Siapa yang tidak kenal olahraga panahan? Konon, panahan ini sudah ada sejak era paleolitik antara 10.000-15.000 tahun yang lalu. Awalnya, panahan digunakan untuk berburu sebelum berkembang sebagai senjata dalam pertempuran dan kemudian jadi olahraga ketetapan. Olahraga panahan juga sangat fleksibel, bisa dilakukan oleh semua kalangan dan semua usia.

"Ajarilah anakmu berkuda, berenang, dan memanah" (HR. Muslim)

Selain itu, olahraga ini adalah salah satu jenis olahraga yang disunnahkan Rasulullah SAW. Bayangin coba, selain dapat menyegarkan badanmu, menghilangkan suntukmu dari segala rutinitas pekerjaan maupun pendidikan, juga dapet bonus pahala hehe. So, tunggu apalagi jika ada kegiatan latihan panahan di kotamu jangan ragu untuk gabung. Ajak anakmu maupun pasanganmu untuk latihan, bagi yang belum berkeluarga sabar yaaa, masih ada temanmu yang bersedia menemani huhuhu...

Tapi, walau bagaimanapun jika hanya dengan membaca artikel tidak akan bisa menggantikan posisi seorang pelatih dalam latihan memanah. Setidaknya menambah sedikit gambaran tentang bagaimana cara memanah. Semoga artikel ini bermanfaat...

1. Stance (sikap berdiri)

Ada beberapa jenis stance yang paling umum dipake ditarget archery yaitu square, open, dan closed. Ketiga stance ini dilakukan dengan membuka kaki selebar bahu. Tapi untuk pemula, yang disarankan adalah square stance. Kenapa? Olahraga panahan paling butuh yang namanya konsistensi. Square stance ini paling mudah untuk diulangi terus menerus dengan sama/konsisten. Tinggal ambil garis lurus aja sama target.

2. Nocking the arrow (pasang anak panah)

Nocking adalah gerakan dasar memanah dengan menempatkan atau memasukkan ekor atau ujung panah ke tempat anak panah (nocking point) pada tali busur serta meletakkan gandar (shaft) pada sandaran yang telah disediakan. Agar teknik nocking dapat bekerja dengan baik dan tepat sasaran, maka ada 3 aspek yang perlu diperhatikan seorang pemanah, yakni:

Aspek I: Bulu indeks pada bagian ekor panah harus menjauhi sisi jendela busur.

Advertisement

Aspek II: Ekor panah harus tapat masuk ke tali.

Aspek III: Nocking point (anak panah) harus benar-benar masuk dan pas ke nock. Apabila anak panah terlalu besar maupun longgar, maka akan menggangu terbangnya anak panah.

3. Extend (mengangkat lengan busur)

Hal yang harus diperhatikan dalam mengangkat lengan busur adalah lengan pemanah harus rileks. Kemudian tali ditarik dengan tiga jari yaitu jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis. Perhatikan posisi jari pada gambar.

4. Drawing (menarik tali busur)

Teknik ini adalah gerakan menarik tali sampai menyentuh dagu, bibir, atau hidung. Kemudian dilanjutkan dengan menjangkarkan tangan penarik tali di dagu. Perhatikan posisi pada gambar.

5. Anchoring (menjangkarkan lengan penarik)

Gerakan menjangkarkan tangan pemanah pada bagian dagu. Yang perlu diperhatikan adalah tempat penjangkaran tangan penarik tali harus tetap sama dan kuat menempel di bawah dagu. Perhatikan posisi pada gambar.

6. Holding (menahan sikap memanah)

Pemanah menahan sikap memanah beberapa saat sebelum anak panah dilepaskan. Jangan dilepaskan terlalu terburu-buru ya. Ingat, perhatikan posisi pada gambar.

7. Aiming (membidik)

Dalam membidik target, seorang pemanah dituntut untuk fokus dan hanya melihat pada targetnya, sebelum anak panah dilepas dari busurnya. Jangan sampai gagal fokus ya. Sedih kan kalau kamu gagal fokus, malah nggak jadi panahan.

8. Release (melepas anak panah)

Suatu gerakan melepaskan tali busur dengan cara tangan penarik tali bergerak ke belakang menelusuri dagu dan leher pemanah. Pastikan untuk memberikan kekuatan penuh dalam setiap melepaskan anak panah. Hal ini guna menghindari kesalahan/kegagalan terhadap sasaran.

9. Follow through (gerak lanjut)

Sikap badan setelah melepaskan anak panah, di sini pemanah dituntut agar tetap rileks. Nah, itu dia beberapa cara melakukan panahan bagi pemula. Sudah siapkah kamu untuk berlatih panahan? Semangat ya!

Referensi: veluzasport.blogspot.com