Aku hanya menghormatimu, memberitahu bahwa kau sebenarnya sangat berharga sehingga tak pantas kusentuh sebelum ada ikatan yang syah.

 

1. Bukan Jual Mahal Yang Menjadi Alasan

Bukan jual mahal alasannya,,

Bukan jual mahal alasannya,, via http://www.kabarmuslimah.com

“Bukan jual mahal yang menjadi alasan, bukan sok suci yang menjadi andalan, bukan congkak yang ku tampakkan, bukan, bukan semua itu. Tapi karena kau memang pantas dihormati, layaknya ratu Bilqis sementara kami hanya rakyat jelatah. Bukankah tak layak bagiku untuk menjabat tanganmu? Wahai wanita yang menjaga kehormatannya” ucap sang adam (laki-laki).

2. Padahal Rosul Menghormatimu Dengan Tidak Menjabat Tanganmu

tidak bersalaman,,

tidak bersalaman,, via http://www.kabarmuslimah.com

Padahal dalam sebuah kisah dengan sangat jelas Rosul menyampaikan suatu hal yang berkaitan dengan hal ini.

“aku tidak menyentuh tangan perempuan. Kata-kataku kepada seratus perempuan sama seperti kata-kataku pada satu orang perempuan” Sabda Rasulullah saat Umaimah binti Roqiqah mendatangi nabi bersama sekelompok perempuan hendak berbaiat kepada beliau.

3. Sebenarnya Kasihan Wanita

Kasihan wanita. Kehormatannya yang begitu agung terkikis oleh arus zaman, budaya modern katanya. Ia tak sadar bahwa harga dirinya sedang dipertaruhkan, dikikis sedikit demi sedikit oleh budaya yang tidak mendasar. Melupakan garis syariat yang dengan agung menjunjung kehormatannya.

 

4. Padahal Rosulullah sudah memberi contoh yang baik, tapi kenapa tontonan di Televisi dan media-media lain berbuat sebaliknya?

wanita lamar

wanita lamar via http://pakaijilbab.com

Rosulullah telah memberikan penegasan kepada kita, bagaimana cara mengahadapi lawan jenis. Beliau tidak mengindahkan jabat tangan dengan yang bukan mahrom, karena hal itu jelas dilarang, tanpa ada alasan yang dibenarkan syara’. Andai saja keindahan akhlak ini diabadikan oleh setiap generasi, tentu kehormatan antara laki-laki dan wanita akan begitu terjaga. Namun tak bisa dipungkiri, zaman yang penuh dengan kemajuan teknologi ini acap kali menyuguhkan tontonan-tontonan yang kurang mengindahkan syariat Islam, bahkan sinetron-sinetron yang tayang di TV, tak kurang yang menampakkan batas kewajaran antara laki-laki perempuan. Jangankan jabat tangan, cipika cipiki (cium pipi kanan, cium pipi kiri) antar rekan adalah tradisi.

5. Tapi Kau Malah Menerjangnya

jangan hanya menunggu

jangan hanya menunggu via http://www.kabarummat.com

Namun tali keakraban begitu nampak didepan mata, menerobos garis yang sudah ditetapkan, kedekatan antara manusia yang bukan mahrom menjadi hal yang lumrah, memberikan keleluasaan bagi dua insan yang berbeda jenis sedikit demi sedikit menerjang keindahan akhlak yang telah di ajarkan oleh Rosul, alasannya beragam, sekedar menghormati apasalahnya, sekedar menyentuh tangan apasalahnya, sekedar mengakrabkan diri apa salahnya.”gitu doang kok” dalihnya.