Merasa sudah cenderung ingin menikah selagi usia muda?

Hai ladies, justru banyak keuntungannya saat ini kamu belum menikah. Sekarang ini justru waktunya kamu belajar dan terus belajar. Memperbaiki diri, mempersiapkan diri.

Dengan semangat muda menggelora, mari kita membahasnya:

 

1. Menata Persepsi

menikah muda via http://www.google.com

Persiapan mental, ruhiyah, persiapan niat. Tata niat itu wajib sejak saat ini, agar nanti ketika menjalani bahtera rumah tangga, sanggup tetap bertahan meski masalah begitu banyak.

Misalnya, kamu sebagai perempuan saat ini orientasi menikahnya apa? Apakah untuk melepas beban mencari nafkah? Terus memilih menikah saja biar ada yang ngasih biaya, biar tidak perlu susah-susah bekerja? Lantas bagaimana jika yang terjadi sebaliknya dan tidak sesuai harapan? Gaji suami yang pas-pasan? Nah yang seperti ini bisa jadi ladang subur penyebab pertengkaran.

Ladies, begitu banyak kekurangan-kekurangan yang perlu disyukuri dari suami kita. Dan akan begitu banyak pula kelebihan-kelebihan yang patut diwaspadai dari pasangan yang dinikahi. Misalnya: Lebih pendiam atau kurang cerewet, mendengkur jika tidur, malas mandi, malas dandan, pelupa akut, kebiasaan teledor, atau hobi belanja yang kurang sesuai dengan anggaran. Nah semua ini bisa jadi mengundang persoalan.

Advertisement

Ada lagi masalah yang mendasar dari semuanya. Yakni kultur dan kebiasaan dari keluarga besar pasangan kita. Mertua yang terlalu “baik” hingga setiap ada persoalan suami-istri selalu mengambil peran untuk membantu menyelesaikan. Hmm, ini karena mereka sering kali terlalu khawatir dengan sang anak hingga setiap keperluan masih selalu saja diperhatikan. Tak jarang, eksistensi kamu sebagai sang menantu jadi terabaikan. Mulai dari masalah yang sepele hingga yang serius, bijaklah para ladies semestinya dalam menyikapi dan menuntaskannya.

Maka dari itu, sejak awal kita harus menata persepsi. Menikah tak hanya yang indah-indahnya saja yang merupakan nikmat. Berlelah-lelah mencari nafkah itu juga nikmat. Berusaha memberi senyum termanis di sela lelah mengurus rumah seharian adalah nikmat. Bersungguh-sungguh menerima dan memahami pasangan dengan sepenuh hati itu nikmat. Merebut hati mertua dengan simpati adalah nikmat. Menerima nasehat bijak yang mungkin menyakitkan dari mertua adalah nikmat.

Sebagaimana dikatakan Salim A. Fillah:

Sebab menikah adalah nikmat dan keindahan kecuali bagi yang menganggapnya sebagai beban. Sebab rumah tangga adalah kemuliaan, kecuali bagi yang memandangnya sebagai rutinitas tanpa makna. Sebab menikah adalah salah satu wasilah untuk mendapat surga, kecuali bagi yang mejadikannya sebagai fase hidup yang dilewati begitu saja.

2. Niat

menikah muda via http://www.google.com

Kuncinya adalah niat. Itulah persiapan pranikah yang terpenting. “Innamal a’maalu bin niyaati wa innamaa likullimrii-in maa nawaa.”

Berbagai macam kitab hadits menempatkan hadist tersebut hampir selalu di awal pembahasan menegaskan bahwa apa yang kita peroleh berdasarkan atas apa yang kita niatkan. Niat awal ketika mulai memutuskan untuk menikah itulah yang akan menjadi pondasi pijakan kita dalam bersikap dan saat mengambil keputusan penting saat datang persoalan yang genting. Niat pula yang akan menentukan apakah ada barakah di sepanjang perjalanan pernikahan yang dilalui.

3. Cinta

menikah muda via http://www.google.com

Bicara cinta, siapa yang tak senang menikah dengan pasangan yang dicintai? Namun apakah mementingkan cinta ketimbang logika merupakan pilihan yang bijak untuk menikah? Jatuh cinta, hal yang dianugerahkan Allah sebagai fitrah manusia. Allah SWT pun telah berfirman,

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian isteri-isteri dari diri kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kalian rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS Ar-Rum [30] : 21)”

Apakah berdosa apabila jatuh cinta dengan seseorang? Tentu tidak, bukan jatuh cintanya yang dapat menimbulkan dosa namun bagaimana kita mengendalikan rasa cinta yang muncul agar tidak membawa kita mendekati zina.

Pengelolaan rasa cinta dan suka yang salah akhirnya menjadikan kita dengan mudahnya menjalin Pacaran. Sesungguhnya dalam Islam sudah diatur melalui proses yang disebut ta’aruf.

4. Menikah Itu Sumber Segala Kebaikan

menikah muda via http://www.google.com

Hal-hal spektakuler bisa kok dilakukan setelah menikah. Mau menikah muda? Tidak masalah. Buktinya Ali ra menikah pada usia 23 tahun. Usamah ra menjadi jenderal dan mengalahkan Persia saat berusia 18 tahun.Muhammad Al-Fatih menjebol Konstantinopel pada usia 21 tahun. Yang berhubungan sama pembahasan kita adalah mereka menikah sebelum akhirnya melakukan hal2 spektakuler. Hebat kan efek menikah muda?

Betapa banyak lain cerita di masa kini orang yang menikah muda kemudian meledak potensinya. Najwa Sihab contoh saat ini. Yang terpenting semangat meningkatkan kualitas diri, semangat memperbaiki diri, karena parameter kita baik itu mempercepat menikah, loh.

”Keluarga adalah sumber inspirasi dan semangat menjalani kehidupan.”

5. Memancing Rezeki

menikah muda via http://www.google.com

Ingat, punya sumber penghasilan dan bisa hidup mandiri sebelum nikah itu penting tapi setelah menikah juga dapat membuka pintu rezeki lebih luas loh yah!

Rezeki antara suami dan istri itu dua kali lipat luarbiasa dalam semangat mencarinya.

“Selalu ingat keutamaan menikah dan memeriksa kesiapan diri. Tidak perlu menunda-menunda kebaikan. Kalau masalah rizki, Allah yang mengatur. kita tinggal menyiapkan ilmu.”

6. Kesiapan

menikah muda via http://www.google.com

Menyegerakan menikah muda itu penting karena pergaulan saat ini mengerikan. Jauh sekali dari aturan islami. Jadi kudu bisa jaga diri. Tapi yang penting dan lebih dulu adalah memampukan diri.

Sudah siap berkorban? Siap bersabar? Siap finansial? Nikah butuh kesiapan. Bukan sekedar pelarian biar jauh dari hubungan yang diharamkan. Siap berumah tangga para ladies? Siap komitmen? Siap memanfaatkan waktu sehingga tak lagi terbuang sia-sia seperti saat muda sekarang kan ya..

“Kalau belum siap nikah jangan pacaran sebaiknya berteman saja. Remaja seusia kita memang harus mendapatkan bimbingan yang benar agar tidak terjebak ke dalam pergaulan bebas.”

7. Kesabaran

menikah muda via http://www.google.com

Perempuan itu kekuatannya adalah kesabaran.

Sabar sebagian dari iman bukan? Eh ini sekarang lagi belajar bersabar kan ladies? Ingat ya, harus anti makan hati setelah menikah nanti. Jangan pendem apapun yang ada di hatimu tentang sesuatu dan apapun itu. Ungkapkan, dan komunikasikan hal apapun sama sang suami.

“Masalah dalam pernikahan itu pasti ada. Cara mengatasinya berdoa dan berdiskusi mencari solusi terbaik serta minta nasehat dari orang tua.”

8. Keyakinan

menikah muda via http://www.google.com

Keputusan menikah muda artinya siap menerima resiko apapun yang terjadi. Restu orangtua juga penting ya ladies? Menikah muda itu artinya harus yakin sudah bisa momong bayi, bisa mengurus rumah, dan menyiapkan makanan setiap hari.

”Kalau keinginan berumah tangga sudah ada, dan bertemu pasangan yang cocok, segera saja menikah. Dalam agama Islam tidak ada istilah pacaran yang ada hanya taaruf itupun ada batasan-batasannya. Jika pacaran lebih dekat dengan zina sedangkan itu haram lalu kenapa pilih yang haram daripada yang sunnah (baca: nikah).”

Nikah pada usia muda banyak keuntungannya. Anak-anak sudah besar orangtuanya sudah umur 40-an. Menikah dini justru dapat memberi motivasi tinggi. Dengan menikah, seseorang dipacu berusaha semaksimal mungkin menggunakan potensi yang dimiliki, juga dituntut berani menghadapi segala persoalan.

“Jika datang kepada kalian seseorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya (untuk meminang wanita kalian), maka hendaknya kalian menikahkan orang tersebut dengan wanita kalian. Bila kalian tidak melakukannya niscaya terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang besar.”

(HR.Tirmidzi)