Yah, apa kabar di sana? Apakah engkau sehat dan baik-baik saja? 

Ibu, memang sosok tak tergantikan yang wajib dihormati serta disayangi sepenuh hati. Jasa dan pengorbanannya pun jangan ditanya lagi, meski anak-anaknya seringkai menyakiti. Ah, selalu sedih dan rindu jika membicarakan soal ibu, wanita tangguh yang selalu ingin kita contoh kebaikannya.

Lalu, bagaimana dengan ayah? Sosok yang tak kalah baiknya dengan ibu.

Ayah memang jarang mengumbar segala bentuk kasih sayangnya, karena baginya ini bukan yang utama. Ayah hanya menginginkan yang terbaik, bukan bagi dirinya tapi keluarga tercintanya. Dan kali ini, 5 hal ini akan jadi pembuktiannya...

 

1. Ayah tidak pernah banyak bicara, tapi mendidik anaknya dengan cara yang berbeda

dijewer nih

dijewer nih via https://pexels.com

Dapat nilai 60 di buku PR sama saja kena cubit ketika sampai rumah. Hahaha. Memang orangtua berbeda-beda cara mendidik anak, ayah cenderung lebih keras hingga kadang terkesan ringan tangan. Tapi sebenarnya, ini itu salah satu cara ayah buat nunjukin kalau ayah kita super perhatian.

Ayah hanya tak ingin anaknya terbelakang, untuk itu selalu dididik agar bisa menjadi yang pertama, agar kita nggak ketinggalan pengetahuan.

2. Suaranya memang keras dan tinggi, tapi bukan berarti ia bertujuan untuk menyakiti

ayah lagi marah nih

ayah lagi marah nih via http://pexels.com

Ketika kita buat kesalahan yang fatal, ayah akan murka dan terkesan emosional. Suara keras dan bentakan malah membuat ayah terlihat menyeramkan. Bukannya otoriter, tapi kita harus sadar dong itu hanya bentuk luapan frustasi ayah karena merasa telah gagal mendidik anaknya.

3. Ayah selalu paling bawel soal pendidikan anaknya, bahkan rela membawanya ke asrama. Tapi, inilah rasa kasih sayangnya :')

makan malam di asrama

makan malam di asrama via https://pexels.com

Ketika remaja dan akan beranjak dewasa, masa indah terasa di depan mata. planning hangout sudah tersusun rapi, eh sang ayah malah mengirimkan kita ke asrama. Hmm, banyak anak yang tentunya merasa kecewa dan berpikir bahwa sang ayah tak menyayanginya dan tak menginginkannya ada di rumah.

Tapi sebelum terlambat, mari kita ucapkan terima kasih karena ternyata itu justru cara ayah buat mendidik anaknya. Ayah mau anaknya nggak selalu tergantung terhadap mereka. Anak harus diajarkan mandiri untuk bekal dewasa nanti.

4. Pulang malam seperti menjadi momok buat anak-anaknya, karena ayah pasti marah dibuatnya. Marahnya marah buat kebaikan lho, ya

aalagi nunggu putrinya

aalagi nunggu putrinya via https://www.instagram.com

Bagi muda mudi usia 20 tahun ke atas, keluar malam terasa menjadi hal yang lumrah. Entah sekedar nongkrong atau kencan dengan pacar rasanya sah-sah saja karena kita bukan anak di bawah umur lagi. Tapi nggak jarang nih pulang ke rumah, pintu sudah di kunci aja. Haha.

Ya, kadang suka sebal dan bisa jadi kita malah berontak, 'kan? Padahal kita hanya nggak sadar aja, itu semua ayah lakuin untuk kebaikan kita. Mengajarkan arti disiplin dan tanggung jawab. Lagian, itu malah menolong kita agar terhindar dari pergaulan yang salah. Dunia sudah rusak, guys! Ayah hanya khawatir anaknya ikut terjerumus kepada hal negatif.

5. Saat anak-anaknya ketiduran di luar kamar, ayah tak pernah sungkan untuk menggendong lalu memindahkannya ke kasur dengan sabar

ayah yang buat melting

ayah yang buat melting via https://instagram.com

Ini nih kasih sayang ayah yang paling bisa buat melting. Perhatian yang super istimewa!

Bagi anak cewek yang biasanya suka nonton TV, momen ketiduran di depan TV merupakan hal yang terlalu biasa. Tapi ajaibnya, setiap bangun pagi, kita sudah berada di atas ranjang kamar kita. Kadang suka bingung kenapa bisa pindah tempat, tapi kita selalu menganggap mungkin saja tidur sambil jalan. Padahal sebenarnya ayah selalu terbangun tengah malam untuk menggendong kita ke kamar sendiri.

Duhhh, ayah so sweet!

Semoga dengan adanya artikel ini kita jadi paham kalau kasih sayang tak selalu ditunjukkan langsung di depan mata, dan semoga kita tak selalu menilai rendah setiap perlakuan yang kita terima.

Ayah, kami sayang kamu 🙂