Hai, tahukah kalian kalau duduk di depan layar komputer selama lima jam sehari secara dramatis dapat meningkatkan risiko depresi dan insomnia (susah tidur)? Serem, bukan? Bahkan studi lainnya telah membahas bagaimana terlalu banyak waktu menatap layar komputer dapat menyebabkan penderitaan fisik, seperti sakit kepala, ketegangan mata, dan sakit punggung.

Sampai saat ini, salah satu bahaya terbesar dari penggunaan dari komputer di tempat kerja adalah rusaknya kesehatan mental. Dalam sebuah survei selama 3 tahun dari 25.000 pekerja, banyak yang mengeluh merasa tertekan, cemas dan enggan untuk bangun untuk bekerja di pagi hari. Mereka juga bahkan merasa tidur tak nyaman dan melaporkan masalah pergaulan dengan sesama karyawan.

Wah, nggak nyangka, 'kan kalau menatap layar komputer bisa sedemikian hebat efeknya? Yuk, coba baca informasi di bawah ini supaya kalian lebih waspada :)

1. Studi kasus oleh para peneliti Chiba University di Jepang menyimpulkan bahwa bos harus membatasi waktu staf mereka dilayar komputer

Teknologi Masa Kini Dominan Penyebab Depresi via http://www.vulmart.com

Ketua peneliti, Dr Tetsuya Nakazawa mengatakan bahwa untuk proses pencegahan gangguan mental dan tidur diperlukan pembatasan penggunaan komputer. Baiknya adalah kurang dari lima jam sehari.

2. Setelah mereka melewati hasil riset itu, bahaya gangguan psikologis muncul secara dramatis.

Kesehatan Mental Adalah Hal Utama Untuk Pekerja via http://www.humanspace.com

Ahli Inggris mengatakan bahwa bekerja sendirian di depan komputer selama berjam-jam dapat menyebabkan rasa isolasi diri atau jenuh berkepanjangan, bahkan di kantor yang sibuk. Cary Cooper mengatakan kekhawatiran tumbuh atas masalah kesehatan mental yang disebabkan oleh bekerja dengan komputer.

Wah, jadi jangan spaneng di depan layar komputer atau laptop terlalu lama ya, kawan! Bahaya banget, tuh.

3. “Kami menemukan bahwa orang yang bekerja dengan mesin yang bertentangan dengan orang lain,” katanya.

Advertisement

Healtcare Informatics Surrey University via http://www.surrey.ac.uk

Masalahnya bukan hanya soal duduk di depan komputer berlama-lama, tapi fakta bahwa orang tidak mengambil istirahat dan tidak bisa memprioritaskan apa yang mereka lakukan.

"Mereka merasa kelebihan beban pekerjaan, maka mereka akan sangat khawatir tentang pekerjaan yang tidak mereka lakukan. Mereka tidak berinteraksi satu sama lain dan semakin lama melakukannya, semakin sedikit pekerjaan memenuhi kebutuhan sosial."

4. Mungkin kalian pikir, “Ah, itu ‘kan cuma untuk jenis pekerjaan tertentu”. Nyatanya…

Dr. Hiroshi Nakazawa via http://kawasaki.jp

Dr. Hiroshi Nakazawa telah melakukan pengujian terhadap beragam bidang kerja dan pegawai yang beraneka ragam karakteristiknya. Hasilnya? Jelas tetap konsisten selama 3 tahun ini.

Jadi, hasil penelitian ini berlaku untuk apapun jenis pekerjaanmu. Bahkan mungkin hanya dengan memandang laptop untuk kerjakan tugas kuliah bisa picu depresi, lho.

5. Ya, memang harus diakui mengatur pola rutinitas pekerjaan sangat sulit untuk diterapkan di zaman sekarang

Rutinitas Kantor Menyelimuti Aktifitas Keluarga Anda via http://www.vulmart.com

Tapi, sampai saat ini pun susah untuk mengubah dan mengatur semua pola rutinitas kerja yang padat. Hmm, mungkin di kemudian hari perlu dibentuk badan organisasi kesehatan dan psikologis untuk para karyawan di masing-masing perusahaan, ya? Hahaha.