Teknologi dan piranti (gadget)jadi hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia modern dewasa ini. Ponsel sederhana yang hanya bisa digunakan untuk SMS dan telpon sudah tidak lagi dianggap cukup memenuhi kebutuhan. Kalau dulu orang merasa insecure saat ketinggalan dompet, sekarang kita akan lebih cemas kalau gak bawa smartphone.

Pernahkah kamu berpikir untuk hidup tanpa ponsel pintarmu itu? Sempatkah kamu mempertimbangkan pilihan bahwa sebenarnya alat canggih di genggamanmu itu bukan prioritas penting dalam hidup? Semua orang memang punya kebutuhannya masing-masing. Tapi gak ada salahnya dong kalau kita juga tahu apa keuntungannya kalau mulai mencoba hidup tanpa smartphone?

1. Ponsel Pintar Itu Overpriced

Dimanapun tetap mahal via viccry.com

Harga ponsel pintar dibanderol dengan sangat tinggi: iPhone keluaran terbaru saja, misalnya, harganya menembus angka 10 juta. Beberapa produsen lain bersaing menawarkan harga yang lebih miring. Namun semiring apapun harganya, ponsel pintar akan selalu dijual dengan harga yang lebih tinggi dibanding ponsel sederhana. Memang sih, kualitas dan teknologi yang ditawarkan sepadan. Tapi tetap saja sejumlah uang tersebut bukan nominal yang kecil.

Tentu bukan masalah kalau kamu sudah settle dan tidak lagi punya sumber dana terbatas. Tapi bagaimana dengan kamu yang baru mulai menapaki karir? Yakin cicilan iPhone yang 700 ribu sebulan itu penting banget? Atau justru bisa digunakan untuk kebutuhan lain?

2. Bisa Hemat Pulsa

Advertisement

Gak perlu sering mampir kesini via www.teropongbisnis.com

Apalah arti punya ponsel pintar jika tidak berlangganan paket data? Rasanya sama seperti Spiderman yang kehilangan kemampuannya untuk mengeluarkan jaring laba-laba: hampa. Selain membeli pulsa untuk keperluan komunikasi, kamu juga perlu mengeluarkan uang tambahan untuk berlangganan paket internet.

Berhenti menggunakan smartphone setara dengan berhenti mengalokasikan uang untuk mendapatkan internet di ponselmu. Masalah? Sebenarnya nggak juga. Kamu tetap bisa mengakses internet di kantor, di kampus, bahkan pakai modem yang pulsanya jauh lebih murah.

3. Mereka yang Ada Di Depan Matamu Lebih Penting Dari Layar Ponselmu

Mereka lebih penting dari ponselmu via www.youtube.com

Sekarang kumpul-kumpul sama teman kerap berubah jadi “kumpul bareng sambil lihat ponsel masing-masing”. Iya nggak? Alih-alih bicara, kalian justru sibuk dengan gadget di tangan. Kegiatan setiap nongkrong bareng juga jadi biasa banget:

“Foto bareng dong, biar bisa dimasukin di Path sama Instagram!”

Well, disadari atau tidak ponsel pintar memang menggeser pola dasar komunikasi antar manusia. Tatap muka dan bicara udah bukan jadi hal yang penting. Seakan apa yang terjadi pada layar di depan matamu lebih penting daripada dia yang duduk dihadapanmu. Gak punya ponsel pintar bisa menghilangkan godaan untuk merogoh kantong saat lagi nongkrong sama teman. Bicara deh sama mereka, ngobrol! Kamu gak pengen kan kehilangan banyak momen dan menyesal di kemudian hari?

4. Nggak Mengetahui Apa yang Dilakukan Temanmu Secara Real Time Nggak Akan Membuatmu Mati

Selfie lalu diunggah ke jejaring sosial via news.asiaone.com

Menurut data dari Social Memos Indonesia merupakan salah satu negara yang paling aktif dalam menggunakan jejaring sosial. Kalau kita tilik lagi apa yang biasa kita lakukan sehari-hari, data ini memang nyata dan bisa dirasakan. Kalau lagi bosen nunggu kamu ngapain? Keluarin ponsel dan cek akun jejaring sosial kan?

Rasa membutuhkan informasi tentang apa yang dilakukan oleh orang-orang disekitar jadi sering muncul. Kalau nggak buka akun sosial media rasanya jadi ketinggalan banget. Coba pikir deh, akankah bencana datang padamu kalau kamu nggak langsung tahu update check-in temanmu di Path atau gak bisa langsung kasih “Like” status mereka di Facebook? Semua orang sudah punya hidupnya sendiri-sendiri. Di kehidupan sosial yang nyata, ke-kepo-an macam ini sebenarnya kurang penting.

5. Kamu Akan Lebih Bisa Menghargai Makanan Sebagaimana Mestinya

Makanan itu dimakan, bukan difoto via www.linkiesta.it

Makanan yang terhidang di hadapanmu adalah makanan yang sepatutnya segera kamu ganyang dan dimasukkan ke mulutmu. Bukannya difoto dulu – diedit dulu biar kelihatan lebih cantik – check in di restorannya dulu – unggah ke Instagram, Foursquare dan Path. Makanan yang kamu pesan kurang enak apa, sampai nggak cepet-cepet dimakan? Gak takut keburu dingin?

6. Nggak Harus Adu Gengsi

Kamu gak perlu mengumbar kehidupan pribadimu via prisma.cz

Ada pameo yang bilang kalau “ignorance is a bliss” — Ketidakpedulian kadang bisa jadi hal yang baik buat seseorang. Ini bisa kamu dapatkan kalau kamu mencoba untuk menyingkirkan ponsel pintar dari hidupmu.

Kamu tidak akan merasa perlu mendatangi tempat nongkrong baru hanya karena teman-temanmu sudah posting foto mereka disana. Tidak akan ada rasa malu kalau ponselmu ketinggalan jaman, karena tujuanmu memiliki ponsel berbeda dari mereka. Hidupmu bisa jadi lebih tenang karena tuntutan sosial yang datang dari kepemilikan gadget sudah hilang.

7. Punya Waktu Lebih Untuk Membaca dan Berpikir

Bisa memanfaatkan waktu untuk membaca via jesslan.files.wordpress.com

Manusia urban saat ini lebih akrab pada tulisan yang dibagikan di jejaring sosial dan buku digital. Dibanding membaca buku yang sebenarnya. Ternyata terbiasa membaca dari gadget membuat seseorang lebih mudah terseret distraksi dan enggan membaca teks panjang (penjelasan, disini). Mengistirahatkan ponsel pintarmu akan memberimu pengalaman baru.

Kamu bisa menggunakan waktu kosong selama perjalanan atau ketika menunggu tanpa terseret keriuhan di layar digital. Waktu itu bisa kamu manfaatkan untuk membaca, memikirkan hal-hal yang masih perlu kamu selesaikan, hingga melamun untuk mencari inspirasi. Kamu akan menyadari bahwa apa yang terjadi disekitarmu lebih menarik dan nyata. Bukannya memilih tenggelam pada hingar-bingar dunia maya.

8. Bisa Mengatur Waktu Antara Pekerjaan dan Kehidupan Pribadi

Menciptakan hidup yang seimbang via kidzedge.com

Dengan ponsel pintar, pekerjaan bisa datang kapan saja. Surat elektronik berisi to-do lists dari bos akan dengan mudah mampir ke ponselmu di tengah malam. Chatting berisi pembicaraan pekerjaan juga akan lebih sulit dibatasi. Dia bisa saja muncul ketika kamu tengah liburan. Notifikasi yang secara beruntun mampir ke smartphone memang sulit untuk diabaikan.

Kalau kamu bisa hidup tanpa ponsel pintar, hidupmu akan lebih terkotak-kotak dengan rapi. Kamu akan fokus menyelesaikan pekerjaan di kantor tanpa bolak-balik mengecek ponsel. Sesampainya di rumah, kamu juga bisa dengan tenang beristirahat. Walau hal ini juga bisa dilakukan oleh mereka yang menggunakan ponsel canggih, tapi dibutuhkan kedisiplinan tingkat tinggi untuk bisa mewujudkannya.

9. Kamu Akan Lebih Berani Menghadapi Sepi

Sendirian bukan masalah via kidzedge.com

Terkadang kita secara sadar memutuskan berpaling dari lingkungan ke ponsel pintar karena enggan kesepian. Sering kan, saat menunggu di tempat asing kamu lebih memilih untuk memelototi layar ponsel daripada berusaha menciptakan percakapan dengan orang sekitar? Gak asing lagi juga bukan, kita melihat ada orang yang makan sendirian di restoran sembari tangannya asyik berkutat diatas ponsel?

Hidup dengan ponsel sederhana akan membuatmu sadar bahwa sepi dan sendirian itu bukan masalah besar. Ada beberapa momen dalam hidup yang memang membutuhkan keterampilan untuk mengakrabi sepi. Toh pendampingan yang kamu temukan di sosial media itu juga sebenarnya semu, bukan?

10. Dunia Tetap Berputar Walau Nggak Ada Handphone Serbaguna Di Kantungmu

Hidup tetap berjalan via ashadeofpen.files.wordpress.com

Shota Giorbani, seorang pengembang perangkat lunak membagikan pengalamannya untuk hidup tanpa smartphone. Padahal pekerjaannya menuntut ia untuk selalu dekat dengan teknologi (baca kisahnya, disini). Ada beberapa pernyataannya yang menarik:

“With smartphones, already busy life, become more busy, disconnected and unsocial. Life is absolutely beautiful, more calm, concentrated, friendly and social without smartphones.”

Ponsel pintar mengalihkan perhatianmu via oltreuomo.com

“I spend more time on things that matter and people that matter, really matter. And what about cool pic that my friend just took with his newly bought cool smartphone, at newly opened cool bar? Nothing, absolutely nothing. I ll see it, in the evening on laptop, or on the next morning on tablet, or some day, or maybe, I will completely miss this incredible event. But who cares?.”

Dalam tulisan tersebut Shota menjelaskan bagaimana ia dapat lebih berkonsentrasi pada hidup dan orang-orang yang penting tanpa alat komunikasi yang penuh distraksi. Ya, hidup akan tetap berjalan dengan biasa-biasa saja walau kamu gak jadi orang pertama yang tahu semua hal yang terjadi di luar sana.