“Mampus aku dikoyak-koyak sepi”

Kata-kata yang terlontar dari sang seniman sastra legendaris, chairil anwar. Namun agaknya lebih cocok jika kuubah sedikit, yang benar-benar merefleksikan keadaanku kini. “kau” kuganti dengan “aku”, ya.. aku.

Entah harus kumulai dari mana, aku sendiri kebingungan menghitung puing-puing kekecewaanmu yang berserakan di lantai berdebu yang kunamakan hati. Sibuk sendiri memunguti pecahan-pecahan kepercayanmu yang kini sudah mulai tergerus oleh kebosanan. Aku, yang kini, yang memang mungkin tak layak lagi untuk kau temui, sudah tak tahu harus berbuat apa lagi.

Masih teringat dengan jelas, terukir sempurna dalam memori, dikala sepasang mata itu memandangiku dengan penuh rasa penasaran. Tatkala semuanya masih serba angan-angan, menyusuri tiap sel otak untuk meminta kejelasan lebih dalam tentang apa yang sebenarnya ia inginkan. Masih kungat jelas percakapan kala itu, yang membuat aku tak sadar akan waktu, yang membuatmu terus melontarkan pertanyaan padaku.

Ah… namun aku tak bisa apa-apa karena dibatasi oleh sifatku yang bisa kubilang aneh ini. Aku sendiri yang menguci hasratku dalam-dalam untuk bisa merangkai kata-kata terindah untukmu.  Karena kutakut, kutakut kau tak merasakan hal sama. Akau takut akan hal itu, yang hanya akan menjerumuskanku kedalam lembah kesedihan yang mendalam.

Namun ternyata, atas jasa sebuah insiden konyol, aku menerima secercah harapan untuk dapat meminangmu…

1. Dikala dua hati saling terbuka, segalanya seakan di nirwana.

Pernahkah kau dengar pepatah lama mengatakan “sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga”? Atau “sepandai-pandainya menyimpan bangkai, baunya akan tercium juga”? Dikala dua hati bertemu, memberikan pernyataan serius akan siksaan batin selama ini yang membelenggu. Bukan sekedar dalam film, ini kenyataan bung!

Ketika kata tak sanggup lagi menggambarkan betapa ingin melayangnya diriku ini, ketika seluruh bunga terindah tak lagi sanggup merefleksikan hatiku kini, ketika seisi dunia seakan kuraih. Aku kini mengalahkan kegembiraan yang dirasa Adam ketika bertemu kembali dengan Hawa, ketika Schumacher juara dunia, ketika pangeran Charles melamar lady Diana. Ah tak ada apa-apanya…

Sungguh bodohnya aku karena tak menyadari kau pun menyimpan rasa yang sama selama ini. Huh!

2. Bukan maksud menghakimi, ku hanya berada di situasi yang seakan ingin mati.

Advertisement

situasi seakan ingin mati via https://encrypted-tbn3.gstatic.com

Bukannya membuka gerbang harapanku yang selama ini tertutup, ternyata kejujuran yang kuutarakan malah membuat kekecewaanmu meletup. Aku bertanya-tanya kepada tuhan, apakah kau tak suka dengan jalan cerita yang ingin kubuat hingga kaupun menambahkan jalan kecil menyimpang dalam hidupku?

Entah dari manda datangnya, seseorang yang membuatku tak dapat bicara, yang kini ikut menjajaki hatiku yang sebetulnya sudah penuh sesak oleh kehadiranmu.

Oh tuhan, maafkan aku karena telah menghujamimu beribu cerca dalam doa dikala ku menghamba. Tapi kenapa kau harus memberiku dua pilihan yang membuatku berfikir ingin mati saja, daripada mebuat hati keduanya pedih.

3. Kini kaupun jauh, hingga sulit untuk ku rengkuh.

kau pun sulit untuk ku rengkuh via http://auto.img.v4.skyrock.net

Kusadari bahwa kini hatimu telah hancur menghambur ke udara dingin diluar sana. Oh ingin rasanya kupunguti butiranmu yang masih terlihat oleh kacamata batinku, yang menuntunku untuk tetap bersamamu bagaimanapun caranya.

Tapi apa yang kudapati, jurang yang dalam dan jaraknya berkilo-kilo jauhnya, dengan berbagai macam duri yang menghiasi tiap dindingnya. Kau telah mengudara terombang-ambing dibawa angin yang mengajakmu untuk pergi jauh ke ufuk sana. Sulit rasanya diriku ini untuk menemukan kata maaf darimu, laksana mencari sebulir padi dalam tupukan jarum suntik berkarat dalam kolam lumpur.

4. Tahukah kau wahai pujaanku, aku kini tersudut dihantui kesalahan masa lalu.

dihantui kesalahan masa lalu via http://i.kinja-img.com

Aku yang kini telah sendiri lagi hanya bisa memandangimu dari jauh, rindu rasanya dikala semua tak terjadi apa-apa. Obrolan hangat kita dikala senja tentang kerasnya dunia, keluh kesahmu akan mata kuliah yang membuatmu membisu, tawaran manisku untuk memberimu kursus kilat dalam seminggu. Semua itu hanya kenangan masa lau.

Kini yang ada dipikiranku tak lain hanyalah rasa sesal yang terus menggelayuti rongga-rongga di dada. Ingin rasanya aku meledak! Kucaci maki dinding kamarku, kutendang, kupukul hingga tanganku mengeluarkan cairan merah kental, agar batinku bisa lebih tenang. Tapi percuma, semuanya tetap menghantui tiap malam tiba, membuatku seperti orang gila.

5. Segalanya mungkin telah kulalui, hanya tuk buatmu percaya kembali.

hanya tuk buatmu percaya lagi via http://www.psychicsuniverse.com

Mata yang hitam lebam serta tangan yang dipenuhi luka ku tahu tak akan mengubah keadaan seperti semula. Kucoba untuk memberanikan diri menangkap bayangmu dengan harap suatu hari nanti, setelah keberanianku terkumpul kembali, aku dapat menyapamu dengan segala kerendahan hati.

Demi menemukan kepercayaanmu kembali, aku telah melakukan segala yang aku mampu. Kau tahu, aku rela bersakit hanya untuk memberimu sedikit senyum. Aku hampir dihadapkan dengan maut ketika ku berjuang untuk dapat melihat lesung pipimu muncul ketika ku berhadapan denganmu.

Aku bisa mengesampingkan kepentinganku sendiri agar aku mendapati kepuasanmu setelah apa yang kulalui. Aku mau menyisihkan jatah bulananku hanya agar dapat membuatmu kenyang, sedangkan aku tidak.

Yakinlah hai pujaanku, diriku ini telah berjuang sekuat tenaga agar kau dapat menerima kehadiranku kembali di hidupmu.

6. Dan akhirnya aku hanya bisa menunggu, sembari menapaki diriku yang baru.

menjajaki diriku yang baru. via http://cdn-media-2.lifehack.org

Mungkin tuhan sedang menghukumku begitu beratnya, hingga kudapati diriku berada dalam puncak tertinggi kemungkinan untuk menyerah. Mungkin kini kau telah terlanjur bosan dan kecewa padaku ini yang telah membuat lubang besar dihatimu. Mungkin juga kau telah menemukan yang lain, yang cocok sebagai penggangganti yang dapat menambal hatimu yang penuh retak.

Aku kini sadar, mempelajari satu hal:

kau baru akan menyadari seberapa berharganya seseorang, setelah orang tersebut pergi meninggalkanmu.

Ya, aku kini sangat menyesal akan kebodohanku dimasa silam. Setiap saat aku berkhayal, jikalau tuhan mengizinkanku kembali ke masa itu, maka aku bersedia untuk dikurangkan umurku sebanyak tahun yang telah kulalui.

Tapi yang bisa kulakukan sekarang hanyalah menunggu. Menunggu kau agar dapat membuka hati saperti dulu, sembari aku berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih dewasa agar kelak ketika kita dipertemukan kembali kau akan mendapatikau sebagai manusia yang berbeda. Satu yang pasti, doaku akan selalu mengiringimu selalu, demi kesuksesannmu wahai kasihku.