika ada masalah, kumohon ceritakan padaku. Itu tidak akan membebaniku dan membuatmu nampak lemah.

Aku hanya ingin mengerti via http://cuddlemoments.tumblr.com

Aku tahu jelas bagaimana sikapmu. Ya, kamu terlahir sebagai lelaki introvert yang tidak mudah bercerita kepada siapapun. Berbeda sekali denganku. Aku ingat betul ketika tiba-tiba kamu mengirimkan pesan melalui blackberry messenger dengan kalimat yang tidak biasanya. Kamu tidak ingin berterus terang karena kamu memang tidak tahu harus memulai dari mana. Setelah lama bertukar pesan kamu hanya membalas

aku sudah lega bisa mengobrol denganmu

Kalimat yang baru pertama kali aku baca darimu. Jika ingin kau tahu, aku akan selalu mendukungmu, seperti yang sering kau lakukan kepadaku.

7. Meski kita seperti dua kutub yang bertolak belakang, tetaplah bersamaku seperti yang pernah kamu inginkan.

Tetap bersama via http://hipwee.com

Bukankah masing-masing dari kita memiliki selera yang berbeda? Aku begitu menyukai makanan manis dan semua hal manis, sedangkan kamu? Ya, kamu adalah penikmat makanan pedas dan hal-hal mendebarkan.

Aku begitu bawel sampai hal apapun bisa menjadi bahan cerita, sedangkan kamu begitu diam dan tenang. Meski kita dua individu yang berbeda, berjanjilah kamu akan tetap menjadi kesayanganku. Aku pun akan berusaha menjadi anak manis yang tidak selalu merepotkanmu.

Tetap seperti ini ya, Sayang. Sampai kapan pun kau akan menjadi kesayanganku. Aku tidak akan berhenti merapalkan namamu disetiap celah doaku. Mengadu kepada Sang Pemilik Semesta untuk merestui kisah kita. Mungkin dengan begitulah aku bisa memelukmu tanpa peduli dengan jarak yang membatasi. Ku harap kamu tidak keberatan mengingatku diantara kesibukkanmu dan tetap meluangkan waktumu untukku.

Tapi semua akan kembali kepada pilihan kita, melepaskan apa yang sudah kita jaga atau bertahan untuk satu sama lain. Maaf jika aku sering merepotkanmu. Terimakasih atas waktu, pengertian serta dukungan yang telah kamu berikan selama ini padaku.

Dariku,

yang selalu kau buat jatuh cinta lagi dan lagi.