Di akhir masa sekolah, ada sesuatu yang luar biasa terjadi pada diriku. Sesuatu itu adalah kamu. Iya, kamu yang berlari-lari dalam kepala. Meski kamu belum tentu sudi menerimaku, tetapi izinkanlah aku untuk mencurahkan rasa lewat tulisan sederhana ini, yang bahkan mungkin tak akan pernah sempat kau baca.

Kisah masa lalu yang menyematkan kenangan tak mengenakkan, semakin membuatku menahan diri untuk jatuh hati lagi. Untuk mengubur rasa kecewa itu, kubunuh waktu dengan tenggelam dalam kesibukan. Aku larut dengan berbagai kegiatan yang kubuat nyaman dengan dinginnya perasaan. Meski ada beberapa orang datang dan ingin menawarkan kisah percintaan, semuanya kutanggapi dengan dingin perasaan.

Tapi, kini benteng pertahanan itu telah kau runtuhkan seketika dengan kehadiranmu yang sebetulnya cukup biasa saja

 

1. Pertemuan kita yang begitu singkat membekas dengan sangat.

Masih ingatkah impian kita?

Masih ingatkah impian kita? via http://hizbut-tahrir.or.id

Tak pernah terbayangkan memiliki cinta yang begitu dalam. Belum pernah ada seorang pun yang kehadirannya begitu kurindukan. Jadi, begitu terasa saat dirimu tiba-tiba ada. Harus terseling waktu sebelum aku benar-benar terbiasa.

Jika dibandingkan dengan sosok lain, kurasa kamulah satu-satunya yang paling istimewa. Bahkan dari segi fisik, materi, atau pun kemapanan, kamu tak memiliki kelebihan yang begitu terkira. Namun, hanya dengan dirimu kembali kurasakan cinta. Sebuah perasaan yang sepertinya sudah terkunci sekian lama. Bahkan kunci pintunya pun sudah lupa kusimpan di mana.

Seiring berjalannya waktu, kini dirimu pergi ke suatu tempat untuk melaksanakan study dan menghilang tanpa kabar. Tetapi karena ada rasa sayang dan semangat yang begitu besar menyelinap di jiwa, apalagi setiap kali mengingatmu tentang pertemuan kita yang hanya sebentar itu.

2. Tahukah bahwa kamu adalah pemicu semangatku?

Semangat

Semangat via http://facebook.com

Saat kamu menghilang begitu saja, aku selalu memikirkanmu setiap waktu. Aku selalu ingat komitmen yang aku ucapin ke kamu waktu itu. Aku berubah 360 derajat. Semenjak itu, aku yang dulunya adalah orang yang gemar menaruh perhatian terhadap wanita sekarang menjadi orang yang anti wanita. Kecuali sama kamu karena hati ini sudah menentukan pilihannya kepadamu.

Untuk memperjuangkan kamu, aku harus sukses dahulu. Kini aku sangat sibuk mengejar mimpiku dengan segala ambisi adalah agenda harian yang tak pernah terpungkiri. Bagiku, hidup adalah proses perubahan yang tiada henti untuk membentuk diri menjadi pribadi yang lebih berarti. Setengah mati aku menyingkirkan urusan cinta ini sejenak. Tidak ada gunanya untuk menghabiskan waktu menjadi penghamba cinta jika tanpamu.

"Dear you, I may be thousand miles away but you're still the first thing on my mind."

3. Harus kuakui, jatuh cinta padamu adalah realita yang tak pernah kurencanakan sebelumnya.

Sama seperti datangnya rezeki, aku hanya bisa menerima dan bersyukur atas segala ketentuan-Nya. Rasa cinta ini adalah bagian dari Maha Rahman dan Rahim-Nya. Aku merasa sangat bahagia karena akhirnya masih bisa merasakan cinta. Namun, di satu sisi yang lain ada pertanyaan yang tersimpan dan sejujurnya ingin sekali aku tanyakan kepadamu.

“Apakah kau disana menyimpan rasa yang sama?”

4. Saat ribuan pertanyaan tentang perasaan yang terus berlarian di pikiran.

Diam-diam, mulai kurangkai indah dalam doa. Rangkaian indah yang khusus kumunajatkan kepada Tuhan. Agar Dia yang lebih berhak menjawab semua rasa cinta. Dan semoga engkau mempunyai rasa yang sama. Semoga engkaulah yang telah dipersiapkan sebagai pasangan jiwaku. Sepanjang usia hingga nanti kita berada di surga.

5. Jika waktu itu sudah tiba, akan kupastikan aku siap dengan tangan terbuka.

I miss you

I miss you via Http://iwantcover.com

Kebaikan dan kesederhanaanmu yang membuatku jatuh cinta, sudah sepatutnya disambut dengan suka cita. Terima kasih telah menghadirkan dunia cinta yang tak pernah kuduga sebelumnya. Kamu adalah kejutan dari Sang Pencipta yang sebenar-benarnya.


Dariku yang selalu menyebut namamu dalam doa.