Aku ingin kamu tahu, aku menuliskan ini bukan karena aku masih mengharapkanmu kembali. Ini bukan karena aku masih menyimpan rasa. Namun ketahuilah, sikapmu dulu pernah membuatku terjatuh dalam lubang luka yang dalam. Aku bersumpah! Kamu tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya dihancurkan. Kamu tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya berharap dalam hal yang tidak pasti. Kamu juga tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya apa yang kurasakan dahulu.

1. Sosokmu yang berbeda membuatku percaya.

Kau buatku percaya via http://lifehack.com

Kita sudah lama saling mengenal. Bahkan sejak kita berada di bangku sekolah dasar, kita sudah berteman. Tak ada rasa canggung. Semuanya berjalan lancar layaknya persahabatan. Sampai pada akhirnya, rasa itu timbul. Rasa yang sebenarnya kutunggu. Pada akhirnya, kamu pun memintaku untuk bersamamu. Sikapmu yang berbeda membuatku percaya akan kebahagiaan yang kamu tawarkan.

Kamu yang selalu saja menyelipkan tawa di setiap rasa kesalku terhadap yang lain, membuat cinta ini tumbuh setiap harinya. Hingga pada akhirnya membesar layaknya sebuah pohon rindang yang dihinggapi oleh burung-burung, yang berharap sarang yang mereka buat tetap terjaga dan aman. Hingga aku lupa bahwa setiap orang berpotensi bisa menyakiti. Namun, apakah cintaku terjaga dengan aman? Tidak!

Kamu menghancurkannya dengan sesuka hatimu. Pernahkah kamu berfikir sebelum menghancurkanku? Tidak, kan?

2. Aku tertipu akan sikapmu yang diam dalam gelisahku.

Advertisement

Aku tertipu olehmu via http://hcblusukan.com

Tepat pada malam hari, saat aku sedang menunggumu segera menghubungiku setelah kita tak berbicara selama tiga hari. Tidakkah kamu merindukan suaraku saat itu, sehingga kamu tak hadir dalam gelisahku menunggu?

Namun hari demi hari, kamu berubah. Setelah berbulan-bulan bersama, menciptakan cerita-cerita indah, kamu berubah 180­ derajat. Kamu menjadi sosok yang tak pernah kukenali sebelumnya. Perkataanmu saat itu sudah mulai tak bisa kupercaya. Ada apa dengan dirimu? Ada yang lain kah?

Ya, benar saja! Pada akhirnya, apa yang selama ini menjadi ketakutanku, datang menghampiri tanpa ijin. Kamu akhirnya memutuskan untuk mendua. Aku tertipu dalam gelisahku. Aku yang berharap tidak terjadi apa-apa, malah sebaliknya. Aku hancur dan menangis tanpa jeda. Kamu bahkan menjadikanku alasan. Kamu mengatakan perhatianku tidak pernah ada. Aku tidak pernah bisa mengerti dirimu. Aku sama sekali tidak mengerti pernyataanmu itu.

3. Sempatku percaya bahwa aku tidak berhak bahagia.

Kupikir, ku tak pantas bahagia via http://balasevizam.com

Tuluskah cintanya terhadapku?

Pertanyaan itu selalu saja muncul di hari-hari pertama, saat aku mengetahui bahwa kamu memiliki yang lain. Bolehkah aku tahu apa yang sebenarnya di dalam pikiranmu saat memutuskan untuk mendua? Apa yang sebenarnya telah kulakukan sehingga kamu dengan mudahnya mendua? Tidakkah kamu tahu bagaimana rasanya dihancurkan? Hari-hariku hanya dipenuhi dengan diam, air mata, gelisah, dan tidak pernah ikhlas menjalani hari. Hingga kini, rasa takut itu selalu bersarang.

Sempatku percaya bahwa aku memang tidak berhak untuk bahagia. Seluruh hati telah kupersembahkan hanya untukmu. Namun hatimu dipersembahkan untuk yang lain. Semudah itukah kamu berpaling? Sikapku juga tidak pernah benar di matamu. Kamu bahkan mengatakan padanya, bahwa aku hanyalah seorang gadis gila yang mencoba merebutmu darinya.

Aku semakin tidak mengerti. Kamu yang memang berniat mendua atau memang dia yang mencoba merebutmu dariku? Atau memang kalian sudah sepakat untuk menghancurkanku saat itu?

4. Aku mulai menyadari bahwa kamu memang harus kulepas.

Aku harus membiarkanmu pergi via http://kanikadhameja.wordpress.com

Kini aku ikhlas. Aku merelakanmu bahagia dengannya. Aku tidak mau menahanmu yang memang tidak ingin dipertahankan. Aku tidak ingin kamu terus menyakitiku. Aku tidak ingin kamu terus memakiku dengan kata-kata kasarmu. Cukup sampai di sini sajalah telingaku menampung itu semua. Cukup sampai di sini saja, hatiku menangis menjerit karenanya.

Aku sadar bahwa kamu memang harus kulepas. Sempat terlintas dalam pikiranku untuk berbalas dendam. Namun aku harus membuang pikiran itu. Pikiran itu hanya semakin menyiksa batinku yang sudah disiksa. Aku ingin kau tahu, bahwa aku bisa tanpamu. Masih banyak hal yang harus kukejar di sana.

5. Maafkan aku yang tidak bisa membuka hati lagi untukmu.

Aku tidak mencintaimu lagi via http://playbuzz.com

Kini aku tidak menyalahkanmu dalam kenangan buruk yang pernah kualami bersamamu. Memutuskan untuk bersama yang lain adalah hakmu. Namun aku ingin kamu tahu, bahwa hatiku tak berhak disakiti oleh siapapun termasuk kau. Sejujurnya, aku sempat bahagia saat hubunganmu dengannya hancur. Kamu mulai menyadari bahwa yang terjadi di antara kalian berdua bukanlah cinta yang sesungguhnya.

Setelah kamu tak lagi bersamanya, kamu beralih kepadaku. Kamu memintaku untuk kembali kepadamu. Jelas aku tidak bisa! Aku telah bersama yang lain, yang memang memampukanku untuk melupakanmu walau kini kami tak lagi bersama. Aku tak akan pernah lagi kembali ke pelukanmu. Cinta yang pernah ada telah terbuang bersama air mata, yang juga pernah terbuang dahulu.

Cukup sampai di sini saja aku tersakiti karenamu. Ijinkan aku bahagia dengan yang lain. Aku tidak percaya ada cinta yang tulus lagi darimu, meskipun kita telah menjalin komunikasi yang baik setelah bertahun-tahun tidak bersama lagi.

6. Kumohon, cintailah dia yang kini bersamamu dengan sepenuh hati.

Cintailah dia dengan tulus via http://rapidlikes.com

Kudengar kamu sudah memiliki kekasih. Ya, aku senang mendengarnya. Kudengar juga bahwa kamu memang mencintainya dengan tulus. Kamu memang harus melakukannya. Cukup aku sajalah wanita yang hancur hatinya karena kamu. Karena kamu tidak pernah tahu bagaimana rasanya jadi aku saat itu. Sumpah demi apapun, aku memohon. Cintailah dia sepenuh hatimu! Karena cinta tidak pernah berbagi. Tidak akan ada wanita yang sanggup melihat prianya bersama yang lain.

Dari aku, yang dulu hatinya dihancurkan.