Masih sama..

Untukmu  yang telah memberi cahaya di dalam hidupku.

Menerangiku..

Meski kau sendiri tak nampak dalam pandangan mataku.

Selalu menghadirkan semangat yang terus membaru dari waktu ke waktu

Wahai Adamku..

 

 

 

1. Betapa aku sangat merindukanmu

Aku tak sabar menceritakan banyak hal padamu, sesekali marah padamu karena tak dapat  kabar darimu. Aku akan membumbui hari harimu dengan pesan singkat yang tak pernah lewat dari waktu ke waktu dan yang tak lupa mengingatkan waktu sholat, waktu makanmu serta agar tak lupa membawa jas hujanmu, "ini sudah musim hujan sayang", ah itu sungguh seperti mimpi. Sebenarnya, engkau di mana? Sudut kota, dalam kota, tengah kota atau bahkan pinggiran kota. Pikirku lelah mencari carimu. 

2. Setiap tengadah tangan selalu tak lupa doa untukmu

Berdoa kepada ALLAH

Berdoa kepada ALLAH via http://orangtuamuslim.com

Ku terus bersabar menantikan waktu yang ditentukan Tuhan, untuk kita dipertemukan

Meskipun aku lelah memikirkan, mengapa yang lain telah dipertemukan dengan usia yang sama denganku. Namun aku belum, adakah yang salah dengan diriku apakah aku yang terlalu sempurna dalam mengingankanmu atau aku memang belum pantas untuk mendampingimu.

Wahai Adamku..

Tak pernah kucukupkan doa ini.

Tapi.. 

Aku cukupkan penawar rindu dengan semua isi doa doa ini yang harus sampai padamu.

Aku ingin Belajar islam lebih dalam, tentunya bersamamu.

Agar apa yang kita anggap tidak jelas itu menjadi jelas.

Islam adalah kedamaian. Islam adalah keindaahan dan mendalami bersamamu adalah harapan.

Aku ingin menjadi tempatmu pulang.

Aku ingin jadi alasanmu tersenyum saat keadaan mengharuskanmu menangis.

Aku ingin jadi yang halal untukmu.

Aku ingin hidup denganmu.

Aku tidak tak sabar lagi.. tak sabar lagi sayang.

3. Aku terus berprasangka baik

Mengelola Pikiran positif

Mengelola Pikiran positif via http://media.shafira.com

Yang aku tahu bahwa ALLAH seindah prasangka kita, Itulah kunci dimana semua lelahku menanti selalu merasa terganti , aku tak hanya sibuk dengan bayanganmu tapi aku sibuk pula mempercantik hatiku, mempercantik sikapku dan hidupku untuk nanti kita bertemu. Aku percaya bahwa cintamu nanti seluar biasa cintaku. Bukan hutan belantara tapi benar benar taman bunga yang indah , yang mewangi, yang mewarna yang menyambut kita. Aku selalu terjaga , kuat dan tengah belajar bersahaja.. meski sendiri dalam ruang kehampaan yang penuh makna ini.

Aku tak mungkin terus meratapi pedihnya luka karena sendiri.

Jika pasti nanti akan saling mencintai.

Aku hentikan drama kesediahanku.

Aku takkan terus mendrama atas apa yang sedang ku alami dengan dalil-dalil kesediahanku.

 Setiap doa-doaku adalah penyembuh.

4. Waktu akan menjawab

Sesuatu yang tak akan pernah kembali dalah waktu, tapi sesuatu yang akan menjawab adalah waktu.

Meski tak ku lalui bersamamu, tapi nanti akan ku habisakan bersamamu.

Siapapun engkau , aku tak pernah berharap kau pangeran sempurna yang membawa kuda putih untukku, atau raja yang memberiku mahkota dari intan dan permata.

Kamu adalah yang sama dengan diriku. Karena..

Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)

5. Aku terus menjaga dan terjaga

Aku di sini terus menjaga dan terjaga.

Meredam semua rasa dengan doa yang tak pernah terhenti.

Sampai dengan nanti..

nanti.. yang tak ku ketahui.

Aku adalah Hawa yang begitu menggilaimu Adam.