“Bro, lo sibuk apa sekarang? Kok nggak pernah nongol di tongkrongan?”

“Gue sibuk kerja, pulang malem terus. Ah elah, anak-anak yang lain juga nggak ada kabarnya!”

Nah, apakah kamu juga punya pengalaman yang sama? Setelah lulus kuliah dan bekerja, tak lagi ada waktu tersisa untuk nongkrong atau sekadar kumpul dengan teman? Ataukah kamu sering merasa kesepian karena teman-teman lama kian sibuk dengan kehidupannya masing-masing?

Tak bisa dipungkiri, seiring bertambahnya usia, banyak hal yang akan berubah dalam hidupmu. Semasa sekolah dan kuliah, hari-harimu mungkin terasa lebih meriah karena ada teman-teman yang selalu bisa diajak berbagi. Jam istirahat, setelah pulang kuliah, saat akhir pekan jadi kesempatanmu untuk mengakrabi mereka sambil bersantai dan melepas penat.

Tapi, tak perlu khawatir meski kehidupan di usia dewasa seperti membuatmu “tenggelam”. Tak lagi bisa nongkrong atau kumpul dengan teman-teman itu wajar. Lebih sering sendiri dan menikmati hidup yang lebih sepi itu pun sah-sah saja. 10 alasan dalam artikel ini bisa jadi akan membuatmu lebih bersyukur dan menikmati hidupmu yang sekarang!

1. Berhenti dari kebiasaan nongkrong berarti hidup hemat. Kamu tak perlu mengeluarkan Rp. 40.000 – 100.000 tiap kali kumpul dengan teman dan nongkrong di cafe.

kamu jadi lebih hemat via kaithuber.blogspot.com

Advertisement

Kamu yang terbiasa nongkrong atau kumpul-kumpul dengan teman tentu sudah paham benar, bahwa kegiatanmu ini butuh biaya. Janjian dengan teman di cafe, kedai kopi, atau bahkan angkringan sekalipun – kamu tetap akan mengeluarkan uang. Tak lengkap rasanya jika momen kebersamaan dengan mereka tak ditemani minuman atau camilan. Semakin seru obrolan kalian, maka semakin kamu ingin memesan macam-macam.

Bayangkan, berjam-jam bercerita tentang banyak hal, apa cukup kalau kamu cuma pesan minum satu kali? Bahkan, sepiring kentang goreng pun sudah pasti habis di sesi-sesi awal obrolanmu. Tak sadar sudah memesan berbagai menu, kamu baru merasa kaget saat pergi ke kasir. Mungkin, kamu sudah mengalokasikan sedikit gajimu untuk “dana sosial” – uang yang sengaja disisihkan dan digunakan saat ada acara nongkrong atau kumpul-kumpul dengan teman. Tapi, yakin dana sosialmu cukup, atau justru sering “jebol” sehingga kamu harus mengambil tabungan?

Coba deh hitung ulang keuangnmu, kira-kira berapa yang bisa kamu sisihkan setelah memutuskan untuk berhenti atau mengurangi kebiasaan nongkrong dan kumpul-kumpul?

2. Kesehatan dan berat badanmu jadi lebih terpantau. Kamu tak akan sering-sering memesan makanan yang sebenarnya tak tubuhmu butuhkan.

kamu gak perlu makan junk food via www.gowanuslounge.com

Kebiasaan nongkrong memang erat kaitannya dengan pola hidup yang tak sehat, utamanya soal makanan. Cafe atau angkringan biasanya menyajikan makanan-makanan yang sebenarnya tak baik bagi tubuh. Menu-menu di cafe umumnya didominasi junk food atau fast food, seperti pizza, burger, dan kentang goreng. Sementara, angkringan yang murah meriah pun tak kalah jahat karena menghidangkan berbagai jenis gorengan dan olahan mie instan yang sudah pasti menggoda untuk disantap.

Padahal, konsumsi makanan-makanan itu akan berakibat buruk bagi kesehatanmu. Berat badanmu bisa jadi meningkat drastis dan tubuhmu mungkin saja terjangkit penyakit diabetes. Jika sudah terbiasa menyantap makanan tak sehat yang “kaya” penyedap rasa, kamu akan enggan menyantap makanan sehat yang biasanya minim bumbu. Makanan-makanan yang digoreng jelas mengandung kalori berlebih yang juga berbahaya. Mie instan pun diduga jadi penyebab utama penyakit kanker usus.

Nah, gimana? Masih doyan mengkonsumsi jajanan tak sehat sembari ngobrol asik dengan temanmu?

3. Kamu pun terhindar dari kebiasaan-kebiasaan berbahaya seperti merokok atau banyak minum

terhindar dari kebiasaan-kebiasaan buruk via wallpaperswide.com

Di sebuah cafe ketika kumpul-kumpul dengan teman…

“Nih, mau rokok gue?”

“Sorry, gue tobat, berhenti ngerokok. Hehehe.”

“Ah elah, nggak kompak loe! Sebatang aja nih, tanda persahabatan!”

Dalam pergaulan, kita pasti akan menemukan berbagai jenis teman. Ada teman-teman baik yang bisa memberi pengaruh positif. Tapi, ada pula teman-teman yang nyatanya hanya membawa pengaruh buruk. Momen kumpul dengan teman seringkali lekat dengan kebiasaan-kebiasaan kurang baik, seperti merokok atau bahkan minum alkohol.

Salah satu cara untuk menghindari dari hal-hal negatif itu adalah dengan berhenti dari kebiasaan nongkrong. Mungkin, beberapa temanmu akan merasa kecewa. Namun, ketika rutinitas pekerjaan atau kesibukan di kantor yang jadi alasannya, tentu mereka akan bisa menerima. Saat menjejak usia dewasa, masing-masing temanmu pun akan sibuk dengan dunianya sendiri. Sah-sah saja jika kamu memilih menghindar dan fokus dengan kehidupanmu sendiri. Kemungkinan, mereka akan menemukan teman-teman baru yang cocok atau bisa menerima kebiasaan mereka.

4. Dengan tak keliaran ke luar malam-malam, kamu bisa menerapkan pola hidup sehat dengan jam tidur yang cukup dan teratur

waktu istirahat yang cukup via pixgood.com

Setelah seharian berkutat dengan tugas-tugas kantor, tentu energimu seperti sudah dikuras habis. Kesenangan saat mengobrol sambil bersenda gurau dengan teman memang bisa meredakan penat di kepalamu. Namun, satu-satunya yang paling kamu butuhkan adalah istirahat. Pulang ke rumah lalu mandi dengan air hangat, makan malam, dan berbaring di tempat tidur sambil mendengarkan musik atau menonton film. Sederhana, ‘kan?

Kebiasaan pulang ke rumah seusai jam kantor akan membuat pola hidupmu lebih teratur. Kamu cenderung bisa tidur tepat waktu, misalnya setiap jam 10 malam tiap harinya. Setelah tidur selama 7-8 jam, kamu pun bisa bangun tepat jam 6 setiap pagi. Bagaimana pun, waktu istirahat yang cukup dan waktu tidur yang teratur akan berakibat baik bagi kesehatan dan produktivitas kerjamu.

5. Nongkrong memang ada faedahnya, tapi banyak juga hal lain yang bisa kamu lakukan dan lebih bermanfaat

kamu punya banyak waktu untuk membaca via www.pinterest.com

Nongkrong atau kumpul dengan teman memang bukan sekadar tertawa bersama atau membicarakan hal-hal yang tak penting. Benar jika ada yang berpendapat bahwa kegiatan nongkrong itu juga ada manfaatnya. Kamu bisa punya banyak teman atau memperluas jaringan pertemananmu. Kamu pun punya kesempatan bertemu kawan-kawan lama yang punya kegemaran yang sama. Bahkan, acara-acara kumpul sederhana itu juga bisa jadi awal cerita suksesmu yang membangun bisnis sendiri.

Namun, lepas dari manfaat positif dari nongkrong dan kumpul bersama, pikirkan hal-hal lain yang juga tak kalah bermanfaat dan bisa kamu lakukan sendiri di rumah. Kamu punya kesempatan untuk mengakrabi buku-buku favoritmu atau mewujudkan sebuah kebun sayur organik yang jadi impianmu. Setidaknya, kamu tak harus mengeluarkan uang dan tenaga ekstra untuk memanfaatkan waktu luangmu, ‘kan?

6. Tanpa nongkrong dan begadang di hari Sabtu malam, kamu bisa lebih produktif selama akhir pekan

produktif saat akhir pekan via www.femside.com

Bagi kamu yang bekerja 5 hari dalam seminggu, Jumat malam mungkin jadi waktu yang ditunggu-tunggu. Setelah jam pulang kantor, kamu bisa melakukan banyak hal; nongkrong dengan teman, pergi ke bioskop, atau jalan-jalan keliling mall dan berbelanja. Kamu tak perlu buru-buru pulang ke rumah karena Sabtu dan Minggu adalah hari libur.

Tapi, apa yang terjadi ketika Jumat malam atau Sabtu malam selalu kamu habiskan untuk “gila-gilaan” di luar rumah? Yup, akibatnya kamu akan merasa kelelahan sepanjang hari sehingga tak heran jika kamu memilih tiduran di kasur dan tak melakukan apa-apa selama akhir pekan. Padahal, banyak hal selain tugas-tugas kantor yang juga harus kamu selesaikan. Coba tengok tumpukan baju kotor dan kamarmu yang sudah tak dijamah sapu selama hampir seminggu. Apakah kamu masih punya tenaga untuk menuntaskan tugas-tugasmu itu?

7. Jika istirahatmu maksimal, kamu akan bersemangat memulai pekerjaan di awal minggu

produktif memulai awal minggu via www.tumblr.com

Ibarat efek domino, ketika akhir pekanmu tak berjalan lancar maka awal minggumu pun bisa jadi berantakan. Akhir pekan seharusnya dimaksimalkan untuk beristirahat sehingga di hari Senin kamu bisa kembali bekerja dengan energi penuh. Baiknya, setelah menuntaskan pekerjaan rumahmu di akhir pekan, Minggu malam jadi waktumu untuk membuat to do list atau mempersiapkan pekerjaan di hari Senin. Dengan begitu, kamu punya kesempatan menuntaskan tugas-tugasmu di hari Senin dengan lebih cepat karena segalanya sudah baik-baik dipersiapkan.

Nah, jika Sabtu Minggu-mu habis di tempat nongkrong, apa kamu bisa kembali bekerja dengan kondisi yang prima? Jangankan menyiapkan tugas-tugas di hari Senin, bisa bangun tepat waktu dan tak terlambat sampai ke kantor saja sudah jadi prestasi bagimu. Hayo, apakah kamu golongan yang merugi karena tak bijaksana memanfaatkan waktumu?

8. Kamu pun tak akan merasa “dikejar-kejar” untuk mencetak prestasi yang wow agar bisa menyeimbangi teman-temanmu

hidupmu tak terdistraksi via niesnmom.blogspot.com

“Gajiku 15 juta sebulan. Alhamduliah, udah punya KPR dan bisa bayar cicilan mobil. Rencana sih mau nikah tahun depan. Kalau kamu, gimana?”

Kadang, bergaul atau berada dalam suatu kelompok sosial bisa jadi sangat melelahkan. Bagaimana tidak, salah satu temanmu mungkin punya hobi membanding-bandingkan atau bahkan menyombongkan diri. Beberapa yang lain justru sibuk bersaing dalam diam. Saat acara kumpul bersama-sama, mereka akan berusaha terlihat paling mapan atau paling sukses. Membawa mobil baru, memakai baju atau tas bermerek, hingga mengenalkan pasangan.

Kebiasaan membandingkan atau bersaing perkara pencapaian bisa saja mempengaruhimu. Kamu bisa jadi merasa “panas”. Tak rela jika punya gaji paling kecil dibanding teman-teman satu tongkrongan. Tak mau jadi bahan bully-an karena cuma kamu yang ternyata masih jomblo. Malu jika tak pakai baju baru nan bermerek saat bertemu dan kumpul bersama.

Ketika acara nongkrong dan kumpul bersama tak lagi menyenangkan, buat apa kamu masih melakoninya? Di usia dewasa, pencapian yang sebenar-benarnya adalah ketika kamu bisa bahagia dengan hidupmu sendiri. Tak melulu diukur dengan uang atau materi, kamu layak disebut sukses ketika bisa mensyukuri hidupmu.

9. Lebih banyak sendiri, kamu jadi pribadi yang mandiri dan lebih mawas diri

makin mandiri dan mawas diri via japanesestation.com

Di usia dewasa, kamu sadar bahwa manusia bukanlah makhluk yang hidup berkoloni. Saat sekolah atau kuliah, teman-teman memang selalu ada bersamamu. Setia mendampingi dan mau diajak berbagi, baik kebahagiaan maupun kesusahan. Tapi, keadaan akan demikian berubah setelah dewasa. Mereka pun kini fokus dengan kehidupannya masing-masing. Sibuk dengan pekerjaan, berjuang demi bisa punya kehidupan yang mapan dan segera mewujudkan masa depan dengan pasangan.

Kamu akan menyadari bahwa tak ada yang salah dengan kesendirianmu saat ini. Jika kamu merasa kehilangan teman dan tak lagi bisa nongkrong “hahahihi” dengan teman-temanmu justru itu sangat wajar. Kamu memang punya kewajiban untuk mulai menata hidupmu sendiri.

Kamu belajar jadi pribadi yang lebih mandiri – melakukan segala sesuatu dalam hidupmu sendirian. Meski tak ada teman yang bisa diajak curhat atau dimintai pendapat, toh kamu bisa berpikir sendiri dan masak-masak merenungkan setiap keputusan yang akan kamu ambil. Karena sebagai individu dewasa, segala akibat dan konsekuensi dari keputusan itu pun harus kamu tanggung sendiri.

10. Kamu jadi lebih tahu apa yang penting di hidupmu, dan lebih fokus mewujudkan mimpi-mimpimu

fokus pada mimpi dan cita-cita via jdacommunity.com

Kadang, untuk mencapai sebuah kesuksesan, banyak hal yang harus dikorbankan. Salah satunya, kebiasaan nongkrong dan kehidupan sosialmu. Mungkin, jauh di lubuk hati kamu pun menyadari bahwa menghabiskan waktu untuk sekadar kumpul-kumpul adalah sebuah kesia-siaan. Walaupun ada hal baik yang bisa kamu dapat, pengaruh buruk jelas lebih banyak. Kamu pun mengerti, selama masih mengakrabi kebiasaanmu ini, kesuksesan terasa semakin menjauh dari jangkauan tangan.

Kinerja yang prima, kesempatan untuk mengembangkan diri, kehidupan yang lebih baik; semuanya bisa kamu raih asalkan punya niat dan mampu mendisiplinkan diri sendiri. Berhenti dari kebiasaan nongkrong yang tak membawa faedah harus dimulai dari sekarang. Sementara, kehidupanmu yang terasa sepi dan lebih sering sendiri justru harus dinikmati dan disikapi dengan bijaksana.

Usia dewasa mungkin seperti menjungkir balikkan kehidupanmu – mengubah setiap sisi kehidupanmu yang dulu. Tapi, adakah yang bisa disalahkan jika perubahanmu justru mengarah pada kebaikan?

Selamat menikmati usia dewasa dalam kesendirian dan semoga hidupmu semakin berbahagia, ya! 🙂