Pagi ini ku bangun dengan rasa jengah yang membuat tangan dan kaki serta badan tak ingin beranjak dari tempat tidur untuk menjalankan kewajiban yang sedikit memuakan . Tapi ah sudahlah kali ini aku bukan menulis tentang itu , tapi ini teruntuk kamu yang sudah lama ingin aku bertemu.

Hai kamu bagaimana kabarmu ? sudah lama aku ingin menulis surat ini untukmu , dari dulu . Kau tahu malam tadi aku mempikanmu . kata orang bilang jika seseorang hadir di mimpi kita berarti orang tersebut sedang rindu terhadap kita. Haha itu lucu bukan ? kenapa karena ku tahu bahwa dirimu sekarang mungkin sudah bahagia dengan pasangan barumu. Jadi untuk apa kau merindukan ku bukan ?

 

1. Entah aku harus menyebutmu apa. Mantan, sahabat atau bahkan sekedar teman kah ?

entah aku harus memanggilmu apa ?

entah aku harus memanggilmu apa ? via http://blogspot.com

Sampai detik ini bahkan aku tak tau harus memanggilmu apa, kita sama-sama mengenal dan saling berhubungan sampai beberapa waktu yang berjalan. Kau perlu tahu , aku tidak akan bersedih untuk hubungan kita yang harus di sudahi . Tapi sampai saat ini masih banyak tanya di kepala tentang kamu yang tiba-tiba menghilang tanpa mengucap selamat tinggal. Bahkan aku harap setidaknya kamu memberikan alasan yang masuk akal yang dapat di terima telinga hingga aku tak begitu bertanya-tanya.

2. Kalau Boleh Memilih Aku Ingin Tak Mengenalmu Dari Awal Karena Ternyata Kau Hanya Membuat Luka yang Terjal

semua perlahan berubah

semua perlahan berubah via http://blogspot.com

Pertama kali kau datang dalam kehidupan ku yang saat itu seolah di tikam hampa dan jenuh. Kau begitu membuat simpati ku terjatuh padamu dari sekian laki-laki yang coba merayu. Kau begitu membuatku tak menghiraukan lagi apa standarku. Saat kita bertatap mata seolah kau mengatakan sesuatu bahwa kamu adalah akhir pencarianku. Di awal-awal hubungan kau selalu bisa mengukir senyum dan tawa di wajah . entah kenapa semua perlahan berubah . Hari-hariku tak lagi di isi dengan perhatianmu  walau hanya sekedar personal message yang mengucapkan selamat malam sebelum mata terpejam, menanyakan kabar dan mengingatkan jangan lupa makan.

3. Saking Kreatifnya Aku Hingga Salah Dalam Berprasangka Tentang Mu

prasangka yang ternyata salah

prasangka yang ternyata salah via http://blogspot.com

Selepas tak lagi bersama diriku seperti berhenti semantara. Barang kali ini ujian dari Nya untuk aku lebih kuat setelahnya. Walau tak semudah untuk kembali percaya menerima rasa kasih dan cinta . sebagai manusia yang masih dalam tanda tanya mencoba menerka-nerka apa yang sedang terjadi pada rasa. menghapus semua prasangka agar aku terlihat” baik-baik saja”. Tapi semua itu percuma , rasa luka yg ada slalu menghujam dada dan jiwa. Kerena ternyata kau sibuk mengenggam tangan manusia lainya. Penilaianku yang dulu seolah kau adalah pria berbeda di antara pria lainya kini musnah sudah

4. Wajar Jika Aku Kecewa dan Menangis Di setiap Sela-sela Malamnya, tapi Kau Jangan Berbangga Karena Itu Hanya Sementara

wajar kan ...

wajar kan ... via http://blogspot.com

Malam-malam ku terasa menyiksa, selalu ada air mata yang jatuh ke pipi hingga dagu. Aku seolah di tipu dunia , wajar jika aku kecewa karena kamu tak pernah menghargai tulusnya cinta . Jika kamu membaca suratku ini yang seolah mengharu dan mungkin lucu menurutmu . bahkan jika melihat status di media sosialku seolah merana dan tak bahagia, jangan berbangga dulu bahkan kadar rasaku tak setinggi waktu itu . tak terlampau lama aku mendrama karena akhirnya lakon mu membuatku membuka mata bahwa kamu tak sebaik yang ku kira.

 

5. Mungkin Aku Tak Serapuh Saat Tak Lagi Bersamamu , Kini Aku Mampu Berdiri Walau Harus Terseok-seok Lebih Dulu

aku berhasil menata hati kembali

aku berhasil menata hati kembali via http://facebook.com

Mungkin semesta tak mengamanini kita untuk merajut asa bersama-sama. Tentang deretan kisah yang kita lakoni bersama biarlah menjadi cerita masa lalu yang pilu. Walau ada sedikit tanya yang mengaung di kepala, ingin aku melontarkan tanya apa mengapa dan bagaimana bisa ? kamu menghilang dengan seenaknya, bukan karena aku masih mengharap bersatu tapi hanya ingin sekedar tahu . Sampai detik ini, masih ada banyak pikiran yang menerka-nerka karena kamu yang pergi secara tiba-tiba, mungkin aku yang tak bisa menjadi wanita yang kau mau, ataukah kamu yang begitu mudahnya berlari menjalin kasih yang baru. Ini bukan perkara mengungkit masa lalu atau berharap ada maaf yang terucap dari mulutmu. Bahkan aku tak semengharap itu. Sebagai wanita kuat dan tangguh aku sudah mampu menata hati kembali yang tadinya rapuh karena di kacaukan olehmu. Sekali lagi yang perlu kau ketahui, aku tidak akan berkutat dengan waktu hanya untuk membuang air mata dan tenaga demi lelaki macammu.

dariku yang pernah menitipkan hati padamu