Dulu kita sepasang kekasih yang berpisah karena perbedaan yang tak terdamaikan. Bukan kamu yang buruk atau aku, hanya ketidakcocokan saja. Ibarat puzzle, keping-keping kita tak saling bertaut. Kita punya mimpi-mimpi besar yang dalam perjalanan, kita berselisih jalan. Hanya seperti kisah Sebastian dan Mia di film La La Land yang terpisah karena saling menyisih untuk menggapai mimpi masing-masing.

Ada yang bilang, kedewasaan seseorang bisa diukur dari cara mereka memperlakukan mantan. Tapi lebih dari itu, aku tak mau dianggap hanya karena ingin dibilang dewasa, maka tetap berteman denganmu. Perpisahan kita bukan karena pengkhianatan. Tak ada yang disakiti. Nah, karena itu, aku dan kamu bisa tetap berteman dan berkomunikasi sesekali jika ada waktu. Hubungan dua insan yang saling mendukung, meski tak intens seperti dulu. Karena aku dan kamu bukan lagi satu. 

Di jalan masing-masing ini, kamu menemukan jodohmu yang lain. Aku pun masih mencari dengan penuh pertimbangan karena tak ingin kembali gagal. Pertemanan kita pun tak selalu mulus karena kekasih barumu tak memahami bahwa aku hanyalah sebuah masa lalu. 

 

1. Kekasihmu mulai cemburu saat aku dan kamu saling berkabar pesan di WhatsApp. Meski wajar saja komunikasi masih terjadi. Bukankah kita telah saling mengenal cukup lama?

kita seharusnya masih bersahabat

kita seharusnya masih bersahabat via http://pixabay.com

Kekasihmu tak mengerti kalau aku dan kamu sudah saling mengenal sejak lama. Sehingga wajar jika masih ada banyak bahan yang bisa kita komunikasikan via media sosial atau sekadar whatsapp-an. Teknologi memang menawarkan kemudahan komunikasi walau kita semakin jarang jumpa. 

Komunikasi kita hanya soal yang ringan-ringan saja. Dari soal kabar keluarga, perkembangan kuliah sampai masalah sosial. Kadang-kadang kita berdebat soal jagoan dalam pilkada dan hal-hal yang hangat diperdebatan di medsos. Kita anak kuliahan, ada banyak topik yang bisa dibahas bersama. 

Ketimbang cemburu padaku, bersabarlah menjalani proses untuk lebih mengenalmu. Itu hanya soal waktu saja.

2. Masa lalu tak layak dicemburui. Bukankah yang penting pada masa kini dia yang bersamamu?

bukan aku yang di sisimu

bukan aku yang di sisimu via http://www.sinopsisfilmbioskopterbaru.com

Mungkin karena kabar-kabar hubungan kita yang dulu begitu serius, kekasihmu itu kini cemburu pada masa lalu kita. Masa lalu biarlah berlalu meski tak bisa dibuang jauh-jauh sama sekali. Aku sendiri tak mengharapkanmu lagi dan cintapun telah sirna sejak lama. 

Kekhawatiran "cinta lama bersemi kembali" (CLBK) di antara kita berdua seharusnya yang dibuang jauh-jauh. Tak ada gunanya cemburu karena yang paling penting memperjuangkan hubungan kalian sekarang. Ketimbang sibuk bertanya dan membanding-bandingkan diri dengan mantan lebih baik fokus menata hubungan. Saling mengenal dan memahami adalah kunci. 

3. Cemburu itu merusak hubungan itu sendiri. Membayangkan sesuatu yang tak terjadi

cemburu hanya menambah beban hubungan

cemburu hanya menambah beban hubungan via https://pixabay.com

Kecemburuan itu membuat kekasihmu menjadi posesif dan sibuk menyelidiki aku. Sering menelpon yang membuatmu kehilangan ruang buat dirimu sendiri. Sedangkan aku, dianggap ingin merebut kamu dari dirinya. Dia pun curhat ke mana-mana. Kalau sudah begini, lama-kelamaan aku akan dianggap perusak hubungan orang. Padahal, aku tak ada pikiran apa-apa. Hidupku yang tenang pun menjadi "rusak" karena kecemburuannya. 

Di dalam pikirannya selalu ada "jangan-jangan" dan kegelisahan kalau-kalau kita bertemu dan jalan bersama. Apa salahnya kita masih bertemu sesekali untuk sekadar ngobrol dan bergembira bersama, kamu bisa mengajaknya sekalian, bukan?

4. Kepercayaan hilang, sampai password Facebook dan media sosial lain pun harus kamu serahkan ke dia.

cemburu berlebihan

cemburu berlebihan via http://liputan6.com

Dia selalu menuntut pembuktian dari urusan minta foto kamu sedang berada di mana sampai akhirnya meminta detail akun Facebook dan Twitter. Dia menjadi sangat kekanak-kanakan dan tak menghargai privasimu. Dalam kondisi seperti itu, hubungan kalian tak ada kepercayaan lagi. Kalau sudah begini, kamu pun kehilangan ruang dan kepribadian. Dia mengancam putus karena ragu dan curiga. 

Aku menjadi semakin tak enak karena menjadi biang dari pertengkaran kalian. Aku sendiri menjadi ragu dengan pertemanan kita yang hanya membawa masalah. 

5. Kalau sudah begini, kita tak perlu ada komunikasi lagi. Aku tak mau dituding merusak hubungan kalian.

aku pergi demi kebaikan kita

aku pergi demi kebaikan kita via http://www.jual-apartemen.com

Yah, apa boleh buat, kita tak perlu berteman lagi. Tadinya aku pikir, meski putus silaturahmi mesti dijaga. Tapi itu tak mungkin, karena pacarmu yang sekarang cemburu pada masa lalu kita. Aku pergi bukan karena tak ingin berteman lagi. Ada banyak hal yang perlu kita jaga, perasaannya, hubungan kalian dan nama baikku.  

Biarlah kita menjalin kehidupan masing-masing tanpa perlu saling menghubungi lagi. Mungkin di lain waktu saat keadaan sudah mengizinkan, kita bisa menyambung tali silaturahmi kembali.