Allah SWT berfirman di dalam QS. An-Nisa' (4): 103

Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah saat berdiri, duduk, dan berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.

Kita mungkin pernah bertanya-tanya mengapa shalat harus dikerjakan sebanyak lima kali sehari-semalam dan sebaiknya dikerjakan di awal waktu? Jawaban atas pertanyaan itu sangat terkait dengan rahasia di balik waktu-waktu di mana kita diperintahkan untuk mengerjakan shalat-shalat tersebut. Rahasia itu terungkap berdasarkan beberapa penilitian dan pengamatan para pakar di bidangnya.

Setiap peralihan waktu shalat sebenarnya bersamaan dengan terjadinya perubahan energi alam yang dapat diukur dan dirasakan melalui perubahan warna alam. Perubahan warna alam adalah sesuatu yang tidak asing bagi mereka yang akrab dengan dunia fotografi.

 

1. Waktu Shalat Subuh

Energi Alam Pada Waktu Shalat Subuh

Energi Alam Pada Waktu Shalat Subuh via http://4.bp.blogspot.com

Pada waktu Subuh, alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersesuaian dengan frekuensi tiroid (kelenjar gondok).

Dalam fisiologi, tiroid memiliki pengaruh terhadap sistem metabolisme tubuh manusia. Warna biru muda juga mempunyai rahasia tersendiri berkaitan dengan rezeki dan cara berkomunikasi. Mereka yang masih tertidur pulas pada waktu Subuh akan menghadapi masala rezeki dan komunikasi. Hal ini terjadi karena tiroid tidak dapat menyerap tenaga biru muda di alam ketika ruh dan jasad masih tertidur. Pada saat adzan Subuh berkumandang, tenaga alam ini berada pada tingkat optimum. Tenaga inilah yang kemudian diserap oleh tubuh kita terutama pada waktu ruku' dan sujud.

2. Waktu Shalat Zuhur

Energi Alam Pada Waktu Shalat Zuhur

Energi Alam Pada Waktu Shalat Zuhur via http://1.bp.blogspot.com

Ketika memasuki waktu Zuhur, warna alam menguning dan berpengaruh terhadap perut dan sistem pencernaan manusia secara keseluruhan. Warna ini juga memiliki pengaruh terhadap hati. Di samping itu, warna kuning juga mempunyai rahasia yang berkaitan dengan keceriaan seseorang. Jadi, mereka yang selalu ketinggalan atau melewatkan shalat Zuhur berulang-ulang kali akan menghadapi masalah dalam sistem pencernaannya serta berkurang keceriannya.

3. Waktu Shalat Ashar

Energi Alam Pada Waktu Shalat Ashar

Energi Alam Pada Waktu Shalat Ashar via https://alikhwanumrahaj.files.wordpress.com

Saat Ashar, warna alam berubah menjadi oranye. Hal ini memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap kondisi prostat, uterus, ovary, testis, dan sistem reproduksi secara keseluruhan. Warna oranye di alam juga bisa mempengaruhi kreatifitas seseorang. Orang yang kerap tertinggal waktu Ashar akan menurun daya kreatifitasnya. Di samping itu, organ-organ reproduksi juga akan kehilangan energi positif dari warna alam tersebut.

4. Waktu Shalat Magrib

Energi Alam Pada Waktu Shalat Magrib

Energi Alam Pada Waktu Shalat Magrib via http://1.bp.blogspot.com

Menjelang Magrib, warna alam berubah menjadi merah. Pada waktu ini, kita kerap mendengar nasihat orang-orang tua agar kita tidak berada di luar rumah. Nasihat tersebut ada benarnya karena saat Magrib tiba, spektrum warna alam selaras dengan frekuensi jin dan iblis.

Pada waktu ini, jin dan iblis amat bertenaga karena mereka beresonasi atau ikut bergetar dengan warna alam. Mereka yang sedang berada dalam perjalanan sebaiknya berhenti sejenak dan mengerjakan shalat Magrib.

Hal tersebut lebih baik dan lebih aman karena pada waktu ini banyak interferens atau tumpang tindihnya dua atau lebih gelombang yang berfrekuensi sama atau hampir sama dan dapat menimbulkan fatamorgana yang dapat merusak penglihatan kita.

5. Waktu Shalat Isya'

Energi Alam Pada Waktu Shalat Isya'

Energi Alam Pada Waktu Shalat Isya' via https://www.kstar-mp3.us

Ketika masuk waktu Isya', alam berubah menjadi nila dan selanjutnya menjadi gelap. Waktu Isya' menyimpan rahasia ketentraman dan kedamaian yang frekuensinya sesuai dengan sistem kontrol otak. Mereka yang kerap ketinggalan waktu Isya' akan sering merasa gelisah.

Ketika alam diselimuti kegelapan malam, kita dianjurkan untuk mengistirahatkan jiwa dan raga. Dengan tidur di waktu itu, kondisi jiwa kita berada pada gelombang delta dengan frekuensi dibawah 4 Hz dan seluruh sistem tubuh memasuki waktu istirahat.

Demikianlah hubungan waktu shalat dengan warna alam. Pada hakikatnya, shalat di awal waktu berguna untuk menyerap tenaga alam ke dalam sistem tubuh. Sebagai umat islam, kita patut bersyukur telah dikaruniai ritual ibadah yang luar biasa ini sehingga tidak perlu memikirkan bagaimana menyerap tenaga yang ada di alam. Hal ini seharusnya menyadarkan kita bahwa Allah SWT mewajibkan shalat atas dasar kasih dan sayang kepada hamba-Nya.