Entah bagaimana mulanya hingga akhirnya aku jatuh cinta padamu. Cerita kita bukan cerita yang sudah aku tuliskan sebagai skenario perasaan ini. Semuanya mengalir dan terjadi begitu saja. Tanpa pernah aku sadari, perasaan itu bertumbuh meski aku tahu sering badai mencoba merubuhkannya. Tapi biar aku mencoba mengingat bagaimana awal dan  ceritakan bagaimana

 

1. Langit Malam, Bintang, Bulan serta Mentari. Masih ingat??

Langit Pagi Burangrang

Langit Pagi Burangrang via https://gitchesianipar.com

Yang menyatukan pembicaran kita bukan tentang bola, bukan tentang film, bukan tentang aktris atau aktor, bukan tentang pelajaran. Tapi tentang mereka yang berkuasa di atas sana. Tentang betapa menakjubkannya mereka ketika sedang berpijar. Tentang kesukaan kita yang mirip. Tentang cara kita memandang mereka, cara kita menikmati mereka dan kehangatan yang mereka berikan tak dapat terungkap kata-kata. Saat itu kita menghabiskan waktu untuk membicarakan mereka, tanpa memikirkan sekitar kita. Masih ingat?

2. Gunung Batu dan Mentarinya. Awal yang tak begitu menyenangkan!

Setelah mereka berempat menyatukan kita dalam perbincangan, kemudian kisahmu tentang seorang gadis yang lain memberi kita bahan untuk di bahas (meski ternyata dia memilih untuk tak bersamamu). Dan disaat hatimu sedang "galau" (ini hanya asumsiku saja), aku hadir di sekitarmu. Memberimu banyak hal untuk bisa melupakan dia. Memintamu untuk mengajakku melakukan apapun yang kau lakukan. Aku juga memintamu untuk mengajakku ketempat dimana aku bisa menemukan tempat indah yang belum pernah aku datangi. Perjalanan pertama kita ke Gunung Batu, masih ingat kan? (aku yakin kau tak akan melupakan ini). Hanya sehari setelah gadis itu menolakmu dan kita menghabiskan pagi itu disana. Awal yang mungkin tak menyenangkan untuk memulai sebuah cerita cinta. Tapi aku tak pernah merencanakan cerita cintaku denganmu saat itu.

3. Curug Malela - Perjalanan penuh cerita!

Katamu perjalanan ini takkan semulus bayangkanku. Tapi dalam pikiranku saat itu adalah aku yakin dirimu tak akan bertanggung jawab dengan setiap ajakanmu. Sesulit apapun jalan itu, aku yakin aku akan menyelesaikannya. Kau tau mengapa aku yakin? Karna dirimu mengajakku kesana dengan percaya diri. Aku tak akan memasrahkan diriku pada orang yang bahkan tak yakin pada dirinya sendiri. Aku masih ingat betapa aku mengumpat jalanan itu dalam hati, tapi aku tetap menikmatinya, karna katamu "untuk mendapat sebuah keindahan, perlu ada pengorbanan". Aku yang tertawa, berteriak, kemudian kesal, terdiam, kesakitan, marah, ngambek, tersipu, dan bahkan kau masih bisa memujiku HEBAT. Setiap batu, debu, jalan, tangga, setapak, air, pohon dan rerumputan punya cerita tentang kita. Bagaimana kau berusaha membuatku terpesona dengan tempat yang kau ceritakan. Yap, Curug Malela punya banyak cerita tentang perasaanku yang campur aduk.

4. Burangrang Serta Wanita Tangguh

Gunung Burangrang

Gunung Burangrang via https://gitchesianipar.com

Burangrang. Aku bahkan tak percaya aku pernah kesana. Itu kali pertama aku menjelajahinya meski aku sering tinggal di dekatnya. Pengalaman yang membuatku untuk mengalahkan ketakutan dalam diriku. Pengalaman yang mengajariku untuk hidup mandiri dan kuat. Pengalaman yang mengajarkan ku bahwa pengorbananku takkan sia-sia. Usahaku mencapai semuanya akan terbayar lebih. Aku menikmati semua yang aku lewati. Kau tau kenapa aku tak takut..? Karna aku tau ada kau di belakangku. Yang akan selalu siaga menjagaku. Kau tak lelah menolongku. Kau bahkan tak mengeluh tentangku. Kau bahkan mengatakan bahwa aku wanita tangguh. Entahlah, aku rasa itu bukan pertama kali aku dipuji, tapi rasanya seperti membahagiakan. Aku bersyukur pernah mengenalmu. Karna setiap langkah kita di Burangrang mengajarkanku untuk menjadi lebih baik dan lebih hebat. Dan hal yang aku suka juga adalah tanpa perlu aku mengatakan isi pikiranku, kau telah mengetahuinya.

5. Tebing Keraton, Perjalanan tanpa arah!

Tebing Keraton

Tebing Keraton via https://gitchesianipar.com

Pagi itu aku bangun dengan terkejut, dan hal yang pertama ku lakukan adalah menghubungimu, menanyakan apakah trip kita akan kita lakukan. Pukul 04.00 pagi kita bergegas untuk kesana, tanpa persiapan banyak dan aku pun masih menggunakan rokku, kita berangkat ke Tebing Keraton tanpa tau arah tujuan. Karna satupun dari kita tak pernah kesana. Hanya bermodalkan GPS dari Handphone. Kita menembus kabut dan dingin, melewati gelap pagi yang masih tak bersahabat. Tapi dengan keyakinan kita menemukan jalan kita. Kita bahkan tiba seperti harapan kita. Menghabiskan pagi disana, menanti dia yang selalu kita puja bersama. Bukankah itu memori yang tak bisa terlupakan..?

 

 

Bila pertanyaan itu muncul "Why did I fall in LOVE with You?", maka aku akan menjawab bahwa kau memberiku banyak hal dari yang aku suka. Kau mewujudkan mimpiku dan menunjukkan bahwa kenyataan bisa seindah mimpi. Kau tau aku suka bermimpi? Bahkan terkadang aku memilih hidup dalam mimpi daripada kenyataan. Karna buatku hidup ini tak seindah mimpi. Tapi kau bisa yakinkan aku bahwa mimpipun bisa menjadi indah. Kau mengajarkan ku banyak hal. Bukan melalui kata-kata tapi lewat semua perbuatanmu. Bukan memerintah, tapi menunjukkan padaku apa yang harus aku lakukan. Dan paling penting kau memberiku apa yang aku inginkan tapi belum dapat aku lakukan sendiri. Bersamamu aku mewujudkan mimpiku.