Phnom Penh merupakan ibu kota negara Kamboja. Disinilah pusat pemerintahan dan ekonomi berada. Kota ini berdiri sejak abad 15, dan baru menjadi ibu kota pada abad ke 17 menggantikan Angkor Thom. Masih banyak sisa-sisa sejarah dari era kerajaan sampai Rezim Khmer di kota ini. Tidak butuh waktu panjang untuk bisa menjelajahi kota yang pernah mendapat julukan “Pearl of Asia”. Berencana mengunjungi, transit, atau sekedar penasaran dengan kota ini? kamu bisa pergi ke tempat-tempat ini, sekaligus belajar sejarah atau melihat bangunan-bangunan unik di kota ini.

1. Choeung Ek Genocidal Center: Salah Satu Ladang Pembunuhan Terbesar di Kamboja

Jarak museum ini cukup jauh dari Bandara Internasional Phnom Penh. Sehingga cara terbaik adalah menggunakan tuk tuk untuk sampai ke sini tetapi pastikan kalian menawar sebelumnya, biasanya tarif tuk tuk tak lebih dari 20 dollar untuk sehari.

Pada awalnya tempat ini merupakan kuburan Tionghoa yang akhirnya digunakan sebagai ladang pembantaian pada saat rezim Khmer Merah berkuasa di tahun 1970-an. Untuk masuk ke tempat ini kamu diharuskan membeli tiket seharga 6 dollar, pihak museum juga akan memberi alat penerjemah selama berada di museum. Dari alat penerjemah ini, kita dapat mengetahui sejarah kelam tempat ini.

Ladang seluas 2,5 hektar ini merupakan saksi bisu dimana ratusan bahkan ribuan orang tak berdosa dibunuh dan disiksa. Selain sebagai tempat penyiksaan, tempat ini juga digunakan sebagai kuburan massal para korban. Bahkan, tengkorak dan tulang belulang para korban tersusun rapi dan bisa kita lihat di sebuah bangunan menjulang di tengah-tengah ladang.

2. Tuol Sleng Genocide Museum

Advertisement

Berjarak 40 menit dari Ladang Pembunuhan Choeung Ek, cerita yang tak kalah menyedihkan ada di tempat ini. Sebelum masuk kita diharuskan membayar tiket sebesar 2 dollar tanpa alat penerjemah. Dari luar cerita kelam tempat ini sudah bisa kita rasakan, bangunan bekas sekolah ini terlihat kusam dan tua, suasana di dalam bangunan ini pun tak kalah mencekam.

Di halaman depan terdapat area makam yang tidak terlalu luas dan persis di dekatnya dibangun tiang yang digunakan untuk menggantung para korban lengkap dengan dua bejana besar untuk menaruh mayat-mayat mereka. Bangunan sekolah ini terdiri dari beberapa lantai yang berisi banyak ruangan. Setiap ruangan di tempat ini berisi sisa alat dan benda yang dipakai untuk menyiksa tahanan sebelum dibawa ke Ladang Choeung Ek. Bahkan ada satu ruang yang berisi foto-foto ratusan korban yang diambil saat penyiksaan masih berlangsung.

3. Phnom Penh National Musem: Sebagai Pusat Sejarah dan Budaya Kamboja

Tempat selanjutnya yang bisa kita kunjungi adalah Museum Nasional Phnom Penh atau dalam bahasa Khmer disebut “Sala Ranchana”. Bangunan nya cukup unik dan mencolok, berwarna merah dan penuh dengan ukiran khas Kamboja. Museum ini merupakan pusat infomasi sejarah, arkeologi dan budaya terbesar di Kamboja. Jadi dari tempat ini kita bisa belajar banyak hal tentang negara Khmer ini karena disini artefak-artefak berjumlah ribuan disimpan dengan baik dan jika beruntung kita juga bisa melihat pertunjukkan seni yang diadakan di tempat ini pada malam harinya.

4. Royal Palace: Kemegahan Istana Raja Kamboja

Tidak jauh dari Museum Nasional, komplek bangunan Istana Kerajaan Kamboja didirikan. Istana ini digunakan sebagai tempat tinggal Raja beserta keluarganya yang dibangun pada tahun 1800an. Tempat ini tidak boleh dilewatkan saat berada di Phnom Penh karena bangunan nya sungguh megah dan indah dengan dominasi warna kuning keemasan lengkap dengan taman yang rapid an bersih. Tetapi perlu diketahui tidak semua area komplek disini terbuka untuk umum. Beberapa area yang bisa kita lihat adalah Balairung Singgasana, Bangsal Chan Chayya, dan area Silver Pagoda. Jangan lupa siapkan uang sebesar 6,5 dollar untuk masuk ke istana raja ini.

5. Pusat Turis River View

Menutup jalan-jalan mu selama seharian, kamu bisa menyempatkan waktu untuk sekedar duduk-duduk di tempat ini. River View merupakan pusat turis dan letaknya persis di seberang Royal Palace. Dari sini kita bisa melihat langsung sungai Mekong yang mempunyai peran besar bukan saja untuk Negara Kamboja, tetapi juga Tiongkok, Thailand, Laos serta Vietnam. Karena merupakan pusat turis, di sekitar river view banyak sekali tempat makan, dari restoran sampai kedai kopi. Disini juga berjejer puluhan tuk-tuk yang siap mengatarmu kemana pun.

Jadi tidak perlu ragu untuk berkunjung ke kota ini. Selain wisata sejarah, kota ini menyajikan banyak hal unik untuk dilihat. Dan sebelum mantap menambahkan nya ke dalam bucket list mu, bawalah air mineral yang banyak ketika berkeliling kota karena cuaca Phnom Penh bisa sangat terik di siang hari dan mata uang dollar yang cukup karena sebagian besar masyarakat di sini menggunakannya untuk transaksi sehari-hari.