Aku tidak bisa berdamai dengan hati ini, logika dan hatiku terkadang tak sejalan. Aku yang di sini merindukan “kita”, entah bagaimana rindu ini akan terbayar. Bukan dengan suara di ponsel, atau hanya melihat wajahmu di layar ponselku, melainkan kerinduan ini membutuhkan sesuatu bentuk nyata, yaitu suatu “pertemuan”.

Kita memang berada pada langit yang sama, tapi kita berpijak pada titik yang berbeda, jarak ratusan kilometer ini sangat menyebalkan. Aku muak, dan terkadang aku berpikir untuk menyudahi semuanya, tapi tetap ku tahan. Entah bertahan pada hubungan, atau yang aku takutkan hanya menunda sebuah “perpisahan”. Tapi cinta ini mengalahkan semua pikiran tentang itu, yang aku yakini saat ini “jatuh cinta” padamu adalah suatu kebahagiaan, walau jarak sangat membosankan.

1. Awalnya…

Awalnya aku berpikir ini akan mudah, ini akan berjalan sesuai rencana. Tapi ternyata ini sangatlah sulit, di mana aku hanya bisa memelukmu dengan sebuah doa, bukan dengan bentuk yang nyata. Aku membencinya, tapi aku pun harus menerimanya. Bukannya aku menjadi wanita manja, tapi aku ingin sebuah pertemuan. Pertemuan yang berlangsung lama, bukan hanya sementara.

2. Cinta tak butuh protes, tapi cinta butuh proses

Sering ku dengar, bahwa usaha tak akan mengkhianati hasil. Usaha yang baik, akan menghasilkan hasil yang baik pula, itu pikirku sekarang. Sekuat hatiku protes dengan sebuah kata “jarak”, tapi tetap saja. Tak akan mengubah jarak ini menjadi dekat, bahkan tak ada jarak lagi. Banyak sekali yang kuinginkan, tapi aku sadar betul yang akan terjadi bila membahas ini. Pertengkaran yang akan mengurangi waktu bahagia kita berkurang, maka dari itu aku banyak diam. Aku tidak ingin menjadi orang yang terus protes.

3. Walaupun tak mudah, tetap ku jalani atas nama keyakinan

Advertisement

Cinta tanpa keyakinan hanya sia-sia, cinta terhalang jarak itu sangat sulit. Di mana kita harus bisa mengontrol hati dan pikiran untuk selalu berpikir yang baik, padahal hati gundah.

“Kamu sedang apa di sana?” “Kamu dengan siapa di sana?”

Pertanyaan klasik itu hanya bisa kuungkapkan dalam hatiku, sembari menahan diri untuk bertanya. Aku meyakini, suatu hubungan terhalang jarak pun banyak yang berhasil. Iya kan?

4. Ketika malam minggu tiba, hanya sebuah wacana berjumpa…

Sabtu malam atau malam minggu, hari yang ditunggu banyak pasangan untuk bermain atau berjumpa. Tapi untuk kita, malam seperti itu tak ada, tak ada malam minggu bersama, yang ada hanya malam itu sama seperti malam-malam lainnya. Bertemu di dalam sebuah layar, hanya benda mati yang bisa mengurangi kerinduanku.

Entah sudah berapa kali kita melewati malam minggu kita, bolehkah aku merasakan malam minggu di lain waktu???

5. Bertahan atau sudahi…

Stay or gone? via http://68.media.tumblr.com

Hubungan yang kita jalani tetap bertahan, tapi apa kamu pernah berpikir untuk menyudahi? Sudahi hubungan atau sudahi jarak ini. Sebenarnya hubungan seperti apa kita ini? Bahkan berjanji untuk bertemu kau pun tidak sanggup, karena kamu takut mengingkari janjimu sendiri…

Bolehkah aku merasakan cemburu? Cemburu dengan teman-temanmu di sana, yang bisa bersamamu kapanpun mereka mau. Bisa mendengarkan suaramu secara langsung, menatap wajahmu langsung, dan bisa merasakan aroma parfum yang kamu pakai setiap hari. Ya. Aku cemburu, sangat cemburu sampai aku tak bisa meluapkannya.