Selamat hari kemerdekaan untuk tanah airmu, tanah airku, tanah air kita semua, Indonesia! Semoga Indonesia selalu jaya, bersatu, berdaulat, dan mampu mewujudkan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyatnya.

Nah, berbicara soal kemerdekaan Indonesia, ingatkah kamu akan ragam kegiatan seru di SD dulu ketika menjelang tanggal 17 Agustus? Kini waktunya me-refresh ingatanmu untuk kembali ke masa-masa itu dan mengenang serunya 17 Agustusan ala anak SD. Karena kegembiraan memperingati hari kemerdekaan bukan hanya monopoli orang dewasa saja, melainkan juga turut dirasakan oleh kamu semasa kecil dulu. So, here we go, Hipwee friends!

 

1. Bukan kamu saja yang wajib tampil kece. Kelas dan halaman sekolah juga wajib mempercantik diri.

Halaman yang rapi sudah siap merias diri.

Halaman yang rapi sudah siap merias diri. via http://blogs.unpad.ac.id

“Masa murid-muridnya aja yang kece, kelas sama halaman sekolahnya enggak.”

Begitulah kira-kira retorika wali kelasmu menjelang tanggal 17 Agustus waktu itu. Hari itu kamu dan teman-temanmu masuk sekolah khusus untuk membantu bapak ibu asisten umum sekolah untuk membersihkan kelas maupun halaman sekolah.

Mencuci papan tulis, menyapu lantai kelas serta membuang sampah dan dedaunan kering di lapangan sekolah akan jadi rutinitas tahunan wajib bagi para siswa SD. Belajar bersih-bersih ya, nak. Supaya kelak besar nanti kamu jadi pribadi yang rapi dan cinta kebersihan.

2. Jangan lupa pasang bendera plastiknya dengan benar, ya!

Bendera ini memang kecil, tapi membuatmu bersemangat

Bendera ini memang kecil, tapi membuatmu bersemangat via http://Rahadjars.com

Usai kelas dan halaman bersih dan sedap dipandang, sekarang giliran mengulur sejumlah gulungan benang kasur untuk memasang bendera-bendera plastik berukuran mini.

“Pasang benderanya yang bener ya, anak-anak. Jangan terlalu penuh, nanti benderanya gak cukup. Kalo merahnya di kiri, sebaris benderanya harus merah di kiri semua.”

Wahai anak-anak, jangan melamun atau bercanda terus, ah. Hari itu memang menyenangkan karena kamu bebas dari jeratan materi pelajaran untuk sejenak. Tetapi sekarang tanggungjawab memasang bendera dengan benar harus kamu lakukan supaya nantinya halaman sekolah jadi semakin aduhai berkat bendera-bendera yang kamu susun.

3. Lomba yang paling mainstream adalah lomba bawa kelereng menggunakan sendok.

Anak siapa yang bibirnya seksi begini?

Anak siapa yang bibirnya seksi begini? via http://Solopos.com

Waktu anak SD merayakan 17 Agustusan, bergembira itu sederhana, kok. Tiada yang namanya lomba lari dari kenyataan atau lomba mengambil hati gebetan. Salah satu lomba paling mainstream tak lain adalah lomba bawa kelereng dengan sendok. Susah payah kamu memanyun-manyunkan bibirmu supaya kelereng yang ada di sendok bisa terdiam dengan manis hingga garis finish.

4. Karena lomba memasukkan bendera ke dalam botol seakan jadi lomba wajib.

Tampak sepele, tapi lomba ini sebenarnya sarat makna

Tampak sepele, tapi lomba ini sebenarnya sarat makna via http://Hipwee.com

Bendera-bendera plastik yang sudah disiapkan bapak ibu gurumu bukan sekadar untuk dipajang jadi untaian di halaman sekolah saja. Sisakan bendera tersebut untuk disematkan pada batang-batang lidi. 

Keesokan harinya, lidi-lidi berhiaskan bendera plastik itu siap digunakan bersama botol kaca bekas minuman untuk berlomba. Aturan perlombaannya sederhana, kamu cukup berlari dari satu sisi lapangan ke sisi lainnya untuk memindahkan bendera-bendera itu satu per satu. Hati-hati saat berlari, jangan sampai kamu salah memasukkan bendera ke botol kaca milik temanmu, ya.

Kendati lomba memasukkan bendera ke dalam botol ini begitu sederhana, namun lomba ini cukup memacu adrenalin dan ketelitianmu agar bisa menyelesaikan lomba dengan waktu tercepat.

5. Murid dengan tinggi badan paling ideal akan diutus untuk lomba makan kerupuk.

Rasanya akan lebih enak kalau ditambah nasi dan bawang goreng

Rasanya akan lebih enak kalau ditambah nasi dan bawang goreng via http://Hendryjeeps.com

Siapa yang pernah ikut lomba makan kerupuk ketika SD dulu?

Lomba makan kerupuk itu begitu seru dan membuat para penonton bisa tertawa terbahak-bahak. Apalagi kalau wajahmu sudah dipenuhi remah-remah kerupuk berwarna putih. Sebagai strategi, maka bapak ibu guru biasanya mengutus kamu yang tinggi badannya paling ideal untuk mengikuti lomba ini.

Sebenarnya kemenangan bukan bergantung dari tinggi badanmu, sih. Melainkan bergantung dengan bagaimana caramu meraih kerupuk itu dengan mulutmu. Gunakan lidahmu untuk membasahi si kerupuk yang terombang-ambing oleh angin. Kalau kerupuk sudah berhasil kamu raih dengan gigimu, hap ! buatlah gerakan menghentak agar bagian kerupuk yang patah jadi makin besar.

6. Pernah merasakan jantung berdegup kencang karena lomba memecahkan balon?

Ah, untuk yang ini kamu tidak perlu latihan di rumah.

Ah, untuk yang ini kamu tidak perlu latihan di rumah. via http://Kidspot.com.au

Nah, lomba yang satu ini sebenarnya lomba dengan usaha yang terbilang sangat minim. Murid-murid tinggal duduk manis sambil di atas balon yang sudah ditiup hingga mengembang. Eits, bukan berarti murid yang paling gendut yang bisa memecahkan balon dengan cepat, lho.

Karena tak jarang balon yang sudah kamu duduki tersebut malah terbang kesana kemari jika kamu terlalu bersemangat menekannya dengan bokongmu. Ih, lomba yang agak aneh tetapi seru juga, kan?

7. Lenggok kanan, lenggok kiri. Bergoyang sampai si pensil berhasil masuk ke dalam botol.

Temanmu yang di bawah itu sedang apa, sih?

Temanmu yang di bawah itu sedang apa, sih? via http://Solopos.com

Memasukkan pensil ke dalam botol kaca terdengar sangat amat simpel. Namun lain sudah ceritanya kalau pensil itu diikat dengan seutas tali ke perutmu hingga pensilnya sekarang jadi menggelayut santai di belakang kedua betismu.

Butuh kesabaran dan ketelatenan ekstra untuk bisa menyelesaikan lomba ini dengan sempurna. Tenangkan dirimu, jangan banyak bergerak agar pensilnya ikut diam dan jadi mudah diarahkan ke dalam botol kaca yang mulutnya kecil. Kamu juga perlu sedikit menggoyangkan pinggul ke kanan atau ke kiri supaya posisi pensilnya jadi lebih dekat ke mulut botol kaca.

8. Bakiak panjang yang bentuknya aneh itu, ternyata juga perlengkapan lomba.

Wah, ada yang lomba bersama pak guru juga?

Wah, ada yang lomba bersama pak guru juga? via http://Sdmuh26sby.co.id

Bakiak itu tampak aneh. Panjangnya kurang lebih 1 meter dengan 3 utas potongan kulit di setiap bagiannya. Pada hari perlombaan akhirnya kamu tahu kalau bakiak sepanjang itu juga akan digunakan untuk berlomba.

Demi memenangkan lomba, murid yang ikut lomba bakiak haruslah memiliki berat badan dan tinggi yang kurang lebih sama. Tujuannya tak lain adalah supaya kamu dan kedua rekanmu bisa berdiri dan berjalan dengan seimbang sewaktu sudah mengenakan bakiak. Jatuh tersungkur yang dalam bahasa gaulnya dikenal istilah “ngusruk” tidak bisa dihindari lagi kalau kamu dan teman-temanmu kurang kompak sewaktu melangkah.

9. Kemeriahan diakhiri dengan upacara bendera dan pembagian hadiah.

Senangnya yang dapat hadiah dengan raut wajah sumringah.

Senangnya yang dapat hadiah dengan raut wajah sumringah. via http://Sdn1bojongsari.blogspot.com

Akhir yang begitu biasa ini sudah bisa ditebak oleh seluruh murid SD. Mengikuti acara upacara bendera yang diadakan pada tanggal 17 Agustus. Pada kesempatan ini biasanya kepala sekolah yang jadi pembina upacara akan mulai sedikit “berceramah” kalau ternyata sebagai murid, kamu harus mengisi kemerdekaan yang sudah direbut oleh para pejuang dengan cara giat belajar.

Hayo, pasti semua yang membaca artikel Hipwee ini juga pernah dinasehati seperti itu, kan?

Yang paling ditunggu-tunggu sebenarnya bukan ceramah dari kepala sekolah, melainkan sesi pembagian hadiah yang begitu menyenangkan. Mengocok-ngocok kemasan hadiah yang dibalut dengan kertas kopi berwarna coklat menyiratkan kebahagiaan polos khas wajah murid-murid SD. Melonjak kegirangan sambil tersenyum lebar akan mewarnai pagi menjelang siang hari di sekolah.

 

 

Sekarang kamu sudah dewasa. Mungkin kamu tak lagi mengisi kemerdekaan dengan cara giat belajar seperti yang dimandatkan oleh kepala sekolahmu dulu. Apapun bidang pekerjaan atau kegiatanmu sekarang, pastikan kamu sudah memiliki kemerdekaan pribadi. Raihlah semua impian yang ada di hatimu supaya hidupmu tak merasa terjajah di kemudian hari.

Mari rayakan semarak hari kemerdekaan dengan cara yang gaul, santun, dan tentunya bermanfaat.