Kalau bertemu dengan kawan lama  atau sepupu, pasti kita akan berbasa-basi terlebih dahulu. Ada beberapa pertanyaan yang memang terasa wajib bagi kita untuk berbasa-basi. Karena bisa jadi kita ingin tahu, atau memang sekedar bertanya untuk membuka obrolan atau agar suasana lebih akrab. Salah satu pertanyaan basa-basi yang sering dilontarkan orang dewasa muda yaitu pertanyaan ‘kapan nikah?’. Sayangnya kalimat basa-basi itu cenderung akan melukai harga diri atau perasaan beberapa orang walaupun itu hanya sekedar basa basi!

1. Tidak Semua Manusia Nyantai Bila ditanya Seperti itu

stop asking me why i’m still single via https://boldomatic.com

Jeleknya manusia, kebanyakan mereka akan membandingkan orang lain dengan diri mereka.

‘Alah… gue aja enggak masalah ditanyain kayak gitu, dianya aja yang gampang baperan.’

‘Gue mah nyantai… toh mereka cuma tanya apa salahnya?’

Hei! Ingat! Enggak semua manusia searah dengan sifat dan jalan pikiranmu. Untuk mereka yang cenderung sensitif dengan pertanyaan ‘kapan nikah’ terdengar seperti sebuah sindiran atau paksaan bagi mereka, bukan sebagai pertanyaan ringan atau basa-basi.

2. Mereka yang belum Menikah, Mereka Memiliki Arus Tersendiri yang tidak Sejalan denganmu yang Lebih Suka Menikah Muda

Advertisement

Setiap manusia punya target. Mungkin kamu sudah mengapai segalanya dan hanya tinggal membangun bahtera rumah tangga. Mungkin saja memang targetmu dari dulu ingin menikah muda. Tapi tidak bagi mereka yang belum menikah. Bisa jadi mereka ingin fokus berkarir yang pada akhirnya mereka harus menunda keinginan mereka untuk menikah. Bisa jadi mereka yang juga ingin menikah namun Tuhan belum mengizinkan dia bertemu dengan jodoh. Dan pada akhirnya tidak terasa usia juga mulai bertambah, pertanyaan kapan nikah justru akan membuat mereka terhina, benci bahkan marah dalam diam.

3. Pertanyaan kapan nikah Bisa Membawa Dampak Buruk Bagi Mereka yang Mudah Terpengaruh. Mereka Bisa Saja Terbenam dalam Pernikahan yang Sesungguhnya Mereka belum Siap.

Kamu pasti pernah melihat, tipe manusia yang mudah ikut-ikutan atau latah terhadap trend. Saat behel sedang melejit, orang-orang tipe ini akan ikut-ikutan pakai behel walaupun gigi mereka sudah rata. Bila lingkungannya lagi rame-rame pada punya pacar, mereka akan mudah menjalin hubungan dengan orang lain. Bagaimana bila trendnya tentang nikah muda padahal dia sendiri sejatinya dirinya belum siap? Hanya karena lingkungan bertanya seperti itu mereka mudah terjebak cinta lokasi dan akhirnya menikah. Ada orang seperti itu? Tentu saja ada. Bahkan ada artis yang masih belia terang-terangan ingin nikah muda padahal sejatinya dia belum siap. Kalau sudah seperti itu kita sebagai sang penanya enggak akan mau disalahkan. Padahal gara-gara pertanyaan kita mereka jadi latah.

4. Bagi Mereka yang Memiliki Memori Menyedihkan dengan Hubungan yang Lalu, Pertanyaan itu akan Membuatnya Merasa Seperti Dipaksa untuk Menikah. Bahkan bisa jadi membuat Mereka jadi Membenci Hal itu.

Semua orang punya pengalaman pahit. Entah bagi mereka yang sudah memiliki mantan, atau mereka yang pernah ditolak saat mengkitbah seseorang. Tidak semua orang bisa dengan mudah melepas memori itu dalam ingatan mereka. Nyatanya ada manusia-manusia yang memakan waktu lebih banyak untuk terlepas dari memori itu. Bagi mereka yang butuh waktu lama untuk menyembuhkan diri pertanyaan seperti itu seperti dengungan nyamuk yang perlu disingkirkan.

5. Bagi Mereka yang Masih Melangkahkan Kaki untuk Mencari Dermaga Hati, Pertanyaan Seperti itu Justru Membuatnya Semakin Sedih dan Galau

Tidak semua manusia diberi kemudahan dalam mencari jodoh. Ada keinginan yang besar dalam hati untuk segera menikah, namun apa adaya Tuhan sendiri belum memberi mereka jodoh terbaiknya. Walaupun pernah mencoba serius dengan satu orang tapi pada akhirnya keseriusan itu harus kandas. Pertanyaan ‘kapan nikah’ justru akan semakin memperbesar keinginannya untuk menikah. Keinginan yang teramat dalam bisa membuat mereka sangat sedih karena keinginan itu belum bisa terwujud saat ini.

6. Jangan Rusak Persahabatan dengan Pertanyaan Seperti itu pada Sahabatmu yang Belum Menikah

we support each other via http://www.playbuzz.com

Mungkin awal-awalnya mereka oke-oke aja dengan pertanyaanmu, santai. Tapi namanya manusia, bagi orang-orang yang sensitif dengan pertanyaan itu akan membuatnya menghindar. Bisa jadi karena dia jenuh karena terlalu banyak pertanyaan itu, merasa malu, minder dan bisa jadi iri. Dan pada akhirnya mereka memilih untuk menjaga jarak denganmu hanya untuk menenangkan diri dari mu.